Mama Ayakeding : Decky Ucapkan “Yesus Dhasyat” Sebelum Meninggal

Category: Lintas Papua 27 0
Mama Yustina Ayakeding, saat memegang badan almarhum yang terbaring dalam peti jenazah (Eveerth /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA )  –  Ibunda Almarhum, Mama Yustina Ayakeding, S.Pd., mengakui pengkuan almarhum Decky Ovide menyebut “Yesus Kristus Dhasyat” saat duduk ditempat tidur Rumah Sakit Dian Harappan Waena, sebelum membaringkan dirinya dan meninggal.

 

 

“Yesus dhasyat, mama mujizat terjadi, inilah yang diucapkan almarhum dan Mama sampaikan  kebangkitan Yesus akan menolong Decky, bahkan almarhum selesai berucap dan tertawa besar – besar, inilah tanda terakhir, bahkan almarhum mengatakan Darah Yesus Dhasyat dan mama mengajak Decky untuk terima Tuhan Yesus dan mengalami kesembuhan, namun setelah membaringkan dirinya lalu meninggal,” ujar  Mama Yustina Ayakeding,  di Rumah Sakit Dian Harapan, Senin (17/4/2017).

 

Mama Yustina mengatakan,  dalam perjalan hidup almarhum selalu diberikan nasehat – nasehat untuk tetap menjadi berkat bagi semua orang.

 

“Saya selalu menasehati dan menegur untuk tidak berbuat salah kepada orang laindan Decky selalu sampaikan banyak orang yang minta tolong tetap dibantu dan banyak temannya di daerah,” katanya.

 

Ibunda Almarhum, yang juga Guru SMP Satu Atap Kampung Dormena ini mengakui, dengan kepergian Decky membuat hati susah.

 

“Mama susah dan mama punya anak hanya satu saja dan selalu mama lihat Decky punya harapan untuk sembuh,”  kata Mama Yustina.

 

Diakui, yang berkesan adalah saat mama punya anak bisa menolong orang lain dan tidak pernah benci, apalagi menolong orang yang susah.

 

Isteri Almarhum, ELizabeth Demonggreng dan Orang Tua Ibunda Almarhum, saat dirumah sakit Dian Harapan. (Eveerthy Joumilena /LintasPapua.com)

Sementara itu, Isteri Almarhum, Elizabeth Demonggreng mengakui, almarhum Decky Ovide sduah sakit sejak Januari 2017 dan drop mulai Minggu (16/4/2017) saat Paskah dan mulai jam 02.00 WIT malam Paskah sudah sangat drop, sehingga dibawa kerumah sakit.

Baca Juga :  Pesawat AMA PILATUS PK-CRX Lama Beroperasi di Pegunungan

 

“Dari hasil pemeriksaan katanya Jantung dan ada cairan di perut, iyah Jantung membengkak dan sesuai rencana diperiksa Senin Pagi, namun Tuhan berkehendak lain,” katanya.

 

 

 

Dikatakan, selama masa berobat, almarhum juga telah akui berbagai kesalahan dan meminta maaf selaku suami atas perbuatan yang salah.

 

Sementara itu, Seorang Dosen Universitas Cenderawasih yang juga sahabat almarhum semasa kuliah, Sepo Nawipa menuturkan, apapun yang dikatakan oleh orang lain kepada Almarhum, namun bagi dirinya Almarhum telah menerima Tuhan Yesus yang adalah juruselamat pada detik – detik kepergiannya.

 

 

Kerabat almarhum bersama keluarga saat doa bersama sebelum mengantarkan jenazah almarhum dari RS. Dian Harapan (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

“Entah orang mo berkata apa kepada mu, Bagiku….kau telah Terima Tuhan Yesus yg adalah Juruselamat mu pd detik2 kepergianmu. Kau tersenyum sapa pada sy ketika sy menjenguk dan menghabiskan waktu diskusi dgnmu kala maut mo jemput  kawan ko…..,” tulis Sepo Nawipa, dalam laman facebooknya, Senin  (17/04/2017).

 

Dikatakn, bahwa budi baik almarhum dan senyuman serta pengabdian telah menjadi berkat bagi teman – teman semua .

 

 

 

 

“Ko pu budi baik, ketawa dann senyuman serta pengabdianmu yg kau tampilkan semasa kau hidup menjadi berkat bagi teman2mu. Bahkan  Kalau sy bertanya siapa yg tidak kenal Decky Ovide pd rakyat papua ? Kecil, besar, tua dan Muda pasti menjawab….KAMI KENAL. Akan tetapi Anehnya…..saat kau jatuh terbaring…Tak satu pun yg dtng…jenguk. tak apa itulah kehidupan ….Selamat Jalan kwn q.,” tulis Sepo Nawipa, dalam bahasa dialeg Papua,  yang juga ikut menjaga dan menemani almarhum hingga meninggal di rumah sakit Dian Harapan Waena.

Baca Juga :  Dinas Kebudayaan Papua Dorong Kurikulum Wilayah Adat

 

Informasi yang diterima dari pihak keluarga, sebagaimana melalui  Sahabat Dekat Almarhum, Harris Karubaba, yang menginformasikan Pelepasan Jenazah Almarhum Decky Alexander Ovide akan dilaksanakan  pada Selasa (18/4/2017) besok jam 12.00 WIT, dari kediaman rumah duka Jalan BTN Teratai Blok  C. Nomor 53 Sereh Sentani.

“Rencananya akan dibawa ke Kampung  Dormena dan selanjutnya akan dilaksanakan Ibadah Pemakaman di  kampung tersebut pada Rabu (19/04/2017) Pukul 12.000 WIT di Kampung Dormena,” kata Harris Karubaba, dalam komunikasinya via handpone.

 

 

 

 

 

Dari berbagai pantauan di dunia facebook dan berbagai kalimat dari petinggi Papua juga mengucapkan bela sungkawa dan berbagai komponen masyarakat, tentunya almarhum dikenal sebagai Ketua Pemuda Adat Papua, yang sebelumnya adalah aktivis mahasiswa dan pernah memimpib Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Universitas Cenderawasih dan berbagai kegiatan lokal dan nasioanal ikut memberikan kontribusi pemikiran bagi kemajuan pembangunan di Tanah Papua.  (Eveerth Joumilena)

Related Articles