Pemerintah Apresiasi Samuel Tabuni Bangun PLI Majukan SDM Bahasa Asing

0
166

Sejumlah Siswa sedang gunakan komunikasi melalui media online dengan pengajar dari luar negeri (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)
JAYAPURA ( LINTAS PAPUA )Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., melalui Asisten I Setda Papua, Doren Wakerkwa mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi atas berdirinya Papua Language Institute (PLI) yang akan mendidik manusia Papua belajar bahasa inggris dan bahasa asing lainnya.

“Gubernur Papua meminta maaf tidak bisa hadir, namun sangat apresiasi dan membantu Papua Language Institute, “ ujar Doren Wakerkwa, saat membawakan sambutan Gubernur Papua, saat membuka peresmian gedung PLI di Perumnas II Waena, Sabtu (22/4).

Dikatakan, bahwa Gubernur Papua sudah perintahkan untuk membahas sekolah ini secara seksama pada semua tingkatan instansi untuk menjadi perhatian.

“Ini sangat penting dan semua laporan sudah ada diatas meja saya sebagai asisten satu dan kami sudha koordinasi untuk membahas sekolah ini,”jelasnya.

Ditambahkan, bahwa biaya semua kebutuhan sekolah juga akan menjadi perhatian sekolalh untuk dibantu.

“Kami apresiasi atas kemampuan Samuel Tabuni, memiliki kemajuan manajerial, hingga manajerial dalam hak berpolitik di Nduga saat pencalonan kemarin,” katanya.

CEO dan Direktur PLI, Samuel Tabuni (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

Papua Language Institute (PLI) kini hadir untuk memudahkan masyarakat di Kota Jayapura untuk memperdalam lebih dari 5 bahasa sekaligus.

Lokasi kursus yang terletak di Perumnas II Waena ini, menawarkan perdalam Bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Mandarin, bahkan memperdalam Bahasa Indonesia.

Disampaikan, bahwa kelebihan yang dimiliki PLI adalah lembaga kursus yang langsung melakukan kerjasama dengan beberapa kedutaan besar, yang langsung siap untuk mengajarkan bahasanya di PLI dan memberikan kesempatan untuk meraih beasiswa pendidikan ke luar negeri.

Suasana Peresmian dan pengguntingan pita Kantor PLI di Perumnas II Depan PLTD Waena (Eveerth Joumilena /LintasPapua)

“Mendidik anak-anak Papua dan non Papua dengan baik. Bahasa Inggris salah satunya adalah penyambung bahasa dibelahan dunia lainnya. Lalu, bahasa Inggris juga merupakan penyambung bahasa dalam bisnis dan dunia pendidikan,” kata CEO and General Director, Samuel Tabuni.

Sebagaimana diketahui, Papua Language Institute (PLI) juga mengajarkan anak didiknya untuk berprestasi dan dibimbing kualitasnya agar dapat disekolahkan ke luar negeri melalui beasiswa yang disiapkan PLI.

“Karena keprihatinan saya sebagai anak asli Papua dengan kondisi pendidikan di Papua, terutama penguasaan bahasa asing, maka kami mendirikan PLI, apalagi saat ini sudah masuk dalam era global dan MEA khusus 10 ASEAN,” akuinya.

Ditambahkan, bahwa banyak investor asing yang masuk di Papua, sehingga dari awal anak Papua harus dipersiapkan belajar bahasa asing yang baik dan benar, agar anak Papua tetap menjadi tuan dan pelaku pembangunan di negerinya sendiri.

Sebelumnya, PLI telah melakukan Soft Opening dan saat ini ada sekitar 50 siswa yang melakukan pendaftaran dan kami sedang melakukan assessment test. Selanjutnya, akan dilakukan Grand Opening untuk proses belajar mengajar.

“Kami telah bekerja sama dengan beberapa universitas di luar negeri untuk kerjasama. Penguasaan Bahasa asing merupakan penguatan derajat kehidupan manusia Papua dan membuka akses pasar ekonomi di kawasan Pacific dan 10 Negara ASEAN ,” kata Samuel.

Degan fasilitas beasiswa ke luar negeri, PLI berharap banyak anak Papua yang bisa mendaftarkan dirinya ke lembaga kursus ini. Atau untuk keterangan lanjutan bisa datang langsung ke lokasi kursus atau dengan membuka website www.PLIPapua.com.

“Kami memiliki guru dan pendamping pengajar yang professional dalam pendidikan,” tutur Samuel
Dijelaskan, bahwa tujuan untuk untuk membawa kemajuan Papua dan berdaya saing secara baik menyambut era MEA.
“Kini sudah sada 100 pendaftar pertama dan selanjutnya kami masih menerima jika ada yang mau mendaftar,” kata.

Dalam moment peresmian, juga disapaiakn akan memberikan dukungan keopada 12 anak – anak penari dari Kayu Batu yang ikut menari dalam acara peresmian gedung tersebut, disampaikan Samuel Tabuni dengan sebuah komitmen.

“Saya mengajak anak – anak yang hari ini menari untuk segera daftar dan ikut sekolah secara gratis, ini sebagai komitmen saya, bahkan jika Tuhan berkhendak hingga mereka mencapai gelar doktor,” kata Samuel Tabuni, menutup acara tersebut.

Acara peresmian dihadiri perwakilan Kejaksaan Papua, Polda dan Kodam XVII Cenderawasih serta masyarakat lainnya, selain dalam kesempatan tersebut dilakukan speaking online learning jarak jauh dengan sejumlah anak – anak Papua di luar negeri, seperti Fernando Tanati dan Rini Modouw di Amerika dan Septinus George Saa di Inggris. (Eveerth Joumilena)