LEMASA Berduka dan Siap Kawal Kasus Luther Magal di Polres Mimika

Category: Lintas Papua 15 0
Direktur LEMASA, Odizeus Beanal, (Foto Istimewa)

JAYAPURA  (LINTAS  PAPUA) –  LEMASA berduka cita, atas kepergian saudara terkasih Luther Magal  salah satu tokoh intelektual yang telah memberikan kontribusi yang baik bagi Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA) dan siap kawal kasus tersebut di Polres Mimika.

 

“Kami tidak akan tinggal diam dan akan mendampingi pihak kepolisian dalam penuntasan kasus ini. LEMASA akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian agar masalah ini dapat diselesaikan secepatnya dan seusai dengan hukum per-undang undangan yang berlaku,” ujar Direktur LEMASA, Odizeus Beanal, saat dikonfirmasi, Senin (3/4/2017)

 

 

 

Dikatakan, informasi terakhir yang telah didapat adalah bahwa  Pihak Kepolisian telah berhasil menangkap Pelaku dan ada dibawah tawanan polisi.

 

“LEMASA akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian agar para pelaku diproses dan dikenakan sanksi sesuai dengan hukum perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

 

KOTA MIMIKA (Eveerth Joumilena / Lintas Papua)

 

Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut diketahui, tepat Sabtu (1/4/2017), sekitar pukul 04.20, dimana istri korban, Linda, mendatangi Polres Mimika dan melaporkan kejadian  yang menimpa suaminya Luther Magal telah ditikam, sehingga dari laporan ini petugas kepolisian mendatangi lokasi kejadian di Jayanti, Sempan, Kelurahan Inauga.

Baca Juga :  Satgas Pamtas RI - PNG Layani Warga Boven Digoel Pengobatan Massal Gratis

 

 

 

Jenazah korban berada di RSUD Mimika untuk selanjutnya dilakukkan visum, agar mencari penyebab meninggalnya korban dan pihak Kepolisian Polres Mimika sedang melakukan penyidikan atas kasus tersebut.

 

Pihaknya menyatakan, LEMASA berduka cita, atas kepergian saudara terkasih Luther Magal, salah satu tokoh intelektual yang telah memberikan kontribusi yang baik bagi LEMASA.

 

“Kami tidak akan tinggal diam dan akan mendesak dan mengawal pihak kepolisian dalam penuntasan kasus ini. LEMASA akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian agar masalah ini dapat diselesaikan secepatnya dan seusai dengan hukum per-undang undangan yang berlaku,” katanya.

 

Pihaknya  meminta, agar  jangan terjebak dan terhasut oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab, sebab dikhawatir situasi 1996 bisa terulang, saat kami sedang berjuang hak adat, dulu saat LEMASA menggugat Freeport di Amerrika di Timika terjadi kerusuhan sehingga muncul dana 1% dikucurkan dengan skenario yang sistematis atau dikenal dengan kerusuhan HandyTalky.

 

Odizeus juga meminta kepada Uskup Timika  dan tokoh – tokokh masyarakat  di Mimika, agar bisa memberikan arahan kepada saudara saudara dari Non Papua yang datang ke Timika, agar lebih tenang dan bisa menjaga keamanan bersama  di Timika.

Baca Juga :  524 Mahasiswa Baru Ikut PKKMB Fisip Uncen

“Kepada semua pihak untuk tidak berspekulasi, yang jelas ini tindak pidana dan mari kita serahkan kepada polisi, proses hukum harus jalan dan pelaku harus dihukum seberat beratnya dan keluarga korban dan pelaku agar segera membicaran masalah ini secara kekeluargaan,” harapnya.  (Eveerth Joumilena)

Related Articles