Pertamina Andalkan Inovasi Teknologi untuk Produksi Migas

Category: Lintas Papua 39 0

JAKARTA (LP)  –  Pertumbuhan konsumsi energi domestik yang trennya terus meningkat dari tahun ke tahun, namun tidak diimbangi dengan kenaikan produksi migas, dinilai dapat memicu krisis energi yang nantinya akan sangat berdampak pada perekonomian nasional, dan hal itu mendorong Pertamina berupaya menjaga pertumbuhan dengan mengandalkan inovasi teknologi guna mengoptimalisasi produksi.

 

Senior Vice President Exploration Pertamina, Doddy Priambodo dalam Pertamina Energy Forum 2016 di Jakarta menyatakan,”Sebagai BUMN energi, perusahaan melihat kondisi itu sebagai tantangan, dan pengembangan serta pemanfaatan teknologi hulu menjadi kunci untuk memacu pertumbuhan produksi dan penambahan cadangan migas guna menjaga ketahanan dan kemandirian energi.”

 

Menurut Doddy, dalam delapan tahun terakhir Pertamina telah berhasil meningkatkan produksi minyak dan gas rata-rata sebesar 7 persen, yang didapat dari hasil penggunaan teknologi yang selektif dan tepat, serta melakukan investasi dalam riset dan pengembangan teknologi untuk mencari cadangan baru guna mencapai hasil produksi yang optimal.

 

“Upaya yang dilakukan Pertamina dengan melakukan Enhanced Oil Recovery/Improved Oil Recovery di beberapa lapangan seperti di Tanjung dan Sangasanga keduanya di Pulau Kalimantan, serta pengimplementasian teknologi laut dalam seperti yang digunakan pada operasi Blok Offshore North West Java (ONWJ) dan Blok West Madura Offshore (WMO) telah berdampak pada peningkatan produksi,” tambahnya, Selasa (13/12/2016)

Baca Juga :  Menteri Yohana : Papua Perlu 24 Indikator Untuk Jadi Provinsi Layak Anak

 

Sementara Ketua SKK Migas Amien Sunaryadi dalam kesempatan yang sama menjelaskan lembaganya berupaya mendorong peningkatan produksi migas nasional dengan menyiapkan empat program kerja utama yakni memperhatikan keekonomian wilayah kerja (WK), melakukan monitoring proyek yang ditargetkan, mengupayakan penerapan teknologi tepat guna untuk kegiatan pengeboran dan optimalisasi produksi, serta terakhir melanjutkan monitoring respon tekanan dan produksi dari injeksi air.

 

Amien menyatakan, “Penggunaan teknologi tepat guna pada bisnis hulu migas merupakan faktor penting untuk meningkatkan produksi nasional, khususnya untuk mendapatkan cadangan migas yang besar, dan dapat menekan cost recovery serta pengembangan lapangan yang lebih ekonomis.”

Sedangkan Research Director, Asia Pacific, Upstream Oil and Gas, Wood Mackenzie, Andrew Harwood yang juga tampil sebagai pembicara dalam Pertamina Energy Forum 2016 memaparkan bahwa pada tahun 2017 meski dinilai menjadi tahun ketidakpastian namun diperkirakan siklus akan berubah dan industri migas akan berkembang lagi.

 

“Seiring harga minyak yang terus pulih, dan telah dicapainya bagian bawah dari siklus, Kami memprediksikan sektor eksplorasi dan produksi akan kembali mendapat kepercayaan, dan di tahun 2017 akan terjadi perampingan industri dengan melakukan peningkatan efisiensi dan re-scoping yang berujung pada peningkatan jumlah investasi asing dibandingkan pada tahun 2016,” kata Andrew. (Eveerth Joumilena)

Related Articles