Masyarakat Diajak Tidak Percaya Informasi Sepihak Tentang Nifasi

Category: Lintas Papua 3 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menyikapi isu yang beredar dibeberapa media dan kalangan masyarakat terkait keterlibatan oknum anggota TNI yang memback-up salah satu perusahaan tambang (PT. Kristalin Ekalestari) di kampung Nifasi, Nabire, Papua.

Hal ini disampaikan Stanly Salamahu Sayuri selaku Ketua Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (AMPERA) Papua, sekaligus mengajak seluruh komponen masyarakat serta pemerintah, Dewan Perwakilan Rakyat dan pihak TNI/POLRI. Agar tidak hanya mengkonsumsi isu, mendengar informasi sepihak dan tidak mendasar serta menarik kesimpulan dan membuat kebijakan.

“Pada awalnya, kehidupan masyarakat di kampung Nifasi penuh suka cita, ramah, saling memahami, hidup berdampingan di wilayah masing-masing dengan batas-batas yang ditandai dengan kepemilikan sungai, gunung, dusun, kebun, telah terjaga dan terpelihara secara utuh dan baik,” ujar Stanly Salamahu Sayuri, di Abepura, Rabu (19/4).

Dikatakan, pengaruh tantangan modernisasi dan era globalisasi serta kurangnya perhatian pemerintah kabupaten Nabire, telah menimbulkan dampak buruk bagi keberlangsungan hidup, suasana aman dan damai yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Lukas Enembe Tegaskan Tidak Ada Musuh Dalam Politik

“Masyarakat mulai berpikir untuk mendatangkan investor yang mampu memberikan kesejahteraan dengan mengelola Sumber Daya Alam (SDA) yang berada diwilayah adat suku Wate, suku asli dikampung Nifasi,” katanya.

Dijelaskan, sejak 2007, masuknya perusahaan tambang (PT Kristalin Ekalestari), masyarakat mulai merasakan adanya hembusan angin perubahan di kampung Nifasi, walaupun tidak secara langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Dikarenakan berberapa persyaratan dan perizinan yang harus dituntaskan oleh pihak perusahaan salah satunya Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), sebelum pihak perusahaan melakukan eksplorasi dan eksploitasi tambang di kampung tersebut,” KATANYA.

Sementara, PT Kristalin Ekalestari mengurus dan menyiapkan persyaratan dan perizinan yang diwajibkan oleh negara. Ada oknum masyarakat di kampung Nifasi yang memanfaatkan peluang tersebut, secara diam-diam mendatangkan investor lain, PT Tunas Anugerah Papua (PT. TAP) yang notabene tidak memiliki dokumen AMDAL dan izin yang jelas sehingga dianggap ILEGAL.

Tetapi, perusahaan tersebut langsung melakukan eksplorasi dan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) tambang di kampung Nifasi dengan cara mengintimidasi dan memprovokasi masyarakat agar menolak PT Kristalin Ekalestari melalui pemberian sembako, uang tunai, dan motor.

Baca Juga :  Panitia HUT Proklamasi Jayawijaya Sudah Aktifkan Lomba

Kehadiran PT. TAP di Areal yang sebelumnya dikuasai PT. Kristalin Ekalestari menimbulkan persoalan bagi masyarakat setempat, antara pendukung dari kedua perusahaan. Ditambah lagi, tidak adanya keterlibatan masyarakat adat secara umum, dalam menentukan perusahan yang berhak dan layak mengelola SDA di kampung Nifasi, serta kejelasan status pemilik hak ulayat sesungguhnya diwilayah produksi. (***)

Related Articles