Presiden Jokowi Akan Bangun 40 Sekolah Berpola Asrama di Bumi Cenderawasih

WAMENA (LINTAS PAPUA) – Presiden Indonesia, Joko Widodo melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI di tahun ini telah merencanakan untuk membangun 40 sekolah berpola asrama di Provinsi Papua dan Papua Papua Barat.

Pembangunan sekolah berpola asrama ini dilakukan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia. Dimana diketahui, Indeks Pembangunan Manusia Papua masih mencapai 58,05 yang jumlahnya berada urutan terakhir dari 34 Provinsi di Indonesia.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi mengungkapkan, pihaknya kini tengah merintis pembangunan sekolah berpola asrama, mulai dari SMP, SMA dan SMK.

“Kami melihat masih banyak anak-anak usia sekolah yang berpencar, kebanyakan dari mereka harus datang ke sekolah yang jaraknya cukup jauh. Dengan sekolah ini, maka siswa hanya perlu belajar dan orang tuanya hanya cukup mengecek keberadaan anaknya di sekolah,” ungkap Efendi saat mendampingi Pesiden RI Joko Widodo mengunjungi Kabupaten Jayawijaya, Rabu (10/5/2017).

Efendi membeberkan, ada 40 sekolah berpola asrama yang direncakan akan dibangun untuk Provinsi Papua dan Papua Barat, yang perencanaannya masih dalam tahap evaluasi.

Baca Juga :  Anggaran Pilkada Kabupaten Jayawijaya Capai Rp. 75 Miliar

Sementara untuk menjawab kurangnya tenaga pengajar di daerah ujung timur Indonesia ini, Efendi mengakui, program guru afirmasi untuk daerah terluar, tertinggal dan terbelakang masih terus ditingkatkan dan untuk wilayah Papua dan Papua Barat kuotanya setiap tahun terus berdambah.

“Program guru ini memang masih belum maksimal. Namun, kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkannya. Apalagi didaerah ini ada dana otonimi khusus di berikan pada pendidikan. Untuk dari pemerintah pusat kita juga memberikan anggaran untuk guru yang mengajar di wilayah terjauh,” tegasnya.

Effendi menambahkan 40 sekolah yang di prioritas kementerian untuk dibangun, adalah daerah yang mungkin terjangkau. Dalam arti, daerahnya masuk dalam kategori remote area atau terpencil.
“Lebih baik kita bangun lebih dekat dengan pinggir kota. Kita juga berkeinginan agar sekolah berasrama ini dapat dibangun di setiap kabupaten/kota bahkan di setiap distrik di Papua bila memungkinkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bawa sesuai intruksi Presiden RI, bahwa pihaknya akan membangun mulai dari pinggiran yaitu program PDPT yang dimulai tahun ini hingga tahun 2019 mendatang. (jrp)