Masyarakat 7 Suku di Mimika Diajak Jaga Keamanan Selama Kisruh Freeport

Category: Lintas Papua 19 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa mengajak dan meminta kepada masyarakat Papua, khususnya kepada masyarakat 7 suku (Amungme, Kamoro, Moni, Mee, Nduga, Damal, dan Dani ) di kabupaten Mimika, agar menjaga persatuan kesatuan dan tidak terprovokasi serta menjaga keamanan bersama selama kisruh PT. Freeport.

 

“Pemerintah Indonesia belum berakhir. PT Freeport Indonesia yang dikabarkan telah menerima Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) versi Pemerintah Indonesia tetapi masih menolak kewajiban divestasi saham sebesar 51 persen,” ujar Laurenzus Kadepa, saat konfirmasi hal tersebut, Minggu (2/4/2017).

 

Dirinya menyampaikan, dengan segala hormat untuk  meminta kepada para Kepala Suku, Tokoh Agama, Adat, Pemuda dan Intelektual asal Tujuh (7) suku di Mimika agar tidak terprovokasi dengan dinamika yang terus terjadi di Freeport.

Anggota Komisi I DPR Papua, Laurenzus Kadepa (Foto Pribadi LK)

“Mohon menjaga rakyat dan tidak mengorbankan rakyat demi kepentingan kelompok. Kisruh Freeport Indonesia – Pemerintah Indonesia bisa di prediksi konflik sosial antar suku lokal akan meningkat,” pesannya.

 

 

Dirinya berpesan, kepada pihak Kepolisian (Polda Papua dan Polres Mimika), agar dapat mencegah kemungkinan terjadinya konflik sosial antar suku lokal di Mimika meluas.

Baca Juga :  Sidak Tiga Puskesmas, Wakil Wali Kota Menilai Perlu Tambah Jam Pelayanan

 

 

“Harapan kami pendekatan humanis dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya,” harapnya.  

 

 

 

LEMASA  BERDUKA

Sementara itu, Secara terpisah, LEMASA berduka cita, atas kepergian saudara terkasih Luther Magal  salah satu tokoh intelektual yang telah memberikan kontribusi yang baik bagi Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA).

“Kami tidak akan tinggal diam dan akan mendampingi pihak kepolisian dalam penuntasan kasus ini. LEMASA akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian agar masalah ini dapat diselesaikan secepatnya dan seusai dengan hukum per-undang undangan yang berlaku,” ujar Direktur LEMASA, Odizeus Beanal, saat dikonfirmasi.

 

Dikatakan, informasi terakhir yang telah didapat adalah bahwa  Pihak Kepolisian telah berhasil menangkap Pelaku dan ada dibawah tawanan polisi.

“LEMASA akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian agar para pelaku diproses dan dikenakan sanksi sesuai dengan hukum perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

 

Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut diketahui, tepat Sabtu (1/4/2017), sekitar pukul 04.20, dimana istri korban, Linda, mendatangi Polres Mimika dan melaporkan kejadian  yang menimpa suaminya Luther Magal telah ditikam, sehingga dari laporan ini petugas kepolisian mendatangi lokasi kejadian di Jayanti, Sempan, Kelurahan Inauga.

Baca Juga :  Kapolres Teluk Wondama Didesak Usut Pencurian BB Ilegal Logging

 

Jenazah korban berada di RSUD Mimika untuk selanjutnya dilakukkan visum, agar mencari penyebab meninggalnya korban dan pihak Kepolisian Polres Mimika sedang melakukan penyidikan atas kasus tersebut. (Eveerth Joumilena)

Related Articles