HIPMAS Dukung Kebijakan Presiden Jokowi Bangun Infrastruktur Papua

Category: Lintas Papua 22 0
Ketua ITAPI Papua, Martince Woppy, Andre Ireuw, Sekretaris HIPMAS Papua, Hendrik Yance Udam, Ketua HIPMAS Papua, Ketua Askopindo, Rony Benuku dan Ketua HIPMAS Kabupaten Mamberamo Raya, Makarinus Taman, saat memberikan keterangan pers. (Eveerth Joumilena /LintasPapua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua mendukung kebijakan Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur di Bumi Cenderawasih.

 

“Kami anak – anak asli Papua yang tergabung di dalam Himpunan Pengusaha Muda Anak Asli Papua, yaitu HIPMAS Papua secara resmi telah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini melalui Dirjen Kesbangpol Republik Indonesia,” ujar Ketua HIPMAS Papua, Hendrik Yance Udam, saat memberikan keterangan pers di Abepura, Rabu (29/3).

 

Dikatakan, HIPMAS Papua bukan merupakan organisasi musiman bentukan satu dua orang dan mengatasnamakan parapengusaha Papua yang saat ada kepentingan baru muncul ke Publik untuk memprovokasi masyarakat umum, akibat kepentingan tidak tersalur.

 

 

“Akan tetapi HIPMAS Papua adalah organisasi permanen yang setiap tahunnya melakukan kegiatan pemberdayan terhadap pengusaha muda anak asli Papua, sesuai visi misi Pemerintah Provinsi Papua, yaitu bangkit, mandiri dan sejahtera,” kata HYU, panggilan akrab Hendrik Yance Udam.

 

Pengusaha Papua asal Lembah Grimenawa ini memberikan apresiasi kepada bapak Presiden Indonesia, Joko Widodo dan jajarannya akan niat hati tulus membangun Indonesia mulai dari Tanah Papua  dalam segala bidang  yang ada, terlebih khusus bidang Infrastruktur yang  membuka daerah – daerah terisolasi di pelosok Tanah Papua.

Baca Juga :  Jangan Bicara Tutup, Tapi Perlu Pahami Masalah Kemanusiaan di Freeport

“Tentunya dengan pembangunan saat ini lebih mendorong kemajuan dan terebih khusus membuat orang Papua menjadi tuan di negerinya sendiri,” akuinya.

Mantan Wartawan yang kini bergelut dalam dunia Pengusaha Muda Papua ini menyampaikan, bahwa pihaknya juga memberikan penghargaan kepada bapak Menteri PU/PR dan jajarannya yang telah bekerja sangat keras untuk menunjang visi misi Presiden Joko Widodo yang tulus membangun infrastruktur di Negeri Cenderawasih.

 

Ketua ITAPI Papua, Martince Woppy, Andre Ireuw, Sekretaris HIPMAS Papua, Hendrik Yance Udam, Ketua HIPMAS Papua, Ketua Askopindo, Rony Benuku dan Ketua HIPMAS Kabupaten Mamberamo Raya, Makarinus Taman, saat memberikan keterangan pers. (Eveerth Joumilena /LintasPapua)

“Bahkan terlebih telah mengimplementasikan Peraturan Presiden  Nomor 84 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa  bagi pengusaha anak asli Papua,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris HIPMAS Papua, Andre Ireuw menjelaskan, pada tahun 2016, , telah terealisasi hampir kurang lebih satu triliun kementerian PU/PR telah mengalokasikan anggarannya untuk pemberdayaan terhadap para pengusaha asli Papua, dalam bentu paket – paket pekerjaan infrastruktur yang turun ke Papua

“Kami juga meminta kepada Bupati dan Walikota di Tanah Papua, agar dapat memberikan paket – paket pekerjaan unutuk memberdayakan anak asli Papua, sebab tiap tahun pengusaha Papua makin bertambah dan mampu melakukan pekerjaan infrastruktur,” tuturnya.

Pihaknya mengajak, semua pengusaha asli Papua untuk bersama membangun  dan bersatu padu sukseskan pembangunan di Tanah Papua yang dilakukan oleh Pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Baaratm untuk bangkit, mandiri dan sejahtera.

Baca Juga :  Partai Rakyat Hadir di Papua, Akan Gelar Rakorda dan Lantik 29 DPC

“Kami juga meminta kontraktor – kontraktor non Papua yang kalah bersaing pada sistem pelelangan nasional untuk paket pekerjaan dari APBN dan APBD, agar tidak memanfaatkan kontraktor atau pengusaha lokal untuk melawan pemerintah dengan melakukan demonstrasi dengan mengatasnamakan pengusaha Papua,” desaknya.

Dalam keterangan pers tersebut, juga dihadiri Ketua Askopindo, Rony Benuku,  Ketua ITAPI Papua,  Martince Woppy dan Ketua HIPMAS Kabupaten Mamberamo Raya, Makarinus Taman, selain HYU dan Andre Ireuw.

 

Sebab itu, pihakya berharap, seluruh pengusaha asli Papua untuk dapat meningkatkan sumber daya manusia dibidang komputerisasidan bisnis, sehingga dapat bersaing secara sehat dalam pelelangan elektronik ssecara onliine untuk paket paket pekerjaan infrastruktur yang bersumber dari dana APBN atau APBD. (Eveerth Joumilena)

Related Articles