Anggota TNI Perlu Menjunjung Adat dan Budaya Masyarakat

Category: Lintas Papua 10 0
Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab, menamatkan pangkat ke anggota (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA ) –  Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab dalam amanat  Pangdam XVII/Cenderawasih menyampaikan, agar Prajurit TNI Harus Junjung Tinggi Adat dan Budaya Masyarakat.

 

Hal ini disampaikan  Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab, usai   secara resmi menutup latihan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan wilayah Papua yang diikuti 10 Kompi Yonif organik Kodam XVII/Cenderawasih,  di lapangan Yonif 751/R Sentani, Jumat (31/3).

 

 

Dikatakan, bahwa dengan berakhirnya latihan tugas operasi ini, bukan berarti sudah tidak ada latihan lagi. Tetapi hendaknya dilanjutkan dengan latihan di satuan masing-masing, agar lebih menguasai setiap persoalan sekaligus mahir menghadapi masalah ditempat penugasan operasi.

“Jangan pernah berhenti untuk berlatih, terutama materi-materi yang sering dihadapi di medan penugasan. Terus gali setiap permasalahan yang ada di daerah operasi melalui studi kasus dan cari solusi yang terbaik untuk menyelesaikannya,” katanya.

 

 

Dirinya berpesan,  kepada seluruh prajurit yang akan melaksanakan tugas pengamanan di daerah rawan, agar mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh.

Baca Juga :  Mayor Wasanggai Tinjau Lokasi Operasi Teritorial di Biak

 

 

“Patuhi semua prosedur yang telah ditetapkan dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi aturan hukum serta adat juga budaya masyarakat, sehingga kehadiran kalian dapat diterima oleh masyarakat,” kata Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab.

Selain itu, katanya, terus lakukan koordinasi sebaik-baiknya dengan aparat kepolisian, Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat.

 

 

“Agar dapat mengantisipasi dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tegas Pangdam dalam Amanatnya,”  lanjutnya.

 

 

 

Ditegaskan, bahwah keberhasilan tugas operasi tidak dapat dicapai oleh prajurit TNI saja, tetapi senantiasa melibatkan satuan tetangga dan masyarakat.  (Eveerth Joumilena)

Related Articles