Refleksi Hari Kartini Bagi Perempuan Papua

Ibu Yakoba Lokbere Wetipo, dengan senyuman khas Perempuan Papua, dalam sebuah aktivitas (Foto Facebook Pribadi YYL)
Yakoba Lokbere : Perempuan Papua Harus Bersatu dan Saling Mendukung Menuju Kemajuan.

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Peringatan hari R.A Kartini ke -138 tahun 2017, tepatnya tanggal 21 April sebagai kebangkitan emansipasi perempuan Indonesia, tentunya juga menjadi inspirator bagi perempuan – perempuan Papua untuk maju dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan untuk saing mendukung tanpa melihat perbedaan istilah gunung dan pantai.

Hal ini disampaikan Perempuan Papua yang kini menduduki kursi legislatif Anggota DPR Papua, Yakoba Lokbere Wetipo, sekaligus menjelaskan, dirinya bersyukur terlahir sebagai perempuan Papua.

“Saya bersyukur karena kita terlahir sebagai perempuan Papua dan tentunya kita memahami bersama kondisi dan tantangan budaya di Pegunungan Papua, apalagi kesenjangan yang masih dibilang membutuhkan proses, akan tetapi ini tidak menjadi hambatan untuk maju,” ujar Ibu Yakoba Lokbere, dalam sebuah diskusi yang digagas Radio RepublIK Indonesia Nusantara V Jayapura, Kamis (20/4) pagi.

Dijelaskan, bahwa dirinya selama mengenyam pendidikan banyak liku tantangan, namun bukan menjadi hambatan dalam mengejar mimpi dan menggapainya.

“Ketika saya dilahirkan dalam situasi yang terpuruk, dan adat yang mengikat, namun ini jangan menjadi penghalangan, sehingga tantangan tidak menjadi hambatan, karena dari tantangan kita belajar menaklukan segala sesuatu,” tuturnya.

Ibu Yakoba Lokbere bersama Suaminya Bupati Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo, saat kegiatan HUT RI tahun 2016 (Istimewa)

Disampaikan, bahwa Perempuan Papua harus punya mimpi dan komitmen dan terlebih khusus Perempuan Papaua harus ada persatuan dan kesatuan, sebab ketika ada yang dari mana saja, sehinga jangan beda – bedakan.
“Kita ada satu keluarga dan mari saling mendukung, jadi siapapun yang muncul, maka kita harus saling mendukung dan demikian sebaliknya yang sudah maju juga mendukung dan melihat kebawa untuk bersama – sama perempuan lainnya,” pesannya.

Yakoba Yola Lokbere, juga Isteri dari Bupati Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo ini tentunya tetap melakukan rutinitas, selain sebagai Ketua Komisi V DPR Papua yang membidangi Kesehatan dan Pendidikan, juga membagi waktu untuk melayani keluarga serta berbagai organisasi yang selalu menjadi teman – teman berdiskusi di organisasi perempuan.

ibu Yakoba Lokbere bersama orang tua terkasih, selalu menjadi inspirator dan kekuatan dalam berkarya. (Istimewa)

“R A Kartini menyampaikan Habis Geap Terbit Terang, maka ini menjadi ukuran untuk kita tetap semangat menatap kemajuan bagi Perempuan Papua,” ucapnya.
Yakoba Lokbere mengakui, dalam kebenaran Firman Tuhan, telah disampaikan bahwa ketika kita setia dengan perkara lecil dan perkara yang besar Tuhan berikan.

“Jadi mari kita tangkap pesan ini dan kerjakan sesuai porsi masing – masing, slanjutynya Tuhan pasti akan bawa lebih lagi,” lanjutnya.

Ketika ditanyakan, tantangan bagi Perempuan Papua, dirinya menjawab, bahwa tantangan selalu ada dari waktu ke waktu, namun yang punya dedikasi dan kemampuan yang sebenarnya bisa menjadi pemimpin, akan tetapi karena adat yang mengikat dan terkesan perempuan ada di dapur dan tidak bisa berbuat banyak.

“Jangan salah, karena dibalik sukses seoang laki – laki, tentu ada perempuan hebat yang mendampinginya ,” katanya.

Apakah Kuota 30 Persen telah terjawab selama ini, Ibu Yakoba Lokbere menjawab, bahwa selalu ada tantangan untuk menjawab bagian ini, karena realitas hingga kini belum semua terpenuhi, maka perempuan harus bersatu dan kita berdoa agar kedepan lebih baik.
“Saya pernah menjadi Ketua tim pemenangan Jokowi dan ini membuat saya berpikir harus bekerja bagaimana, akan tetapi karena semua berjalan baik dan mendorong perempuan bersatu, hingga Ibu Menteri Yohana Yembise bisa ada menjadi kebanggan kita semua, artinya kita semua harus saling mendukung dan bersatu untuk perempuan Papua,” ungkapnya.

Sebagai Wakil Rakyat Perwakilan Partai PDI Perjuangan, sangat memberikan apresiasi dengan kemajua dari Perempuan Papua, misalnya kini Ribka Haluk dipercayakan menjadi Penjabat Caretaker di Kabupaten Mappi, Seeorang Wakil Bupati Sarmi, hingga berbagai perempuan yang menduduki jabatan ditingkat nasional dan provinsi hingga kabupaten kota.

“Mari kita harus saling mendukung, dan kalau sudah ditingkatkan atas juga harus melihat kebawah, yakni perempuan harus saling mendukung,” pesannya.

Sementara itu, Aktivis Perempuan Papua, Erna Mahuse menegaskan, bahwa R A Kartini adalah inspirator untuk perempuan, sehingga bagaimana saat ini kitaa berjuang untuk persamaan dan keseimbangan.

“Perempuan berjuang untuk memdapatkan equality dan balance, namun berpulang pada perempuan sendiri, yakni mengakui dan mengatakan kita bisa dan dibuktikan sehingga jadi kenyataan,” sarannya.

Diakui, Kasus kekeerasan sangat tinggi, walaupun diakui ada penurunan, namun tetap saja banyak perempuan yang meninggal dan ada gizi buruk, sehingga hal ini menunujukan banyak persoaln yang harus diupayakan untuk bisa mebuat kebijakan yang berpihak.

“Budaya patrialis mempengaruhi kami , perjuangan tidak langsug jadi, karena kita berhadapan dengan berbagai tantangan, sebabnya Eksekutif dan legislatif juga dalam perencanaan pembangunan harus melihat porsi anggaran yang maksimal dalam mendorong kemajuan bagi perempuan Papua,” desaknya.

Misalnya, kata Mantan Anggota Majelis Rakyat Papua ini, yakni dalam Otsus ada MRP dan ada Pokja Perempuanyang bisa bicara terus menerus yang berbicara keberpihakan dan proteksi serta kemandirian dan harus didorong terus menjadi fakta dalam kehidupan.

Ibu Yakoba Lokbere dan Suaminya Bupati Jayawijaya, Jhon Wempi Wetipo, dalam sebuah kegiatan. (Istimewa)

“Kalau direncanakan dan kebijakan bagus, namun implementasinyaa juga harus jalan, maka ini saatnya Perempuan bangkit menujuh Perubahan Nyata bukan Slogan semata. Tekad dan komitmen yang kuat dari dalam hidup kita sendiri yang dapat melangkah untuk Perubahan dengan saling mendukung sesama Perempuan Papua sesuai semngat RA Kartini,” tandasnya.

Dalam diskusi tersebut dan dialog yang dibangun juga adanya saran, agar perempuan Papua harus bersatu dan terus saling mendukung untuk kemajuan Perempuan Papua.

Sementara itu, Berbagai ucapan Hari RA Kartini dari orang – orang hebat Perempuan Papua, diantaranya MeRRY Costavina Youweni menuturkan, bahwa kasih adalah kekuatan super luar biasa yang Allah berikan dalam hati perempuan.
“Itulah yang menjadi kekuatan bagi Perempuan untuk melakukan apapun bagi kehidupan keluarga dan lingkungan sekitarnya. Jadi ketika Perempuan memiliki kasih dia akan dimampuhkan menjadi luar biasa bagi keluarganya dan semua yang dikasihinya,” ujar Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua, Ibu Merry Costavina Yoweni, dalam laman facebooknya, Jumat (21/4/2017).

Dirinya mengucapkan, Selamat hari Kartini bagi semua Perempuan hebat yang memiliki Tuhan sebagai Sumber kasih yang memampukannya melakukan pengorbanan apapun untuk keluarga dan orang – orang sekitarnya. “Selamat juga bagi perempuan-perempuan hebat yang saya kenal memiliki kasih luar biasa,” kata Merry Costavina Yoweni, Perempuan Asli Nabire yang setia dan aktif memperjuangkan pengusaha Papua untuk maju dalam bersaing sejajar dalam era otonomi khusus sebagai afirmatif dan perlindungan hak – hak masyarakat asli Papua.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Jayapura, Maria Imelda Kabey mengatakan, Perjuangan Kartini berhasil. “Perempuan senang curhat dan menulis surat di media sosial,” katanya dalam laman facebooknya, Jumat, 21 April 2017, sebagai ungkapan selamat atas hari RAKartini.
(Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...