Kapolda Dinilai Wajar Bertanya dan Berikan Saran ke Gubernur Papua

Category: Lintas Papua 7 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Sekretaris Jenderal Pemuda Adat Papua, Christian Arebo menilai bahwa Kapolda Papua sangat pantas bertanya soal keberadaan gubernur dan memberikan saran serta masukan.

 

“Jadi, pernyataan Karo Humas dan Protokoler yang berkaitan dengan undangan dari Kapolda Papua dalam agenda cofe morning sangat menyudutkan aparat kepolisian dalam hal ini Polda Papua,” ujar Christian Arebo, saat dikonfirmasi, Rabu (5/4/2017).

 

Dikatakan, bahwa sudah jelas waktunya, bukan jam kerja yang mana undangan diantar hari Sabtu  karena memang tidak ada aktivitas, namun memang kaarena tidak ada aktivitas.

 

“Hal  inilah sehingga diantar ke gedung negara, naamun saya pikir dipenjagaan ada piket dari Brimob yang mana masih anggota polda Papua masa mereka tidak mengetahui kalau undangan dari kapolda Papua.

 

Dirinya menjelaskan, bahwa secara institusi semua adalah pimpinan daerah dan sebagai masyarakat bisa saja Kapolda Papua menyampaikan dan bertanya dimana seorang Gubernur Papua, karena  bertanya dan memberikan saran adalah bebas, selama menempuh jalur yang damai dan bermartaabat.

 

 

“Ini aneh, sepertinya ada kesengajaan untuk tidak menghadiri. Padahal , kalau memang demikian sampaikan saja,kami banyak kesibukan jadi tdk bisa hadir, bukan mengkritisi institusi,ya Kapolda dalam hal ini sebagai Pimpinan keamanan di Papua punya peran besar dalm menjaga kamtibmas,” jelasnya.

 

Dirinya menilai, suksesi pilkada 2017, juga karena perhatian yang besar dari kapolda,  hingga pesta negara ini bisa terlaksana dengan baik.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Mengutuk Aksi Penembakan di Las Vegas

 

“Jadi saya pikir dengan pernyataan seperti  yang disampaikan oleh Karo Humas sangat terlalu autokritik,” nilainya.

 

Sebelumnya,  Menyikapi pernyataan Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw tentang rasa penyesalannya karena tidak satupun dari pihak Pemerintah Provinsi Papua yang hadir dalam acara coffee morning dalam rangka Analisa dan Evaluasi (Anev) Situasi Kamtibmas Pasca Pemilukada Serentak 2017 yang digelar di Mapolda, Senin (3/4) lalu, membuat Kepala Biro Humas dan Protokol (Karo Humas) melalui Kepala Bagian (Kabag) Protokol, Gilberd R. Yakwart, S.STP angkat bicara sekaligus mengklarifikasinya.

 

Kabag Protokol Gilberd mengakui bahwa Pemprov Papua sama sekali tidak menerima undangan coffee morning dari Polda Papua. Bahkan, dirinya baru mengetahui setelah dikonfirmasi oleh Sespri Kapolda yang menanyakan apakah Gubernur Papua bisa hadir atau ada perwakilan dari Pemprov Papua yang akan menghadiri coffee morning tersebut.

“Saya dikonfirmasi Sespri Kapolda pada Senin (3/4/2017) sekitar pukul 09.30 WIT setelah apel pagi di Kantor Gubernur dilaksanakan. Saya bertanya undangan diserahkan kemana, siapa yang terima dan ternyata menurut Sespri Kapolda bahwa undangan diserahkan di kediaman Gubernur pada Sabtu (1/4/2017) sore menjelang malam,”ungkap Gilberd dalam releasenya kepada wartawan.

Kabag Protokol menegaskan, kediaman Gubernur bukan tempat menyerahkan dan menitip undangan kegiatan atau surat kemudian ketika menyerahkan suatu undangan atau surat harusnya pada hari kerja kantor bukan malah hari libur.

Baca Juga :  5 Poin Deklarasi FKUB dan Ormas Lintas Agama Bubarkan HTI di Papua

“Kan lucu undangan resmi diserahkan pada hari libur dan malam hari. Kediaman Gubernur bukan penitipan surat. Kan ada kantor dan hari kerja. Kalau undangan  itu diserahkan saat hari kerja kantor tentunya saya akan tindaklanjuti sebagaimana mestinya karena memang itu tugas saya selaku protokol Gubernur,”terangnya.

Gilberd menambahkan, setelah dirinya mendapat informasi adanya undangan tersebut kemudian langsung mengkonfirmasi Sekda Papua usai apel pagi dan ternyata Sekda Papua juga mengaku sama sekali tidak menerima undangan tersebut.

Namun, karena Sekda Papua sudah terjadwal pada jam yang sama untuk menerima tamu dari Duta Besar Belanda sehingga tidak bisa mengikuti acara coffee morning.

Sementara di jam yang sama juga Asisten II dan III sudah terjadwal akan melakukan rapat bersama seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Papua dalam rangka rapat persiapan acara peringatan 4 tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada Senin 10 April 2017 mendatang.

“Jadi Pemprov Papua bukan tidak berkenan hadir dalam acara coffee morning itu namun karena pendistribusian undangan yang tidak tepat alias salah mengirimkan undangan,”jelasnya. (Eveerth Joumilena)

Related Articles