60 Prajurit Penerangan Kodam Tigkatkan Kemampuan Jurnalistik

Category: Lintas Papua 5 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Untuk meningkatkan kemampuan insan penerangan dalam pembuatan berita maupun pengambilan foto dan video, Pendam XVII/Cenderawasih menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik di Aula Tonny Rompis Makodam, Rabu (19/4).

Adapun dalam pelatihan ini, Penerangan Kodam mendatangkan pemateri pemateri handal Papua seperti Agung dari Media Harian Cenderawasih Pos, Fabio dari Kompas, Didik dari TVRI dan Ibu Angel dari Pasifik post.

Sebanyak 60 orang peserta yang berasal dari satuan jajaran Kodam 17 Cenderawasih di seluruh wilayah Papua ikut dalam pelatihan ini. Acara pelatihan dibuka oleh Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Teguh Pudji Rahardjo.

“Dalam pelatihan tersebut materi yang disampaikan meliputi bagaimana menulis suatu release berita yang baik agar menghasilkan karya tulis yang mampu menyampaikan pesan kepada publik serta cara pemotretan dan pengambilan video,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Teguh Pudji Rahardjo.

Dikatakan, kepada seluruh peserta latihan agar dalam pelaksanaanya benar-benar dapat memanfaatkan kesempatan, sehingga edepannya seluruh prajurit penerangan mempunyai kemampuan dalam hal penulisan jurnalistik.
Lebih lanjut, Kapendam menyampaikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk membekali prajurit penerangan, agar dapat memahami konseptualisasi tulisan Jurnalistik.
“Dan mampu memenuhi kebutuhan penyampaian pesan atau informasi melalui tulisan serta menguasai teknik-teknik dasar menulis sehingga betul-betul mampu menghasilkan karya tulis jurnalistik, “ ujar Kapendam.

Baca Juga :  Pemprov Papua Akan Bagi 17 Ribu Buku Pelajaran

Dalam menyampaikan informasi kepada publik, tulisan menjadi bagian penting dalam sebuah berita, keberadaanya membuat pembaca lebih memahami berita yang disajikan.

Ada etika yang selalu dijunjung tinggi, ada pesan dan berita yang ingin disampaikan, ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar dan ada momentum yang harus ditampilkan dalam sebuah frame.
Seorang jurnalist juga dituntut sigap dalam menangkap setiap momentum dari sebuah peristiwa, membingkainya dengan sebuah gambar yang berada dari apa yang dilihat oleh khalayak umum.

Untuk mendapatkan kemampuan sedemikian itu tentunya ditentukan keahlian yang cukup. Kemampuan ini sudah menjadi sebuah tuntutan yang tak terelakkan khususnya bagi prajurit Penerangan dan bidang-bidang kehumasan lainnya. (***)

Related Articles