Masyarakat Desak KPU Pusat Proses Pelantikan Bupati Intan Jaya​​

Category: Lintas Papua 45 0
Ilustrasi Keterlibatan Masyarakat Dalam Pesta Demokrasi Melalui Kampanye (Foto : Eveerth /LintasPapua.com)

JAYAPURA  (LP)  –  Sekitar 30 mahasiswa asal Kabupaten Intan Jaya melakukan aksi damai di depan Kantor KPU Pusat Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, (14/3), sekaligus mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam sejumlah elemen mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk segera melakukan penetapan pemenang Pilkada.

 

“Tentunya hal ini akibat,  konflik horizontal di level grass root terus memanas di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua. Ini merupakan buntut dari kisruh sidang pleno yang dilakukan di Lapangan Sugapa, Ibu Kota Kabupaten Intan Jaya, yang dinilai tidak transparan dan terbuka,”  ujar  Koordinator Wilayah Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Suku Moni (IPMO) Intan Jaya, Sepi Sani, dalam keterangan pers yang diterima, di Jayapura, Selasa (14/3).

Dijelaskan, bahwa mahasiswa ini berasal dari perwakilan kelompok mahasiswa yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali.

’’Kami merasakan betul, bagaimana masyarakat di tanah kelahiran kami di Intan Jaya begitu menderita akibat konflik ini. KPU Pusat harus arief dan bijaksana dalam membuat keputusan agar tidak terjadi konflik horizontal yang semakin parah,” ucapnya.

Baca Juga :  Hore ! Pemprov Papua Buka Lowongan CPNS Tahun Ini

 

Sepi mengatakan, KPU Pusat sebaiknya berpegang pada hasil keputusan yang dilakukan KPUD Intan Jaya pada tanggal 24 Februari 2017 terkait sidang pleno Pilkada.

 

Sesuai tahapan sidang pleno serentak, KPUD Intan Jaya telah merilis hasil sidang plenodengan Nomor Berita Acara : 07/BA/KPU IJ/II/2017; Nomor Keputusan KPU 09/Kpts-KPU-IJ/II/2017 tentang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih pada Pilkada Kabupaten Intan Jaya tahun 2017 atas nama Yulius Yapugau, SE dan Yunus Kalabetme, S.IP.

 

“Dengan berpegang teguh pada hasil siding pleno KPUD Intan Jaya, saya melihat KPU Pusat sudah cukup bijak,’’ kata Sepi.

 

Dikatakan, sebagai kaum intelektual muda dari kota terpencil tersebut, dirinya merasa terpanggil untuk melakukan aksi damai ini. Apalagi kata dia, korban jiwa terus berjatuhan akibat adanya pro-kontra terkait hasil pemilihan. Tak hanya itu, aktivitas ekonomi di Intan Jaya juga masih rentan.

 

“Dampak tewasnya enam orang warga membuat suasana menjadi tegang. KPU harus berlaku bijak dalam menangani masalah ini, jangan sampai salah membuat keputusan, apalagi ada intervensi dari pihak yang tidak terima atas kekalahan.

Baca Juga :  TRC PB Kabupaten Jayapura Siap Sukseskan HKBN 2017

 

“KPU harus menerjunkan independen untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Tujuannya agar celah kecurangan dapat terdeteksi lebih awal,’’ kata pria yang mengaku mendapat laporan dari 30 mahasiswa yang turut melakukan investigasi kisruh Pilkada Intan Jaya tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Intan Jaya (Formapi),  Markus Tipagau mengatakan, apa yang sudah dipilih oleh masyarakat jangan lantas diintervensi oleh pihak manapun yang ingin kembali memegang kekuasaan.

Dirnya meminta,  kepada  Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih untuk menjaga Intan Jaya tetap kondusif.

“Kami mendesak KPU untuk segera melakukan pelantikan sesuai dengan keputusan sidang pleno KPUD Intan Jaya agar Bupati dan Wakil Bupati segera bekerja dan kembali merangkul masyarakat yang telah terkoyak terkait Pilkada ini,’’ pesannya. (***)

Related Articles