Pengusaha Orang Asli Papua Harus Menangkap Peluang

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Menyikapi aksi demo yang di lakukan oleh beberapa pengusaha asli Papua tentang kinerja Kepala Pimpinan  Kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVII (BPPJN X) Papua , di halaman depan Kantor BPPJN XVIII Tanah Hitam. Rabu (29/3) lalu, di tanggapi oleh Manoa Wandik, salah satu pengusaha putra papua yang berkiprah di dunia wirausaha, saat menemui wartawan di kedai penjualan Es Kelapa Muda Skylan Abepura. (30/3/2017)

 

Menurut Manoa Wandik, Demonstrasi sebagai aksi yang dilakukan oleh teman teman pengusaha untuk menyampaikan aspirasi, wajar wajar saja ini juga hal yang positif.

 

“ Tuntutan yang disampaikan harus realitas jangan sampai tuntutan kita tinggi tetapi kenyataan di lapangan mengenai kinerja kita rendah juga aksi ujuk rasa harus yang positif sifatnya jangan individual,” katanya.

Dirinya berpesan, demo atau unjuk rasa yang di lakukan oleh teman  – teman jangan di Kantor BBPJN saja, bila perlu kita menyuarakan di hadapan Bupati, Walikota dan Gubernur dan di sana ada dana APBD dan APBN mereka selaku pengambil kebijakan untuk memperhatikan dan mengutamakan pengusaha asli Papua juga dalam pengadaan pekerjaan.

 

“Semua pengusaha asli Papua tentunya ingin bekerja siapa yang tidak mau, tetapi harus benar benar dikaji apakah kemampuan sumber daya dan manajemennya sudah memadai atau belum jika sumber daya dan manajemen lemah tidak sesuai dengan skala proyeknya maka pekerjaan pasti berantakan dan masyarakat yang akan di rugikan” katanya.

“Mengenai keberadaan Kantor BBPJN X Papua serta Kinerja dan pelayanannya bagi Pengusaha Papua, katanya.

“BBPJN dengan sumber dana APBN  memberi peluang besar untuk memajukan pengusaha asli Papua harus ada keberpihakan dari Kepala BBPJN lebih utamanya yaitu hal pembinaan teknis dan manajemen bagi pengusaha asli Papua”

“Pengusaha asli papua juga harus menangkap peluang besar ini yang ada di Kantor BBPJN meningkatkan manajemen dan hal hal teksis yang berada semuanya ada mekanisme dan aturan yang jelas,” ucapnya.

Diakui, bahwa  peluang besar yaitu hampir setiap tahun rata rata ada sekitar kurang lebih ada dana 4,5 Triliun per tahun, ini yang saya maksutkan peluang besar yang harus di tangkap dengan cepat oleh semua teman – teman.

 

“Soal pelayanan di BBPJN  sangat tranparansi tidak ada yang tersembunyi tinggal bagaimana dan seperti apa kita menangkap peluang peluang yang ada, karena semua ada kriteria,mekanisme dan aturan yang mengatur,” ucapnya.

Dikatakan, Layanan pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau sistim pengadaan barang dan jasa  yang di lakukan oleh pemerintah Pusat provinsi dan Kabupaten/Kota dilaksanakan secara elrktronik dengan memanfaatkan dukungan teknologi informasi.yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi efektifitas mutu dan transparansi dalam pelaksaan pengadaan barang dan jasa bagi seorang pengusaha atau kontraktor, agar memenangkan tender pekerjaan.

“Bagi kami kususnya di provinsi papua, sebenarnya jangan dulu di terapkan sistim LPSE ini, harus melihat dari Sumberdaya Manusianya dulu, baru bisa di terapkan dan banyak teman teman pengusaha yang mengadu dan mengeluh dengan sistim ini, ini juga menjadi perhatian khusus oleh pimpinan pimpinan eksekutif di Provinsi Papua,” harapnya.  (Berto)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...