PPD Distrik Heram Siap Sukseskan Pemilukada 15 Februari

Category: Lintas Papua 8 0
Ketua PPD Distrik Heram, Harris Karubaba (LintasPapua.com)

JAYAPURA (LP)  –  Ketua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Distrik Heram, Harris Karubaba mengatakan, pihaknya siap kawal 113 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilukada Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura tanggal 15 Februari 2017.

“Kegiatan pembekalan untuk KPPS adalah sosialisasi satu pasangan calon dan bimbingan tekni sertifikasi pemungutan suara dan perhitungan suara pada pemilihan walikota dan wakil walikota jayapura bagi KPPS se distrik heram tahun 2017, pemateri langsung oleh KPU Papua dan KPU Kota Jayapura,” ujar Harris Karubaba, di Abepura, Rabu (8/3)

 

Dijelaskan, bahwa dari setiap TPS di undang 7 orang anggota dan semua hadir dengan baik dan bisa mengikuti materi,

“Dengan hadirnya KPPS dan anggota KPPS, tentunya kita harus optimisi Pemilukada bisa berjalan dan terutama masalah rekapan,” katanya.

Diakui, materi yang sangat penting adalah pelatihan untuk bagaimana mengisi berita acara, sehingga hasilnyaa baik dan terutama soal sertifikasi dan pengisian, apalagi tahun ini ada regulasi, dimana KPPS tidak bisa menjabat dua kali, sehingga banyak pemain baru atau anggotra KPPS yang baru dan perlu pemahaman yang baik.

Baca Juga :  DPR RI Apresiasi Buku Gubernur Lukas Enembe

“Kalau lama mungkin sudah tahu, namun satu pasangan calon sudah paham, hanya berita acara, sehingga kami optmisi bisa laksakan, apalagi dengan adanya sosialisasi diharapkaan hasilnya baik,” tuturnya.

 

Sebelumnya,  ratusan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dari Kelurahan Yabansai, Kelurahan Waena dan Kampung Waena di Aula Kampus USTJ Papua, di Padang Bulan, Senin (30/1).

Informasi yang diterima setiap perwakilan TPS sebagai 7 orang dan terdiri atas 113 TPS yang tersesabr di 39  TPSdari Kelurahan Yabansai, 5 TPS Kampung Yoka, 5 TPS Kampung Waena, 25 TPS Kelurahan Hedam dan Kelurahan Waena 39 TPS.

Sementara itu, Ketua KPU Papua, Adam Arisoi menuturkan, bahwa KPPS agar menginformasikan kepada pemilih secara berulang – ulang terkait tata cara pencoblosan dan makna coblos pada kolo foto atau kolom kosong.

“Hal ini penting untuk mencegah tinggihnya jumlaah suara tidak sah,” ujar Adam Arisoi, dalam materi sosialisasi. (Dhoto)

Related Articles