Pemenang Monj Port Numbay Dukung Green Youtefa Performing Art

Category: Lintas Papua 14 0
Pemenang Monj Jayapura 2017, Zipora Julida Mano dan Tenci Sarlotha Marini, ketika mendengar penjelasan Dosen ISBI Papua, Iam Murda terkait kesiapan Green Youtefa Performing Art di Dermaga Abesauw, (LintasPapua.com)

“Kami Punya Komunitas Juga Berbicara Lingkungan dan Siap Menjaga Lingkungan”

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pemenang Monj Port Numbay 2017, Zipora Julida Mano dan Tenci Sarlotha Marini,  keduanya merupakan pemenang juara 1 dan juara 2, menyatakan ketertarikannya untuk ikut terlibat dalam dalam ivent Green Youtefa Performing Art (GYPA) di Abesauw.

 

Hal ini disampaikan dalam diskusi bersama panitia yang sedang merancang kesiapan ivent yang peduli lingkungan tersebut di Abesauw,  Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (17/3).

 

 

Keduanya terlihat datang dan menanyakan beberapa hal untuk mendapatkan penjelasan serta berkomitmen untuk mendukung, sebagai bagian dari kepedulian akan penyelamatan lingkungan Teluk Youtefa.

 

 

“Ini menarik sekali, kami sendiri sebenarnya punya komunitas yang berbicara soal lingkungan. Kemarin kami yang membubuhi tandatangan di baliho dengan sendirinya menyatakan siap menjaga lingkungan,” ujar Zipora Julida Mano, pemenang Monj  Port Numbay 2017,  saat berdiskusi dengan salah satu dosen ISBI Papua, Iam Murda bersama sejumlah panitia di Dermaga Abesauw, Teluk Youtefa, Distrik Abepura, Jumat (17/3).

 

Keindahan Kota Port Numbay, tidak terpisahkan bagian penting menjaga lingkungan untuk masyarakat di pesisir teluk dan laut bebas dari gangguan lingkungan willayah Teluk. (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com)

Dikatakan, bahwa Green Youtefa Performing Art, tentunya akan sangat menarik,apalagi dengan mengajak kepedulian lingkungan untuk Teluk Youtefa.

Baca Juga :  Bupati Mathius Menilai Ada Yang Ingin Merusak Kedamaian Papua

 

“Yang pasti kita mendukung apalagi untuk kepeduliain dengan penyelamataan lingkungan Teluk Youtefa,” katanya.

 

 

 

 

 

 

Sementara itu, Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua, Iam Murda menjelaskan,  bahwa  dalam upaya kampanyekan penyelamatan lingkungaan, kemungkinan akan menggunakan bahan daur ulang.

 

“Kami bersyukur ternyata adik-adik Monj Jayapura ini ingin terlibat dan tadi kami sudah diskusi soal kostum,” kata Iam Murda.

Potensi Wisata Abesauw Teluk Youtefa,  dengan kondisi memprihatinkan dan butuh kepedulian masyarakat dan pemerintah dalam menata bersama lingkungan ini. (Eveerth /LintasPapua.com)

Jika semua sesuai yang direncanakan, menurut dosen yang tengah mengambil studi gelar doctor ini, maka penampilan Monj Port Numbay, akan berbeda dengan yang sebelumnya.

 

“Jika selama ini mereka menggunakan pakaian formal  dengan bergaun indah, dalam GYPA kemungkinan akan kami akali menjadi pakaian daur ulang, karena isu yang kami usung salah satunya adalah memanfaatkan sampah daur ulang,” tuturnya menggambarkan rencana tersebut.

 

 

 

Selain Zipora dan Tenci yang langsung menyaksikan persiapan GYPA ini, kesiapan Panitia, terus dilakukan berbagai promosi dan ajakan masyarakat untuk peduli dengan lingkungan, panitia juga mengundang salah satu Diplomat Muda Papua yang kini bertugas di Kementerian Luar Negeri, Alfons Sroyer.

 

Keindahan Rumah Panggung di Kampung Enggros, serta lingkungan laut yang bersih, tentunya menjadi hal positif bagi kehidupan masyarakat yang perlu dijaga (Eveerth /LintasPapua.com)

Alfons sendiri yang dihubungi mengaku siap untuk hadir selama diijinkan oleh kantornya. “Jika kantor saya mengijinkan pasti saya datang dan memang saat ini kegiatan masih padat makanya saya masih menunggu surat undangannya,” ucapnya singkat.

Baca Juga :  Pesan Damai BTM : Lawan Konflik Dengan Saling Mengasihi

 

Alfons sendiri merupakan salah satu anak muda asal Papua yang sudah cukup lama bekerja di Kemenlu. Dari beberapa kali kegiatan lingkungan di Teluk Yotefa ia juga sempat hadir dan memberikan motivasi buat pemuda pemudi kampung untuk bis a menjaga tanah kelahirannya.

 

 

 

Dua Anak Sekolah Saat Berdayung Pagi Hari dari Kampung Enggros untuk pergi kesekolah di Kota Abepura (Eveerth Joumilena / LintasPapua.com)

Menanggapi kesiapan tersebut, Ketua Forum Peduli Port Numbay Green, Fredy Wanda berharap  berharap, adik Alfons Sroyer dapat memiliki banyak waktu untuk membantu menyuarakan pesan masyarakat kampung di Teluk Yotefa ini.

 

“Terutama pesan penyelamatan  tentang kondisi lingkungan mereka yang  terus mengalami kerusakan,” harap  Pria Asal Waropen, yang mengaku sejak kecil hingga dewasa hidupnya bertumbuh  bersama masyarakat di Teluk Youtefa, yakni tiga Kampung Enggros, Tobati dan Nafri yang berada di perairan Teluk Youtefa.  (Eveerth Joumilena)

Related Articles