Freeport Indonesia Bantu Koperasi Baliem Arabica Wamena

Category: Lintas Papua 6 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica Wamena di dirikan 10 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan November 2007 di lembah Baliem, Kabupaten Wamena, Provinsi Papua.

Hal ini disampaikan Media Relations – Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Karel Luntungan, sekaligus menjelaskan, bahwa Koperasi ini mengolah dan mengekspor biji kopi hijau yang membangun kemitraan langsung dengan petani-petani kopi di Baliem.

“Dengan mengumpulkan, membeli langsung dari petani kemudian memproses dan memproduksinya menggunakan teknologi yang terbarukan, sehingga menghasilkan kualitas kopi terbaik,” ujar Karel Luntungan, dalam release press yang diterima Harian Pagi Papua, Minggu (7/5)

Karel menjelaskan, bahwa hasil produksi KSU Baliem Arabica Wamena tercatat telah memenuhi persyaratan Fair Trade & Organic melalui mekanisme uji kualitas dengan cara yang transparan dengan asal usul yang jelas (traceability) terhadap semua lini pasokan dan tanggungjawab social pada petani.

“KSU Baliem Arabica Wamena memiliki 44 peserta dengan merangkul 2000 petani yang berasal dari empat kabupaten di PEGUNUNGAN Jayawijaya. Pencapaian yang pernahdiraihantara lain; pada di tahun 2011 pertama kali mengekspor 36 ton kopi ke Paragon Trading company United State of America,”ungkapnya.

Baca Juga :  Tetap Konsisten Laksanakan PSU, KPU Papua Tak Gubris Penolakan Dari Tiga Cabup

Hingga saat ini, KSU Balem Arabica Wamena mensuplai kopi ke PT Pangansari Utama untuk konsumsi karyawan PTFI.

KSU Baliem memiliki potensi untuk terus berkembang, hal ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah petani kopi dan pengembangan usaha sendiri. Kehadirannya sangat membantu petani kopi baik dari aspek ekonomi maupun sosial.

Dirnya menambahkan, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pengembangan usaha masyarakat Papua dan kontribusinya secara langsung dalam pengembangan usaha kecil dan menengah.

“PTFI memberikan bantuan secara hibah sarana operasional berupa satu unit mobil Toyota Hilux Single Cabin dan memberikan bantuan dalam bentuk kerjasama memfasilitasi koperasi mendapatkan bantuan ‘Pinjaman Modal Kerja’ dari Yayasan Bina Utama Mandiri,” katanya.

PTFI secara nyata peduli dan terlibat dalam pengembangan ekonomi masyarakat khususnya dalam hal pengembangan budi daya kopi milik masyarakat di Papua.

Penyerahan bantuan mobil operasional ini dilaksanakan pada bulan Maret 2017 oleh Ronny Yawan mewakili CED Dept. PTFI dan diterima langsung oleh Ketua KSU Baliem Arabica Wamena, Selion Karoba.

Baca Juga :  Jalan Trans Papua di Tolikara Masih Ditutup

Sebelumnya KSU Baliem Arabica Wamena memiliki beberapa kendala yang cukup mengganggu kegiatan operasional, salah satu kendala yang dimiliki adalah masalah ketersediaan kendaraan operasional untuk mengangkut hasil perkebunan kopi dari petani.

Selain itu, untuk meningkatkan daya saing koperasi, PTFI turut serta dalam Program Pengembangan Ekonomi Masyarakat petani kopi di wamena yang diselenggarakan pada bulan Maret 2017.

“Melalui bantuan ini diharapkan KSU Baliem Arabica Wamena tetap melakukan pembelian kopi terhadap petani secara regular, sehingga hasil kopi dari petani terserap pasar, terus berjalan, berkembang dan kehidupan masyarakat semakin sejahtera,” harap Karel Luntungan. (**)

Related Articles