Delapan Mahasiswa Ditahan Terkait Pilkada Maybrat

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, yang hari ini Senin, 15/5 memasuki pemungutan suara ulang (PSU) di satu tempat pemungutan suara (TPS) , telah membawa ekses pada ditetapkannya 8 (delapan) orang mahasiswa sebagai tersangka dan kini menjadi tahanan Polda Papua Barat.

“Kedelapan orang mahasiswa tersebut, masing-masing Joni Roy Marthen Ayok (24), Demianus Kosamah (21), Patrick I Baru alias Ogen Baru (22), Manfred Basna (30), Antonius Kosama (24), Yunus Yumara (22), Nelson Kocu (22), dan Agustinus Safuf (21),” ujar Penasihat Hukum Tersangka Joni Roy Marthen Ayok, Yan Christian Warinussy, dalam release yanhg diterima, Senin (15/5).

Dijelaskan, bahwa mereka ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak tanggal 4 Mei 2017 di Polres Manokwari berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/65/V/2017/SPKT I tanggal 3 Mei 2017.

“Para klien kami ini diduga keras telah melakukan tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang atau Menghasut supaya melakukan Perbuatan yang dapat dihukum dan atau melakukan ancaman kekerasan,” kata Yan Warinussy.

Disampaikan, bahwa perbuatan mana diduga terjadi pada hari Rabu, (3/5) sekitar pukul 21:45 wit di Kampung Mulyono, Amban-Manokwari.

Peristiwa tersebut terjadi terkait dengan penyelenggaraan pilkada Kabupaten Maybrat yang diduga disebabkan oleh adanya komentar salah satu pejabat pengawas Pemilukada di Provinsi Papua Barat.

Berkenaan dengan itu, selaku Penasihat Hukum kedelapan tersangka, kata Warinussy, bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan atau pengalihan jenis penahanan bagi mereka kepada Kapolda Papua Barat pada Sabtu, (13/5).

“Permohonan tersebut diajukan berdasarkan amanat pasal 23 dan pasal 31 dari Undang Undang Nomor 7 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” jelasnya.

Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua berharap, ada tanggapan dan dapat dikabulkan permohonan tersebut oleh Kapolda Papua Barat, mengingat pada tanggal 25 Mei 2017, para tersangka tersebut telah memasuki ujian-ujian semester di beberapa jurusan di Universitas Papua  (Unipa) Manokwari. (Dhoto Eveerth)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...