Menteri Yohana Yembise Kunjungi dan Bantu SD VIM dan Skyline

“Yohana Yembise Menegaskan Bahwa Anak – Anak  Punya Hak Untuk Sekolah”

 

Menteri PPPA RI, saat menyerahkan bantuan di SD Negeri Inpres Megapura Skyline di terima langsung oleh Kepala Sekolah, Piliphus Pamanggori,S.Pd,M.Pd. Kamis (6/4/2017) (Foto Istimewa Berto Tungkoye/Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise  dalam sehari melakukan kunjungan di dua Sekolah Dasar (SD) di Kota Jayapura yaitu SD Negeri VIM 2 Jayapura Kotaraja dan SD Negeri Inpres Megapura Skyline, sebelum melakukan kunjunganya pada hari yang sama di Kabupaten Jayapura tepatnya di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Doyo Baru dan Kampung Kwadeware Distrik Waibu, Kamis (6/4/2017)

 

 

 

 

 

Menteri Yohana memberikan bantuan untuk masing masing sekolah berupa 1 unit Komputer dan 1 set drumband. Bantuan ini untuk meningkatkan minat dan bakat bagi siswa-siswa di kedua sekolah SD tersebut.

 

Anak anak Siswa SD VIM 2 Jayapura terlihaat sangat antusias menunggu kedatangan Menteri PPPA di halaman Sekolah di sambut dengan tarian adat Papua oleh para siswa-siswi. Walau  cuaca yang nampaknya tidak bersahabat di kota Jayapura pagi hari sudah diguyuri hujan namun semangat mereka tidak terhingga.

 

Yohanan Yembise, dalam sambutannya di sekolah SD Negeri VIM 2 Jayapura Kotaraja menyampaikan, sebenarnya tidak asing bagi dia di Sekolah ini karena dirinya juga warga Furia Kotaraja.

 

“Anak anak sudah mempunyai undang undang perlindungan anak, jika terjadi penganiayaan yang menimpa siswa, siswa harus melapor kepada pihak yang berwajib, bila perlu dapat melapor langsung kepada kami di Kementerian PPPA melalui surat” terangnya.

Menurut Yohana, berdasarkan Konvensi Anak Internasional dan Presiden sudah merativikasi sekarang secara hukum anak anak ini sudah di lindung oleh undang undang, anak anak punya hak untuk bermain, sekolah dan mendapatkan perlindungan kehidupannya.

Menurutnya, di Kota Jayapura ini tidak boleh ada anak yang tidak sekolah harus semua sekolah, karena  ini merupakan konvensi hak anak, anak harus memiliki akte kelahiran.

“Tidak boleh ada anak jalanan di kota ini dan tidak boleh ada anak anak yang menghirup aibon harus semua sekolah kalau tidak bersekolah berarti tidak memenuhi hak konvensi anak apalagi beberapa wilayah Kabupaten/Kota Jayapura sudah melaunchingsebagai daerah layak anak” tuturnya.

Kota Jayapura harus mempunyai taman bermain anak, karena sudah ada dalam Undang Undang 34 persen lahan tanah harus dibuat untuk anak anak bermain salah satu contoh di Kota Jakarta Gubernur Ahok sudah membuat 120 ruang bermain anak.

“Saat ini Kota Jakarta masih dalam peningkatan atau penambahan tempat bermain anak salah satunya Kali Jodo Jakarta sekarang jadi tempat bermain anak, untuk itu harus pergi ke Jakarta untuk melihat di sana sehingga bisa menerapkan di kota ini” himbaunya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Megapura Skyline Piliphus Pamanggori,S.Pd,M.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tuhan karena campur tangan Tuhan sehingga Ibu Menteri PPPA RI bisa mengunjungi sekolahnya.

“Dari ratusan SD yang ada di Kota Jayapura kami bersyukur sekolah kami bisa mendapatkan bantuan langsung dari Kementerian” ucapnya.(Berto / Koran Harian Pagi Papua)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...