Ahok Dituntut Hukuman Percobaan, Kuasa Hukumnya Siap Lawan Tuntutan Jaksa Melalui Pledoi

Category: Lintas Papua 2 0

Suasana Saat Gubernur Ahok menjalani persidangan (www.republika.co.id)
JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama terbukti sah dan meyakinkan bersalah. Ahok dituntut hukuman percobaan dua tahun penjara dengan masa hukuman penjara satu tahun.

“Menjatuhkan pidana Basuki Tjahaja Purnama dengan pidana satu tahun penjara dengan percobaan dua tahun,” kata Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis 20 April 2017.,yang dikutip dari metrotvnews.com.

Artinya, jika selama dua tahun Ahok mengulangi kesalahan, maka dia akan dimasukkan ke dalam jeruji besi selama satu tahun. Jika selama dua tahun tidak mengulangi kesalahan, Ahok tidak perlu meringkuk di penjara.

Ali mengatakan, ada sejumlah pertimbangan yang memberatkan dan meringankan terdakwa penodaan agama. Perbuatan Ahok dianggap meresahkan masyarakat. Sementara yang meringankan, selama proses persidangan Ahok dianggap bersikap baik.

Ahok dikenakan dakwaan alternatif, yakni Pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Jaksa menyatakan Pasal 156a tidak terbukti. Jadi, Ahok tidak melakukan penodaan agama.

Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Baca Juga :  Sekda Jayawijaya Lepas 30 Peserta Raimuna Cibubur

Awalnya, pembacaan tuntutan Ahok akan digelar pada 11 April 2017 atau sepekan menjelang pelaksanaan putaran dua Pilkada DKI. Namun, jaksa penuntut umum menyatakan belum siap atas tuntutannya dan meminta penundaan sampai 20 April 2017.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan pleidoi 25 April 2017. Ahok dan tim kuasa hukum akan mengajukan pleidoi masing-masing minggu depan.

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari http://news.metrotvnews.com/hukum/MkMj0RVK-ahok-dituntut-1-tahun-penjara mengulas tentang Jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama terbukti sah dan meyakinkan bersalah. Ahok dituntut hukuman percobaan dua tahun penjara dengan masa hukuman penjara satu tahun.

“Menjatuhkan pidana Basuki Tjahaja Purnama dengan pidana satu tahun penjara dengan percobaan dua tahun,” kata Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis 20 April 2017.
Artinya, jika selama dua tahun Ahok mengulangi kesalahan, maka dia akan dimasukkan ke dalam jeruji besi selama satu tahun. Jika selama dua tahun tidak mengulangi kesalahan, Ahok tidak perlu meringkuk di penjara.

Ali mengatakan, ada sejumlah pertimbangan yang memberatkan dan meringankan terdakwa penodaan agama. Perbuatan Ahok dianggap meresahkan masyarakat. Sementara yang meringankan, selama proses persidangan Ahok dianggap bersikap baik.

Baca Juga :  Warga Distrik Abepura Ikuti Pelatihan Daur Ulang Sampah

Ahok dikenakan dakwaan alternatif, yakni Pasal 156a dengan ancaman lima tahun penjara dan Pasal 156 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. Jaksa menyatakan Pasal 156a tidak terbukti. Jadi, Ahok tidak melakukan penodaan agama.

Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Awalnya, pembacaan tuntutan Ahok akan digelar pada 11 April 2017 atau sepekan menjelang pelaksanaan putaran dua Pilkada DKI. Namun, jaksa penuntut umum menyatakan belum siap atas tuntutannya dan meminta penundaan sampai 20 April 2017.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan pleidoi 25 April 2017. Ahok dan tim kuasa hukum akan mengajukan pleidoi masing-masing minggu depan. (Sumber berita: metrotvnews.com)

Related Articles