UP2KP Dorong Pelayanan Kesehatan di Kab/Kota Jangkau Daerah Terpencil Pelosok Papua

Suasana Rapat UP2KP yang dipimpin Direktur Eksekutif UP2KP, drg. Aloysius Giyai, M.Kes. (ISTIMEWA)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) mendorong program pelayanan kesehatan (yankes) bergerak di kabupaten/kota, baik mengikuti model pelayanan satuan tugas kaki telanjang (satgas kijang) di Provinsi Papua maupun pelayanan terapung dan terbang.

Direktur Eksekutif UP2KP, drg. Aloysius Giyai, M.Kes mengatakan, tujuan pembentukan yankes bergerak ini adalah menjangkau pelayanan di daerah-daerah yang sangat terpencil dan terisolir. Sebab kondisi geografis Papua membutuhkan model pelayanan bergerak. Oleh karena itu, komitmen dari pemerintah daerah terkait penganganggaran sangat penting bagi program ini.

“Pekan depan, pada awal Mei 2017, tim UP2KP akan turun ke seluruh kabupaten untuk bertemu kepala daerah, dinas kesehatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bappeda dan Badan Keuangan guna membangun komitmen pelaksanaan program yankes bergerak agar dapat mulai berjalan tahun 2018,” kata Aloysius saat Rapat Program Kerja di Kantor UP2KP, Jumat (28/4).

Suasana Pelayanan Kesehatan kepada anak – anak Nduga (Foto Istimewa)

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) UP2KP, Hidayat Waroy, SKM mengatakan, sejalan dengan tujuan itu, tim UP2KP yang turun juga akan melakukan pendataan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di seluruh puskesmas di kabupaten-kabupaten.

“Tujuannya yaitu mengetahui ketersediaan SDM kesehatan di Puskesmas dan kebutuhan fasilitas atau sarana kesehatan di Puskesmas. Kita data jumlah dokter, perawat, tenaga gizi, farmasi, kesling, kesehatan masyarakat, administrasi dan lain-lain,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, sesuai dengan struktur organisasi Puskesmas Permenkes No 75 Tahun 2014, standar SDM di Puskesmas Rawat Inap terbagi berdasarkan klasifikasi Puskesmas. Antara lain, Puskesmas Kawasan Perkotaan (31 tenaga), Puskesmas Kawasan Pedesaan (27 tenaga), Puskesmas Kawasan Perkotaan (31 tenaga), dan Puskesmas Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil (27 tenaga). Sedangkan Puskesmas Non Rawat Inap Kawasan Perkotaan sebanyak 22 tenaga dan Puskesmas Pedesaan/Terpencil sebanyak 19 tenaga.

Hidayat menambahkan, dalam rencana tim UP2KP yang turun juga akan mengevaluasi pelayanan kesehatan satuan tugas kaki telanjang (satgas kijang) yang sudah berjalan dua tahun sebagai pilot project di 18 kabupaten.

“Kami akan bagikan kuesioner untuk evaluasi, baik untuk di tingkat pengambil kebijakan maupun para tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat penerima layanan,” ujar Hidayat.

Ia juga berharap hasil evaluasi bisa menjadi masukan bagi dinas kesehatan, baik provinsi maupun kabupaten terkait. (Gusty / Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...