Warga Suku Sumuri Pertanyakaan Dana Abadi LNG Tangguh

Category: Lintas Papua 11 0

JAYAPURA (LINTAS PAPUA )  – Warga Suku Sumuri kembali mempertanyakan dugaan pengelolaan “dana” abadi” dari Proyek LNG Tangguh di Teluk Bintuni yang tidak jelas bagi masyarakat adat setempat.

 

Hal ini sekaligus disampaikan  Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari telah menerima laporan dan pengaduan dari Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Sumuri, Tadeus Fossa dan Ketua Dewan Adat Suku Sumuri,  Drs.Rafael Sodefa mengenai dugaan pengelolaan “dana” abadi” dari Proyek LNG Tangguh di Teluk Bintuni yang tidak jelas bagi masyarakat adat setempat.

 

“Masyarakat Adat Suku Sumuri yang diantaranya teridir dari marga Wayuri, Soway dan Simuna hingga saat ini hanya mendengar bahwa ada badan hukum berbentuk yayasan yang mengelola “dana abadi” tersebut,” ujar Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, melalui email yang diterima LintasPapua.com, Minggu (19/3).

 

 

Dikatakan,  demikian kemanfaatan dari pengelolaan “dana abadi” tersebut sama sekali tidak diketahui oleh masyarakat adat Suku Sumuri secara keseluruhan.

Baca Juga :  Idul Fitri Bentuk Pribadi Memiliki Keshalihan Personal

 

“Serta menurut informasi mereka tidak pernah diberitahu oleh BP Indonesia selaku kontraktor dari SKK Migas yang mengelola Proyek LNG Tangguh mengenai apa, siapa, darimana, kemana dan bagiamana “dana abadi” tersebut dikelola selama ini,” ungkapnya.

 

 

Hal ini benar-benar menimbulkan tanda tanya, karena nama yayasan yang disebut telah dibentuk tanpa keterlibatan masyarakat adat Suku Sumuri tersebut disebut bernama Yayasan Pengembangan Masyarakat Sumuri dan belakangan ini disebut dengan nama Yayasan Dimaga yang dalam bahasa Sumuri artinya Kitong (kita) punya.

 

Akte pendiri dari yayasan tersebut bilamana telah terbentukpun sama sekali tidak pernah diketahui masyarakat adat dan juga tidak pernah ada sosialisasi dari pihak BP Indonesia kepada masyarakat adat Suku Sumuri tersebut yang tanah adatnya sebagian besar kini berdiri bangunan train 1 dan train 2 dari Proyek LNG Tangguh tersebut. (***)

Related Articles