Kapolda dan Gubernur Papua Diajak Bergandeng Tangan Bangun Papua

Category: Lintas Papua 8 0
Tokoh Intelektual Muda Papua, Samuel Tabuni (Eveerth Joumilena /LintasPapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Adanya pernyataan Gubernur Papua, Lukas Enembe terhadap pihak Kepolsian Daerah Papua, terlebih agar Kapolda Papua menarik pasukan dan tidak melakukan pengamanan  berlebihan di wilayah Pemilukada, ditanggapai secara bijaksana oleh Samuel Tabuni, agar Kapolda dan Gubernur Papua Diajak Bergandeng Tangan Bangun Papua dengan berpedoman pada kitab suci.

 

“Kami masyarakat Papua bangga memiliki Bapak berdua sebagai anak adat Papua yang mengukir prestasi yang luar biasa., sehingga marilah  membangun Papua ini kita membutuhkan pemimpin besar dan berkualitas layaknya Bapak Gubernur dan Bapak Kapolda,” ujar Tokoh Intelektual Muda Papua, Samuel Tabuni, kepada Harian Pagi Papua, di Abepura, Rabu (15/3)

 

Dikatakan,  Pilkada serentak tahap pertama 2015 dan tahap kedua 2017, di Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan proses pembelajaran demokrasi bagi Rakyat Papua, dan proses pembentukan karakter pemimpin masa depan Papua.

“Sebagai orang beragama Kristen Protestan, saya menyadari semua pemimpin sudah ditentukan oleh Tuhan sesuai uraian Bapak Pdt Socrates Sofyan Yoman (Ketua Baptis) dalam kitab Yeremia 1:4-5. Aku telah menetapkan engkau menjadi pemimpin rakyatmu dan bangsamu Papua,” pesannya.

Baca Juga :  Sabar Iwanggin Terpilih Kembali Pimpin Ombudsman Papua

Mantan Kandidat Bupati Nduga, yang kalah urutan kedua dan legowo mengakui kekalahan tanpa menggugat ke Mahkamah Konstitusi ini  mengajak, untuk kedua pemimpin Papuaa ini bergandengan tangan berjuang dan menyiapkan masyarakat Papua menjadi Tuan diatas Negeri yang luas lautan dan daratan yang indah dan kaya Raya ini.

“Daerah yang kaya Raya pasti menjadi daerah konflik, karena banyak kepentingan luar dan dari dalam, sebagaimana kita melihat negara – negara  di Benua Africa Kaya Raya dan indah SDA-nya, masyarakatnya dikorbankan karena konflik, perang antar warga, sakit penyakit, (social Instability). Karena pemimpin politik sipil dan Militer tidak selalu berjuang bersama, mereka diadukan oleh pihak ke tiga (negara kolonial),” tuturnya mencontohkan,

 

Pernyataan positifi dan bijaksana ini sebagai tanggapan terbuka menyikapi  memperbincangkan pernyataan Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) saat diwawancarai stasiun Metro TV pada Selasa (15/03/2017) yang menyebut keterlibatan pihak kepolisian daerah Papua relatif tidak netral dalam pelaksanaan Pilkada serentak sebelas daerah tahun 2017 di Papua.

 

Bahkan, dalam teks berjalan di Metro TV, menyebut Gubernur dan tokoh Adat Papua akan bertemu Presiden Jokowi dan Kapolri Tito Karnavian untuk meminta mereka menarik Kapolda Papua, Paulus Waterpauw (PW) dari Papua karena dianggap mengganggu stabilitas daerah.

Baca Juga :  Ketua KNPI Papua Ajak Masyarakat Cerdas Memfilter Informasi

 

Pernyataan Gubernur LE ini lantas direspon juru bicara Polda Papua, Kombes AM Kamal yang menyebut pernyataan itu tidak benar dan tak pantas disampaikan oleh Gubernur.

 

“ Tanah Papua bangga memiliki sosok Lukas Enembe dan Paulus Waterpauw alias LE dan PW, yang telah mengukir prestasi yang luar biasa, sebab itu, Polemik dua pihak tentunya akan menguntungkan pihak ke tiga yang kadang punya kepentingan pribadinya,” kata dia.

 

Dirinya berharap,  Papua Tanah Damai, Kaya Raya, tanah yang diberkati Tuhan dan rumah bagi 300-an suku bangsa yang masih memerlukan pembangunan di kampung-kampung, pesisir pantai hingga gunung-gunung. (Eveerth Joumilena)

Related Articles