Hari ini, PERHIMAGI Papua Gelar Pekan Ilmiah Tahunan di USTJ

PERHIMAGI (Foto Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Opening Ceremony Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia (PERHIMAGI) Wilayah Regional Papua, akan dilaksakan di Aula Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ),  Senin, 3 April 2017.

 

Ketua Panitia Pekan Ilmiah Tahunan PERHIMAGI, Denis Berkam Rumbewas mengatakan, bahwa kegiatan ini sehubungan dengan akan diselenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Persatuan Himpunan Mahasiswa Geologi Indonesia (PERHIMAGI), yang merupakan wadah semua mahasiswa / mahasiswi Geologi.

 

“Yang pasti dalam pertemua ini kami mengapresiasikan kemampuan dalam kegiatan ilmiah untuk saling bertukar ilmu kepada seluruh mahasiswa,” ujar Ketua Panitia Pekan Ilmiah Tahunan PERHIMAGI, Denis Berkam Rumbewas, yang dibenarkan Sekretaris Panitia, Yammes A. F. Samanui, sesuai undangan yang diterima redaksi Harian Pagi Papua, Minggu (2/4).

 

 

Sementara itu, Koordinator PERHIMAGI Regional Papua, Yonathan Inur, didampingi Sekretaris Jenderal PERHIMAGI, Aldi Rangga Putra, menyampaikan,  bahwa kegiataan ini akan berlangsung sejak tanggal 3 – 8 April 2017, dan opening ceremony pada Senin, 3 April 2017 di Aula USTJ.

 

 

 

 

“Kami harapkan adanyadukungan dari semua mahasiswa sebagai ajang kita saling bertukar ilmu,” harapnya.

 

 

 

Sementara itu, Secara terpisah, Pembantu  Rektor III Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Papua, Isak Rumbarar mengatakan, untuk saat ini lulusan  Jurusan Geologi menjadi minat dari patra investor pertambangan dan terbukti dengan kunjungan Geolog Study Program dari James Cook University Australia, Prof. Geoffrey De Jong dan timnya.

 

“Sebab dari data yang kita miliki, sebagian besar lulusan USTJ juga bekerja di luar negeri, misalnya poada perusahan – perusahan eksplorasi tambang di Mongolia atau Afrika serta Amerika di Arizona dan sebagian besar di Asia,” ujar Isak Rumbarar, yang mengakui awal bulan Maret 2017 baru saja Kampusnya menerima kunjungan dari Dua Geolog Asal  Belanda dan Australia di Kampus USTJ di Padang Bulan,  Minggu (2/4).

 

 

Dirinya menjelaskan, bahwa Jurusan Geologi adalah jurusan yang luar biasa yang merupakan jurusan yang sebelum munculnya Pertambangan dan dapat menciptakan figur – firgur yang melakukan eksplorasi kandungan bumi.

 

“Ini akan menjadi referensi untuk para investror pertambangan dan energi, selama ini jurusan geologi tidak terlihat secara baik, sehingga ada yang menganggap biasa – biasa saja, namun sebenarnya banyak lulusan yang telah masuk dunia kerja pertambaangan dan eksplorasi bumi secara baik,” ungkapnya.

Andre Pariury dari Geologi USTJ , saat menemani kunjungan Geolog Study Program dari James Cook University Australia, Prof. Geoffrey De Jong dan timnya di USTJ Papua. (Foto istimewa)

Pria Asal Biak Numfor ini menuturkan, berbagai pembenahan dan evaluasi jugaa dilakukan oleh pihak Kampus USTJ, sehingga akan menambah ruang kuliah, karena minat mahasiswa yang banyak saat ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Saat ini ada sekitar 60 mahasiswa, sebab ruangan masih terbatas dengaan perkembangan, sehingga akan ditambah lagi sebuah ruangan, karena melihat prospek kerja kedepan yang menjanjikan bagi lulusan Geologi,” akuinya.

Sementara itu, usai pertemuan PR III USTJ melakukan foto bersama dengan dua orang geolog asal Australia dan Belanda bersama Kaprodi Geologi USTJ.

 

Dirinya mengajak, agar para lulusan SMU/SMK bisa lebih jeli melihat jurusan dan prospek kedepan, termasuk Jurusan Geologi merupakan yang terbaik, karena saat ini dibutuhkan dalam dunia kerja dengan melihat perkembangan eksplorasi bumi, baik di Indonesia maupun di Luar Negeri. (Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...