Solusi Kasus Freeport Diminta Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat

Category: Lintas Papua 2 0
Pemimpin Spiritual Umat Katolik di Wilayah Wamena, Pastor John Jonga. (LintasPapua.com/Eveerth)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)   –  Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Papua, Pastor John Jonga mengatakan, dalam perundingan penyelesaian masalah Freeport juga harus melibatkan pemerintah pusat dan daerah, tetapi lebih penting masyarakat adat juga terlibat.

 

“Temtunya untukmenjaga rasakeadilan dan perdamaian Papua dan Indonesia,”  ujar Pastor John Jonga,  kepada media di Hotel Grand Abe, Kamis (9/3/2017).

Dikatakan, Konflik kepentingan antara Freeport dengan Pemerintah Indonesia sudah berlangsung selama beberapa bulan ini.

“Tentunya Pemerintah Indonesia harus belajar dari sejarah pahit masa lalu, agar tidak terulang lagi di Tanah Papua,” katanya.

Pastor mengakui, selama  sekian puluh tahun Freeport berada di Papua juga belum ada pemimpin dari kalangan orang asli Papua, maka sudah saatnya kepercayaan diberikan.

“Sampai dimana perhatian Freeport kepada orang asli Papua, apalagi saat ini banyak orang – orang Papua yang pintas, ada yang gubernur dan ada yang menjadi jenderal, sehingga harus dihargai  juga,” katanya.

Dirinya mendesak, Pemerintah Indonesia agar segera menghentikan semua manuver untuk kepentingan pribadi dan kelompok bisnis yang mengatasnamakan rakyat.

Baca Juga :  Pagi ini, Gubernur Lukas Enembe Temui Presiden Jokowi Bahas PON XX 2020

“Segera digelar perundingan yang melibatkan tiga pihak, yakni Freeport Mc Moran, Pemerintah Pusat dan Daerah serta Masyarakat adat Papua, dalam hal ini juga meminta kepada Freeport untuk menghentikan manuver merumahkan karyawannya,”   desaknya.

 

Pemimpin Spiritual Umat Katolik di Wilayah Wamena ini meminta, kepada Freeport McMoRan agar segera kembali bekerja secara normal demi kesejahteraan rakyat Papua dan Indonesia.

 

“Dalam hal ini, kerjasama dengan pemerintah, Freeport sendiri harus memberikan perhatian lebih lagi bagi kesejhateraan rakyat Papua,”saran Pastor yang pernah merahi “Yap Thiam Hiam Award’. (Eveerth Joumilena)

Related Articles