Warga Buper Waena Minta Dibangun Pos Gabungan TNI/POLRI

Category: Lintas Papua, POLHUKAM 40 0
Suasana Pertemuan Terkait Masalah Kriminalitas dan Permintaan Warga di Kantor Distrik Heram (ISTIMEWA)

*Dampak Tingginya Angka Kriminalitas, Perampokan Hingga Peristiwa Pembunuhan Dosen Uncen di Buper

JAYAPURA (LINTAS PAPUA ) – Warga dilingkungan Jalan Buper Waena minta agar pelaku pembunuhan atas Dosen Uncen DR.Suwandi yang merupakan Warga perumahan Dosen Uncen Buper Waena, agar segera diusut tuntas dan pelaku di hukum, sekaligus meminta dibangunnya Pos Gabungan TNI/POLRI di wilayah tersebut.

Hal ini terungkap melalui kegiatan Warga Kompleks Jalan Buper Waena yang mengelar rapat bersama yang difasilitasi oleh Pemerintah Distrik Heram mengundang perwakilan Pihak Kepolisian Sub Sektor Heram, Para Ketua RT dan RW serta para Tokoh Masyarakat, adat dan Perempuan, gereja, masjid di lingkungan Jalan Buper, di Aula Kantor Distrik Heram Expo Waena, Jumat pagi (12/05/2017).

“Permintaan warga adalah membangun Pos TNI di Jalan Buper sebab saat ini sudah sangat tidak aman dan pelaku kriminal setiap hari beraksi tidak malam di siang terang pun terjadi demikian,” ujar salah seorang Tokoh Pemuda Buper, Harris Karubaba, S.IP. selaku inisiator pertemuan ini.

Dikatakan, bahwa hampir setiap hari siang bolong hingga malam hari pelaku kriminal beraksi anak anak sekolah yg pulang sering dipalak, motor dicuri dalam pagar rumah yang tertutup, bahkan belum lama ini kasus pembunuhan di Buper atas, sampai Pak Dosen.

“Banyak kasus lainnya pencurian, pemerkosaan peredaran ganja, miras sering terjadi setiap hari warga sangat takut hari ini beraktifitas sebab wilayah buper yang gelap luas berbukit bukit sangat rawan.” Kami berharap perhatian serius dari pemerintah Kota Jayapura, Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih agar segera dibangun Pos TNI,” ujar Harris Karubaba, yang meminta adanya perhatian, dalam pertemua di Distrik Heram, Jumat (12/5).

Harris Karubaba menuturkan, bahwa warga Bukan meragukan Polisi melalu Polseksub sektor Heram, tetapi tingkat kerawanan sudah sangat tinggi, apakah kita mau tunggu korban terus berjatuhan baru ambil langkah.

“Kami minta dengan tegas melalui media ini merupakan surat terbuka agar segera dibangun pos TNI, dan juga Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum melalui APBD tahun 2017 segera memasang titik lampu jalan sampai ke perumahan Dosen Uncen,” tuturnya berpesan.

Sementara itu, Linus Y.Kchustomo, Salah satu Warga Perumahan Dosen Uncen mengungkapkan, para Dosen yang merupakan tenaga pendidik di Tanah papua ini harus dilindungi, sebab bekerja mendidik manusia hingga membangun Tanah ini.

“Kompleks perumahan Dosen Uncen yang terletak di Jalan Buper Waena ini juga ada rumahnya Ibu Menteri Perempuan dan Anak DR.Yohana. Yembise, tentunya Negara harus memperhatikan fasilitas jalan masuk perumahan dan penerangan apalagi ada pejabat Negara, para Dosen disini, kalau tidak aman tentunya aktifitas kami untuk mendidik SDM di Tanah Papua apalagi kami bekerja sampai larut malam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemprov Papua Siap Selesaikan Pembangunan 191 Unit Rumah Sehat Sederhana

Dirnya mengkhawatirkan, adanya kelaurga dan anak – anak kalau pulang sampai malam hari, tentunya keselamatan juga. Ini akan sangat tidak optimal bekerja.

“Pemerintah harus melindungi tenaga pendidik dan guru, dosen di tanah Papua, serta warga masyarakat yang ada,” jelasnya.

Dari pertemuan yang dilakukan, adapun beberapa poin yang disampaikan warga antara lain, kasus Pembunuhan dan perampokan terhadap Alm. DR Suwandi Dosen Uncen agar segera diusut tuntas dan pelaku diadili.
Pihaknya meminta, segera dibangun pos gabungan TNI/Polri di lokasi Gedung Pramuka pertigaan Jalan Buper kurang lebih 2 minggu kedepan, mengingat kejahatan tidak memandang waktu kemungkinan peristiwa krimanal bahkan terus terjadi tanpa kita duga.

Pemerintah Kota Jayapura segera melakukan operasi yustisi dan termasuk penertiban IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) , karena kami mensinyalir banyaknya bangunan baru yang tidak dikontrol pembangunannya justru menjadi tempat tinggal dan sarang pelaku kriminal.

Warga meminta dalam 1 (satu) minggu ini Pemerintah Distrik dan Kapospol Heram, agar memfasilitasi pertemuan Warga dengan Bapak Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih guna menyampaikan permasalahan ini.

Warga minta, agar Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum, agar segera memasang titik lampu sebanyak 6 buah mulai dari Lokasi Gedung Pramuka Buper Waena sampai ke perumahan Dosen.

Para Dosen Uncen di perumahan Uncen Buper Waena merasa terganggu kemananannya untuk beraktifitas terutama di malam hari padahal tugas kami mendidik SDM di tanah Papua kadang sampai malam hari beaktifitas tentunya ini akan mengganggu proses belajar mengajar kedepan.

Sementara itu, Ketua RW 01 Kampung Waena, Gad Modouw, menyampaikan, sudah setiap kali pemerintah dstrik mengumpulkan RT/RW di Kelurahan/Kampung Waena untuk membahas Kamtibmas, namun usulan usulan untuk membangun pos keamanan tidak ditindaklanjuti.

“Saat ini memang ada Polsek Sub Sektor Heram, namun kami rasa belum aman setiap kasus kami laporkan selalu penanganan terlambat “ katanya.

Diakui, Polisi datang pelaku sudah kabur, banyak kasus kriminal sering terjadi selain pembunuhan berturut turut kasus pemerkosaan, kasus pemalakan penjabretan sering terjadi peredaran ganja dan miras juga marak di kompleks kami karena kurang kemanan.

“Seharusnya dibangun pos TNI seperti Uncen baru dan Organda Padang Bulan sebagai solusi. Ujar warga lainnya menegaskan,” tuturnya.

Pada kesempatan tesebut, Sekretaris Distrik Heram, Andi Ismaliah, S.STP., menyampaikan pemerintah distrik merespon serius dan akan ditindak lanjuti ke Pemerintah Kota segera.

Suasana Pertemuan Warga Masyarakat degan Pihak Keamanan (istimewa)

 

Senada dengan itu, Kepala Kepolisian Sub Sektor Heram, Ipda Alfred B. Nadek SH, mengajak, masyarakat agar segera meningkatkan Siskamling atau Pam Swakarsa.

“Kami juga mengusulkan kepada pimpinan kami agar menambah personil di Pos Polisi Heram sebab saat ini kami mengalami kekurangan personil, kami menghimbau agar apabila ada laporan warga segera menghubungi call center kami (0967) 5189067, dan menjaga keamanan di linkungan rumah masing masing,” ucapnya.

Baca Juga :  Disperindagkop Kota Jayapura Gelar Pelatihan Catering dan Pangkas Rambut

Salah satu Warga, Fransiska Nayoan menanggapi pernyataan Kapolseksub sektor Heram, bahwa pengalaman dari kasus Organda Padang Bulan siskaming tidak maksimal ketua RT saja mati dibunuh, sehingga apakah kami RT/RW ini mau dikorbankan. Tentu tidak warga sudah bersih keras agar segera di bangun Pos TNI dan juga lampu jalan sekitar jalan Buper sampai Buper atas perumahan Dosen. Harapnya.

“Apabila tidak ditanggapi maka warga jalan buper akan melakukan aksi demonstrasi damai ke pihak terkait minta agar segera diusut tuntas,” tegasnya.

Tentunya Bukan tanpa alasan, mengingat baru saja kejadian dimana DR Suwandi, dosen Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, tewas dibunuh di Jalan Bumi Perkemahan (Buper) Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua pada Kamis dini hari sekitar pukul 00.30 WIT, Kamis (11/05/2017). Kepala Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Yahya Rumra mengatakan, hingga kini jajarannya tengah menyelidiki kasus yang telah menghebohkan warga di Ibu Kota Provinsi Papua itu.

“Ini kasus pencurian dengan kekerasan karena motor korban jenis motor sport diduga dibawa lari oleh pelaku pembunuhan,” katanya.

Berdasarkan keterangan dari saksi, yang juga hendak pulang ke arah Buper Waena, saksi melihat di tikungan jalan dekat Gedung Pramuka ada dua orang pelaku yang menggunakan parang. Mereka melakukan penganiayaan terhadap Suwandi.

“Karena takut, saksi yang melihat langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsub Sektor Heram. Laporan ini langsung ditindaklanjuti dengan menuju TKP,” katanya.

Setelah sampai di TKP, Danton Dalmas bersama anggotanya langsung mengamankan lokasi dan membawa korban ke RS Dian Harapan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban mengalami luka bacok pada lengan tangan kiri, kepala bagian belakang, punggung kiri, dan punggung kanan. Korban meninggal dunia di RS Dian Harapan,” katanya.

Yahya mengemukakan, korban Suwandi hendak membayar tagihan listirk lewat ATM Bank Mandiri di Waena. “Dari keterangan anak korban, Pak Suwandi keluar rumah dari Perumahan Dosen Uncen Buper Waena dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda CB150R warna hitam yang bertujuan membayar tagihan listrik melalui ATM Bank Mandri,” katanya.

Yahya mengatakan, polisi telah menemukan barang bukti berupa sebilah parang dan helm warna hitam tak jauh dari TKP. (Eveerth Joumilena)

Related Articles