Besok Pagi, Ribuan Massa Gerakan Papua #Save Ahok Demo Damai di Kota Jayapura

Category: Lintas Papua, Sosial Masyarakat 30 0

Diperkirakan Lima Ribuan Warga Masyarakat Lintas Agama Siap Aksi Untuk Menuntut Keadilan dan Mendesak Dibebaskannya Ahok

JAYAPURA (HPP) – Ribuan Warga masyarakat Kota Jayapura dari berbagai lintas agama yang tergabung dalam Gerakan Papua Save Ahok, sesuai rencana akan melakukan aksi demo damai untuk memiinta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok untuk dibebaskan dari jeratan hukum yang dinilai tidak mencerminkan keadilan, yang rencana di laksanakan di DPR Papua dan Kantor Gubernur, pada Senin pagi (15/5/2017).

“Aksi ini telah berlangsung dari tanggal 11 – 14 Mei 2017 di Taman Imbi dan sesuai jadwal yang disepakati bersama dengan tim yang ada, maka Senin, tanggal 15 Mei 2017 akan dilanjutkan aksi dan demo damai di alun – alun Imbi Kota Jayapura, selanjutnya ke Kantor DPR Papua dan Gubernur Provinsi Papua,” ujar Ketua Gerakan Papua Save Ahok, Pdt. John Baransano, S.Th, M.Th., melalui selebaran aksi yang dibagikan, Sabtu malam (13/5/2017).


Dikatakan, berdasarkan hasil rapat dan simpatisan dan pimpinan – pimpinan gereja dan komunitas pada tanggal 10 Mei 2017, maka telah ditunjuk pengurus yang akan bertangungjawab dalam komunitas “Geraka Papua #Save Ahok” , yang dipimpin Pdt. Jhon Baransano, S.Th, M.Th.

“Untuk massa aksi yang akan turun nantinya direncanakan 5000 orang yang terdiri dari jemaat denominasi gereja se – Kota Jayapura, Pemuda Lintas Agama se Kota Jayapura, Pemuda Lintas OKP se – Kota Jayapura dan Komunitas /Paguyuban ke Kota Jayapura,” jelasnya.

Dijelaskan, bahwa untuk Minggu Malam (14/5) dilakukan aksi pelepasan 50 Lampion ke udara, tentunya semua ini menjadi serangkaian kegiatan untuk mendesak kepada Pemerintah Indonesia dan lembaga peradilan, agar berlaku adil terhadap proses hukum yang sedang dihadapi Basuki Tjahya Purnama (Ahok) dalam memutuskan perkara tanpa ada intervensi pihaak manapuun.

Baca Juga :  Perekaman E – KTP Distrik Abepura Capai 2.372 Orang

“Aksi ini juga nantinya mendesak Pemerintah Indonesia melalui Menkopolhukam , agar segera membubaerkan organisasi massa radikal seperti Hisbut Tahrir Indonesia dan Front Pembela Islam di Indonesia karena sangat meresahkan dan mengganggu toleransi umat beragama serta menghancurkan nilai – nilai kebangsaan Pancasila dan UUD 1945,” ungkapnya.


Sementara, Sekretaris Gereka Papua #Save Ahok, Joel Rayendra, SE., mengatakan bahwa kegiatan aksi damai ini merupakan sukarela dan spontanitas dengan melihat kondisi dinamika nasional yang terjadi.
Gerakan Papua #Save Ahok juga akan menuntut, kepada pihak berwajib, agar segera menangkap Habieb Rizieq, karena telah menyebarkan isu – isu provokatif, yang sudah meresahkan dan mengganggu ketentraman kehidupan masyarakat di Papua.

“Kami juga akan meminta DPR Papua membentuk Pansus dalam mengawal Gerakan Papua #Save Ahok dalam menangkal paham radikalisme, seperti HTIdan FPI di seluruh Tanah Papua,” pintanya.

Pihaknya mengajak, agar masyarakat tetap bersatyu hati dan menjaga kedamaian dan ketentraman di Bumi Cenderawasih tercinta, terutama toleransi dan kerukunan umat beragama di Tanah Papua.

Terkait Aksi Demo Damai Senin, (15/5), akan berlangsung pukul 09.00 Waktu Taman Imbi Kota Jayapura dan akan mengambil rute Kantor DPR Papua dan berakhir di Kantor Gubernur Papua Dok II Jayapura, yang direncanakan akan diterima langsung aspirasi masyarakat oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe.

“Kita berharap Aksi simpatik dan unjuk rasa damai ini terhadap matinya keadilan di negeri tercinta, semoga mendapat dukungan dan simpatik dari pihak manapun yang menginginkan keadilan dan kebenaran harus ditegakkan,” harapnya.


Sementara itu, Perseketuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) dan Gereja-Gereja se Kota Jayapura (PGGS) akan lakukan aksi damai bersamaan, sebagaimana sesuai keterangan pers yang disampaikan i Ketua PGGP Uskup Jayapura Mgr Leo Laba Ladjar OFM dan Sekertaris Hardus Desa MA.

Baca Juga :  HIPMAS Sesalkan Bank Papua Dalam Melayani Kredit OAP

Dijelaskan, bahwa aksi damai ini menyikapi situasi nasional yang berkembang belakangan ini terkait dengan pemberitaan masalah tuduhan dan putusan pengadilan penistaan agama oleh saudara Basuki Tjahja Purnama (Ahok), dan terkait dengan itu juga dengan gencarnya pengaruh gerakan radikalisme yang sangat mengganggu rasa aman dan rasa tenteram, yang secara khusus dimainkan oleh HTI dan FPI.


Dalam keterangan tersebut disampaikan, bahwa pimpinan Persekutuan Gereja-Gereja Papua dan Gereja-Gerela se Kota Jayapura menampung aspirasi masyarakat, umat kristen dan sejumlah pimpinan gereja setingkat sinode dengan mengadakan rapat koordinasi untuk menampung semua aspirasi yang berkembang.

Aksi Damai Selamatkan Indonesia dan Selamatkan Pancasila’, Senin (15/5/2017) pagi. Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 WIT, dengan pawai dari Taman Imbi Jayapura menuju DPRP menemui pimpinan DPRP dan selanjutnya menuju Kantor Gubernur untuk menemui Gubernur Provinsi Papua.

Terungkap juga dalam rilis tersebut Ketua Umum PGGP Mgr Dr Leo Laba Ladjar OFM akan membacakan surat pernyataan sikap untuk membubarkan HT, FPI dan ormas-ormas penganut paham radikalisme dari bumi Indonesia, permintaan membebaskan Ahok karena terbukti tidak menistakan agama. Pawai ini juga akan diisi dengan orasi-orasi oleh beberapa pimpinan gereja, doa doa syukur serta mengumandangkan lagu-lagu nasional.

Aksi Gerakan Papua Save Ahok, bukan hanya di Kota Jayapura saja, namun juga berlangsung di Kabupaten Jayapura hingga Sorong, Manokwari, Timika, Biak, Nabire,
Merauke, Wamena dan beberapa daerah di Bumi Cenderawasih. (Eveerth Joumilena)

Related Articles