Polisi Diminta Buka Ruang Keluarga Jenguk Jemmy Magai

Category: Lintas Papua 2 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA )Tindakan Aparat Kejaksaan Negeri Nabire, Pengadilan Negeri Nabire dan Kepolisian Resort Nabire yang tidak memberi akses secara memadai terhadap Jemmy Magay Yogi untuk dikunjungi oleh keluarga, rohaniawan dan mendapat perawatan kesehatan merupakan pelanggaran serius terhadap KUHAP.

 

Hal ini disampaikan Koordinator Penasehat Hukum Para Terdakwa dan Perkumpulan Advokat/Pengacara HAM Untuk Papua,  Gustaf Rudolf Kawer, S.H., M.Si., sekaligus menjelaskan, bahwa kini mereka ditahan dengan kondisi memprihatinkan.

 

“Akses bagi keluarga, rohaniawan, kesehatan diabaikan serta mengalami penyiksaan fisik berupa tangan di borgol selama  di titipkan  di rumah tahanan (rutan) polres Nabire,” ujar Gustaf Rudolf Kawer, dalam release yang diterima LintasPapua.com, Rabu (29/3/2017).

 

Dijelaskan, bahwa Jemmy Magay Yogi dan Demianus Magay Yogi yang ditangkap oleh Aparat Kepolisian Daerah Papua pada tanggal 16 Oktober 2016 di Perumnas IV, Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura serta Aloysius Kayame yang ditangkap juga oleh aparat Polda Papua pada tanggal 13 Oktober 2016 di Parkiran Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

“Sehubungan dengan sangkaan/tuduhan Pengancaman, Pemerasan, Kepemilikan Senjata Api dan Makar, tuduhan tersebut berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada tanggal 31 Januari 2015 di Kampung Wotay, Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai, tindakan yang sebenarnya dilakukan oleh Para Tersangka/Terdakwa adalah menuntut ganti rugi akibat lokasi/tanah adat mereka yang digunakan untuk pembangunan jalan,” ungkap Gustaf Rudolf Kawer .

Baca Juga :  Lukas Enembe Ajak Masyarakat Menurunkan Laju Perubahan Iklim

 

 

Dari informasi yang diterima, setelah menjalani proses pemeriksaan dan ditahan hingga tanggal 9 Desember 2016, Jemmy Magay Yogi dan Demianus Magay Yogi dialihkan penahanannya  ke Kejaksaan Negeri Nabire dan oleh Kejaksaan Negeri Nabire di titipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Nabire.

 

“Hal yang sama juga dilakukan terhadap Aloysius Kayame yang dialihkan penahanannya oleh POLDA Papua pada tanggal 05 Februari 2017 ke Kejaksaan Negeri Nabire dan oleh Jaksa di titipkan di RUTAN Polres Nabire, namun kondisi mereka sangat memprihatinkan sejak penahanan di Kejaksaan hingga kini,” katanya.

 

 

Pihaknya meminta, Kejaksaan Negeri Nabire, Pengadilan Negeri Nabire dan Kepolisian Negeri Nabire segera memberi akses yang memadai sesuai dengan KUHAP dengan memberi ruang bagi Para Terdakwa tersebut diatas untuk dikunjungi oleh keluarga, rohaniawan serta mendapat perawatan kesehatan secara memadai bagi mereka yang sedang dalam keadaan sakit;

 

 

“Bahwa Majelis Hakim yang memeriksa Perkara ini agar segera memindahkan Penahanan Para Terdakwa dengan menitipkan Para Terdakwa Jemmy Magay Yogi di Lembaga Pemasyarakatan Nabire agar hak-hak mereka sebagai Para Terdakwa lebih di perhatikan secara baik,” harapnya.

Baca Juga :  Pemkot Ajak Semua Pihak Dukung Port Numbay Jadi Kota Layak Anak

 

Ditambahkan,bahwa Pihak Kejaksaan Agung R.I dan Pihak Kejaksaan Tinggi Papua perlu memberikan sanksi yang tegas bagi Jaksa yang menangani perkara Para Terdakwa tersebut, begitupula Mahkamah Agung R.I dan Pengadilan Tinggi Jayapura perlu memberi sanksi bagi Hakim yang menangani perkara ini.

 

“Hal yang sama perlu di lakukan oleh Kepolisian Rerublik Indonesia dan Kepolisian Daerah Papua bagi Pihak Kepolisian Resort Nabire yang mana Para Terdakwa dititipkan selain mengalami pelanggaran terhadap KUHAP juga mengalami penyiksaan fisik berupa tangan diborgol selama dititipkan di Rutan Polres Nabire,” pintanya.

 

Pihaknya meiinta, Pihak Komnas HAM Republik Indonesia, Perwakilan Komnas Ham Papua dan KOMPOLNAS R.I perlu melakukan pemantauan dan investigasi terhadap Pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum.

“Terutama  mulai dari Kepolisian Resort Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire dan Pengadilan Negeri Nabire yang tidak memperhatikan hak-hak Tersangka/Terdakwa selama berada dalam tahanan,” desaknya. (Eveerth Joumilena)

Related Articles