1000 Lilin Dari Negeri Cenderawasih Untuk Bebaskan Ahok

Category: Lintas Papua, Sosial Masyarakat 40 0

Aksi 1000 Lilin Warga Papua Bentuk Kepeduliain dan Mendukung Ahok Dibebaskan

JAYAPURA (LINTAS PAPUA ) – Dukungan dan doa untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak hanya mengalir dari warga DKI. Di Kota Jayapura dan sejumlah kota – kota di Tanah Papua Negeri Cenderawasih Indonesia Timur, juga melakukan hal yang sama dan mengundang perhatian warga uintuk peduli bersama dengan membakar 1000 lilin sebagai bentuk kepedulian dan mendukung Ahok Dibebaskan.

Ratusan warga Jayapura menggelar aksi simpatik membakar 1.000 lilin untuk Basuk Tjahaja Purnama atau Ahok yang biasa disapa Ahok, di Taman Imb, Kota Jayapura, Rabu (10/5) malam waktu Indonesia timur ini.

“Saya mewakili seluruh pendeta yang ada di Papua menggelar aksi solidaritas ini untuk saudara kami Ahok yang kini sedang dipenjara karena desakan kelompok mayoritas di negeri ini,” kata Pendeta Jhon Baransano, dalam orasinya, Rabu malam.

Dikatakan, bahwa aksi ini sebagai bentuk kepedulian untuk mendukung Ahok atas sebuah keputusan yang tidak semestinya terjadi dan benar – benar tidak mencerminkan sebuah keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dukungannya kepada keutuhan NKRI dan mendesak pemerintah segera membubarkan organisasi radikal, sehingga hal ini akan terus kita tindaklanjut dengan rencana aksi yang lebih besar lagi pada Senin pagi, 15 Mei 2017 di Taman Imbi.


“Saya mengundang semua golongan dan berbagai etnis suku bangsa Indonesia yang peduli dengan kondisi bangsa dan peduli dengan kasus Ahok, mari kita bersama bergandeng tangan baik Islam, Hindu, Budha, Katolik dan Protestan, kita semua bersama mendesak Pemerintah Untuk bebaskan Ahok,” katanya.

Dari pantauan, ratusan warga kota Jayapura, Papua, menggelar aksi simpatik untuk Ahok dengan menyalakan seribu lilin di Taman Imbi.

Aksi spontan warga Kota Jayapura yang memberikan dukungan kepada Ahok ini dimulai pukul 18.00 WIT dan hingga Pukul 24.00 Malam .

Baca Juga :  Pemkab Biak Diharapkan Serahkan Dana Hibah Pilkada 2018

Dengan spontan warga datang membawa liilin dan menyalakannya di sepanjang tempat duduk pagar di taman Imbi Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Sementara itu, Sekretaris Forum Umat Kristen Papua, Pdt. Jimmy Koirewa mengatakan, bawha kalau Papua peduli degan kasus Ahok, karena keteladanan Ahook yang adalah pemimpin yang anti korupsi dan membela orang miskin dan benar – benar membangun Jakarta.

“Kami orang Papua memiliki hati nurani murni untuk bangsa ini, Ahok adalah korban,” akuinya.


Dirinya mendesak, agar Ahok dibebaskan, sebab jika tidak akan memicu terjadinya disintegrasi bangsa.

“Pemerintah dan presiden Jokowi harus menegakkan kebhinekaan di Indonesia, jangan ada diskriminasi di bangsa ini. “Meski kaum minoritas tetapi kami juga punya andil dalam pembangunan bangsa ini,”pintanya.

Aksi 1000 lilin pun tidak hanya di Jayapura, sebab dari informasi yang dihimpun bahwa di Sorong, Timika , Kota Sentani dan Wamena serta Merauke dan beberapa daerah sedang melakukan hal yang sama membakar liin dibundaran Kota sebagai bentuk kepedulian untuk Kasus yang menimpa Ahok.

Aksi solidaritas itu, kata John, juga sebagai wujud harapan warga Papua terhadap keutuhan NKRI, sekaligus sebagai upaya mendesak pemerintah untuk segera membubarkan organisasi yang selama ini kerap melakukan aksi radikalisme.

“Aksi lebih besar untuk meminta keadilan bagi Ahok akan dilakukan pada 15 Mei nanti,” kata dia.

Pihaknya meminta, pemerintah agar memberikan proses hukum yang seadil-adilnya bagi Ahok dan bebas dari intervensi dari pihak mana pun.

Hingga malam ini, banyak warga yang masih terus berdatangan ke pusat – pusat kota di Papua untuk menyalakan lilin sebagai bentuk kepedulian.

Sementara itu, Seorang Warga Papua, Philemon Keiya, dalam akun facebooknya menulis, bahwa Kasus Ahok; sama deng ikan besar makan ikan kecil seenaknya didalam laut. Minoritas semakin ditindas dan dilemahkan.

Baca Juga :  Disperindag Kabupaten dan Kota Diinstruksikan Operasi Pasar Mulai Pekan Depan

Seorang Ahok berhasil membuka siapa negara Indonesia yang sebenarnya. Barang busuk yang disembunyikan, pasti akan ketahuan karena baunya.

“Banyak orang Papua turut bersedih dengam Ahok. Alasannya bermacam-macam. Ada yang bilang, Ahok korban ketidakadilan dari negara ini. Hukumnya tebang pilih,” tulis Philemon Keiya, yang juga jurnalis Papua ini.

Ketidak adilan yang diterima Ahok hari ini sama dengan ketidakadila yang diterima sejak puluhan tahun yang lalu.

Maka, saya coba gambarkan Ahok atau Basuk Tjahaja Purnama itu seperti ini, yakni :

Ahok itu kuatnya sekuat batu karang di Biak. Karena hati dan tindakannya seputih salju abadi di Puncak dan sebening kali Dune di Dogiyai.

Hasil kerjanya manis semanis Jeruk Nabire dan indahnya seindah emas dan tembaga di Timika dan seindah Raja Ampat.


Ia juga gigih berani hadapi badai ombak sebesar Ombak Sarmi dan Ombak Mimika.

Selalu hadapi semua persoalan dengan hati yang dingin sedingin angin Kurima di Lembah Baliem Jayawijaya.

Segala cara yang baik dipakai Ahok untuk Jakarta. Analisa sebuah persoalannya setajam sunset di Merauke.

Tapi, cara dan gaya berpikirnya sulit ditelusuri sesulit sungai Mamberamo dan lumpur di Asmat.

Berbagai aksi dan solidaritas memang bukan hanya di Indonesia Barat saja , namun Indonesia Tengah Hingga Indonesia Timur juga ikut menuntut nilai – nilai keadilan dalam proses hukum bagi Ahok. (Eveerth Joumilena)

Related Articles