Tahun: 2017

Gubernur Papua, Lukas Enembe. (Erwin)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Aturan perundang-undangan secara resmi tak membatasi pelaksanaan Pemilihan Bupati (Pilbup) di bumi cenderawasih, wajib diikuti oleh orang asli Papua. Kendati sudah turun rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP) agar calon bupati dan wakil, wajib diikuti orang asli Papua, namun implementasinya belum berjalan sesuai harapan.

Berkenaan dengan hal itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe mendorong partai politik (Parpol) agar memahami kekhususan di bumi cenderawasih. Hal demikian, dikemukakan Lukas, menyikapi pelaksanaan Pilbup di Kabupaten Jayapura yang diikuti calon bupati bukan orang asli Papua.

Tak hanya itu, wakil bupati terpilih Kabupaten Jayapura, Giri Wijayantoro pun bukan berasal dari suku Papua. Karena itu, dia mengimbau, agar Parpol tak seenaknya dan sembarangan menunjuk calon tertentu untuk maju dalam Pilkada.

“Orang Sentani untuk diusung sebagai pimpinan daerah sudah habis kah? Saya berharap walaupun dalam UU Otsus hanya mengatur kewenangan peserta Pilgub wajib diikuti orang asli Papua, tapi kan di kabupaten Jayapura rekomendasi dari MRP”.

Makanya saya tegaskan kedepan harus OAP. Apalagi kita dalam jabatan politik hanya sedikit dan tidak mungkin orang Papua jadi bupati dan wakil bupati di tempat lain. Hanya di Papua seperti ini. Karena itu kepada pimpinan partai politik harus memahami ini,” tegasnya disela-sela pelantikan dua pasangan kepala daerah, Selasa (12/12/2017), di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Masih dikatakan, sepengetahuannya ada banyak tokoh politik di Kabupaten Jayapura. Para pihak itu, dianggap pantas untuk diusung mengisi posisi calon bupati dan wakil bupati. Karenanya dia berharap setiap jabatan politik kedepan wajib diisi oleh orang asli Papua.

“Untuk itu, saya mengimbau bupati yang dilantik agar segera menyiapkan kader untuk Kabupaten Jayapura di masa mendatang. Saya harap siapkan kader yang baik, sehingga seluruh kontestan Pilkada adalah orang asli Papua seluruhnya,” harap dia.

Pada kesempatan itu, Lukas berharap kedua pasangan pimpinan daerah tersebut, mampu menjalankan tugas pemerintahan dengan baik serta dapat meningkatkan kesejahteraan maupun perekonomian rakyat.

Dia mengimbau dua pasangan Pilbup tersebut, agar mementingkan kepentingan rakyat dalam menjalankan pemerintahan. (Erwin /  Koran  Harian Pagi Papua)

 

 

 

Read Full Article