Pemprov Papua Bantu Pembangunan Gereja GKI Filadelfia Rp. 2 Miliar

Category: Lintas Papua 9 0
Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat meletakan batu pertama Pembangunan Gereja GKI Filadelfia Kampung Harapan. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi Papua memberikan bantuan sebesar Rp. 2 miliar, dari total dana yang dianggarkan sebesar Rp. 4 miliar, guna  untuk pembangunan gedung Gereja GKI  Filadelfia – Asei Nolokla, di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (18/04/2017).

“Bantuan dana Rp 2 Miliar itu terlalu sedikit jika dilihat dari kualitas desain gambar gedung gereja yang luar biasa,  Apalagi lokasinya di depan jalan protokol, yang semua orang lewat bisa lihat. Kita pemerintah akan bantu lagi, selain Rp 2 Miliar yang sudah dibantu sebelumnya. Jadi kalau panitia ada kekurangan, silahkan panitia sampaikan,”ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., usai peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Gereja  tersebut,  Selasa (18/4/2017).

Dikatakan, bahwa  dengan pembangunan ini, maka Wajah Kristus ada disini, ini sangat luarbiasa, sehingga  kita tunjukkan kita terima Tuhan Yesus Kristus sejak awal di tanah ini dan kita sepakat Papua tanah damai, ini tidak boleh hanya dengan kata tapi perbuatan harus ditunjukkan dengan tanah damai, tanah yang dijanjikan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Papua yang sudah menjaga tanah ini dengan damai,  terimakasih telah menjaga NKRI dari segala ancaman dan gangguan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Theopilus Kere mengatakan dalam pembangunan gedung gereja ini membutuhkan dana  kurang lebih sebesar Rp 4 Miliar.

“Dengan dana yang sudah ada kita mulai bangun gereja. Untuk sisanya kami berharap dukungan dari jemaat dan juga para donatur,” sebutnya.

Theopilus menjelaskan, alasan pembangunan gereja ini adalah untuk memperlihatkan wajah gereja yang baru mengingat letak gereja yang berada di jalan protokol. Apalagi letaknya juga berhadapan dengan Stadion Utama PON 2020. 

“Sebenarnya gereja lama sudah ada peninggalan dari orang tua tua dulu. Namun jemaat mau mengganti dengan wajah baru seiring dengan perkembangan jaman. Dari segi konstruksi masih bisa bertahan, cuma gereja kami ini berada di jalan protokol sehingga harus memberikan penampakan wajah yang baik,” jelasnya.

Lanjut dikatakan, pertumbuhan umat beragama di Papua sudah berkembang cukup pesat terutama umat kristen, Sehingga harus bangun gereja untuk Tuhan yang memadai untuk setiap umat nasrani bisa gunakan untuk beribadah.

“Gereja ini akan memberikan warna pembangunan yang dilakukan pemerintah. Apalagi nanti ada perhelatan PON 2020, dengan hadirnya gereja ini, akan digunakan sebagai tempat ibadah bagi duta duta  PON dari seluruh tanah air untuk beribadah,”lanjutnya.

Gedung gereja berlantai 4 ini, di design oleh Arsitektur lulusan sekolah arsitek di kawasan Karawaci, Tangerang. Dia adalah merupakan putra asli dari daerah setempat. “Untuk desain bangunannya bergaya Eropa yang dikolaborasi dengan ornamen adat budaya Sentani,”  katanya. (***)

Baca Juga :  Presiden Imbau Perajin Manfaatkan Teknologi untuk Pasarkan Produk Kerajinan

Related Articles