Program GenRe BKKBN Bangun Remaja Papua Sehat dan No Narkoba

Kepala Badan Kependudukan dan Kaluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Papua, Sarles Brabar (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Badan Kependudukan dan Kaluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Papua, Sarles Brabar mengatakan, program Generasi Berencana (GenRe) tentunya lakukan tiga hal, yakni katakan tidak pada pernikahan dini, tidak pada seks sebelum menikah (No Sex) dan tidak pada narkoba (No Narkoba).

“Program GenRe adalah memperkuat remaja 10 – 24 tahun yang diajak dalam rangka membangun generasi muda dimasa mendatang yang lebih baik,” ujar Sarles Brabar, SE. M.Si., kepada Harian Pagi Papua, yang ditemui di kantor BKKBN Papua di Kotaraja, Jumat (28/4).

Dikatakan, Inti dari GenRe adalah tiga yang harus menjadi pegangan hidup untuk kalangan remaja.
“Katakan tidak pada seks pranikah, katakan tidak pada pernikaahan usia dini dan katakan tidak pada narkoba, hal ini harus dipahami baik,” tuturnya.

Dijelaskan, beberapa kasus yang berindikasi pada pemerkosaan, kekerasan dan masalah sosial lain yang terjadi pada remaja saat ini merupakan akibat kombinasi antara peyalahgunaan Napza dan dampak dari pornografi melalui informasi teknologi.

“Harus kita sadari bahwa kasus semacam ini merupakan puncak dari gunung es. Persoalan generasi muda yang membutuhkan bimbingan dan pengawasan dari semua pihak, apakah kita orang tua, guru dan pemerhati masa depan generasi muda,” katanya.

Disampaikan, bahwa BKKBN Perwakilan Provinsi Papua memiliki prograk kreasi dan inofasi bagi generasi muda yaitu program Generasi Berencana (GenRe) sebagai program penguat yang endingnya menciptakan generasi tangguh dan memproteksi diri dala, menghadapi globalisasi serta pengaruh lingkungan kehidupannya guna mewujutkan cita-cita masa depannya.

“Kita ciptakan program GenRe untuk dapat menjadi salah satu instrumen yang efektif dalam penciptaan generasi muda yang tanggung dalam menghadapi kondisi sosial yang berkembang akhir-akhir ini di masyarakat, serta upaya membangun manusia Papua agar menjadi manusia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian,” kata pria asal Biak Barat ini.

Dikatakan, ranah kegiatan GenRe memang dirancang untuk menuju kearah penanganan masalah seks pranikah, pernikahan dini, kehamilan remaja dan penyalahgunaan Napza karena itu semua merupakan masalah yang cukup banyak dihadapi saat ini.

“Jangan lupa bahwa generasi muda adalah penerus keluarga dan bangsa, maka perlu kita kokohkan sebagai generasi tangguh, karena kita lihat bahwa fakta lunturnya nilai-nilai luhur agama yang seharusnya tidak disusupi dengan hal-hal duniawi yang mengarah pada situasi kehidupan yang sesaat bisa saja mempengaruhi moral bermasyarakat,” ucapnya..

Program Gen-Re menjadi program yang dikembangkan dalam membantu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, agar para remaja mampu menempuh jenjang pendidikan secara terencana, berkarier dalam pekerjaan, serta menikah dengan penuh rencana sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Gen – Re bukan sekedar programsaja, akan tetapi dalam Tahun ini Perwakilan BKKBN Provinsi Papua mengadakan Pemilihan Duta GenRe Papua 2017, selanjutnya akan dililih empat perwakilan Menjadi Duta GenRe Papua 2017, yang akan mewakili Papua ke Tingkat Nasional di Jakarta. (Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...