STQ Distrik Heram, Ajang Membangun Generasi Qur’ani

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Distrik Heram yang ke XXIV tengah berlangsung pada Jumat (31/3) malam di Aula Masjid Nurul Huda Expo Waena. Ajang lomba tilawah ini diikuti mulai tingkat anak-anak, remaja bahkan orang tua dengan batasan umur yang sudah ditetapkan.

 

STQ merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Distrik Heram sebagai bagian menumbuhkembangkan generasi yang mencintai Al-Qur’an.

 

Ketua LPTQ Distrik Heram, H. Musawir Rahakbauw, S.Pd.I  kepada wartawan mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan STQ terlebih dahulu pihaknya mengambil sumpah bagi para dewan hakim yang nantinya akan menilai setiap lomba yang digelar.

 

“STQ merupakan wadah mengenalkan pada generasi islami untuk mencintai Al Qur’an. Membangun kesadaran dilakukan oleh semua elemen, dan al Quran adalah sebuah jawaban dalam membangun generasi muda melalui ajang yang positif dalam bentuk STQ dan kelanjutannya adalah MTQ” terang H. Musawir.

 

Sementara itu Ketua Panitia, H.Surindi Abu Hafidz, S.Ag, M.S.I menyatakan jika dunia anak-anak membutuhkan media, sebagai pelajar dan remaja muslim ya seleksi tilawatil Qur’an ini. Karena selama ini sumber rujukan dikalahkan oleh hal-hal yang berbau hiburan yang glamour, namun kurang dengan yang berbau religious.

 

“Untuk itulah kita menumbuhkan kesadaran, bagaimana masing-masing keluarga, lingkungan dan dunia pendidikan dapat menjadi bagian dalam mengisi rohani para pemuda-pemudi. Karena setiap orang membutuhkan dua hal yakni rohani dan jasmani’ tutur H. Surindi.

 

Kata Surindi, pihaknya ingin menjadikan STQ ini pesta atau semacam hiburan bagi generasi muslim yang mencintai kitab sucinya. Di STQ itu sendiri ada ajang uji bakat, prestasi dan kemampuan menghafal al-quran.

 

Menurutnya STQ satu-satunya media untuk membangun generasi yang qurani, dengan harapan apabila dia mendengarkan pembacaan kitab sucinya dan mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalamnya itu akan menimbulkan perubahan pada tingkah laku dalam hidup sehari-hari.

 

Meskipun pelaksanaan STQ sendiri dinilai sangat singkat, tetapi sebagai ketua panitia, pihaknya tidak mau asal-asalan, tetapi tetap berpegang pada aturan yang berlaku dari Kementerian Agama.  (Dhoto Eveerth )

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...