Uncen Gagas Forum Perguruan Tinggi Peduli Bencana di Papua

0
80
Kepadatan Penduduk Kota Jayapura, diperlukan kesadaran menjaga kebersihan (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
Suasana Pelaksanaan Seminar Penanggulangan Bencana. (Istimewa)

JAYAPURA  (LINTAS PAPUA )  –  Jurusan Perencanaan Wilayah Kota Fakultas Teknik Sipil Universitas Cenderawasih menggagas forum perguruan tinggi yang peduli bencana yang diawali dengan seminar kesadaran pengurangan resiko bencana.

“Gagaasan ini muncul, karena melihat tiga fungsi Perguruan tinggi, yakni meneliti, mengajar dan pengabdian pada masyarakat, sehingga forum ini sangat tepat melihat hal tersebut,” ujar Ketua panitia seminar, Elisabet Veronica Wambrauw ST, MT, P.Hd, di Jayapura, Jumat (17/3).

Dijelaskan, bahwa kegiatan bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua dan didukung oleh konsorsium Mercy Corps, suatu lembaga dari Amerika Serikat yang bergerak dalam penanggulangan bencana.

“Perguruan tinggi bukan saja mencetak sarjana,  namun  bisa berikan kontribusi kepada masyarakat dan sebagai pengingat kembali kepada  perguruan tinggi bahwa ada suatu kesempatan untuk bisa meneliti terkait hal ini,” katanya.

Disampaikan,  secara khusus di Uncen  ada mata kuliah tentang rawan bencana disalah satu kurikulum, namun untuk meneliti dan pengabdian masyarakat sementara ini belum terlalu sadar dan fokus.

“Masalah bencana adalah persoalan yang sering ditemui oleh masyarakat luas tanpa memandang waktu dan korban, sehingga Fakultas Teknik Uncen mengambil inisiatif untuk mengkaji bagaimana mengurangi resiko bencana dengan melibatkan semua perguruan tinggi yang ada di Papua,” ungkapnya.

Sementara itu, Jhony Richard, Seorang Peserta Seminar mengakui,dengan kegiatan ini, akan memunculkan kesadaran pentingnya kerja sama dan peningkatan kapasitas terkait peduli resiko bencana.

“Intinya diakhir kegiatan kami mendorong terwujudnya sebuah forum yang peduli tentang bencana,” harapnya.

Kegiatan seminar ini diikuti  sejumlah perguruan tinggi di Kota Jayapura dan sekitarnya serta para pemangku kepentingan seperti dari aktivis LSM dan masyarakat adat di Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena)