HUT Bangsa Papua Diserukan Tanpa Pengibaran Bintang Kejora

JAYAPURA (LP)  – Presiden Negara Fedeeral Republik Papua Barat,  Forkorus Yaboisembut, S.Pd., menyerukan,  bahwa bahwa perayaan peringatan hari bersejerah Bangsa Papua 1 Desember 2016, tetap dirayakan tanpa ada pengibaran Bendera Bintang Kejora.

 

“Akan kita rayakan secara damai dan bentuk Ibadah Ucapan Syukur disesuaikan dengan kondisi daerah dan  keyakinan masing – masing komunitas penduduk di seluruh Tanah Air Papua Barat, tanpa pengibaran  Bendera Bintang Kejora Papua Barat atau Bintang Fajar,” ujar Forkorus Yaboisembut, dalam jumpa pers di Abepura, Senin (28/11/2016).

Disampaikan,  kepada masyarakat Papua, saat ini Papua sedang mendapat perhatian serius dan dukungan awal kampanye hukum Internasional dari beberapa komponen komunitas Internasional yang sangaat peduli serta berkompeten terhadap kemerdekaan politik suatu bangsa  sebagai  hak azasi manusia yang fundamentaal menuju penyelesaian akhir.

“Adapun secara kuhsus dan penduduk di Tanah Papua Barat pada umumnya ada beberapa hal  penting, pertama  adlah bahwa perayaan peringatan hari bersejerah Bangsa Papua 1 Desember 2016, kita tetap rayakan secara damai dan bentuk Ibadah Ucapan Syukur,” katanya..

Ditambahkan, bahwa dalam perayaan ini  disesuaikan dengan kondisi daerah dan  keyakinan masing – masing komunitas penduduk di seluruh Tanah Air Papua Barat tanpa pengibaran  Bendera Bintang Kejora Papua Barat atau Bintang Fajar.

 

“Bendera Bintang Fajar akan dikibarkan untuk seterusnyaa setelah proses pengakuan dan peralihan kedaulatan politik dan hukum atas wilayah Negeri Papua Barat, sebagai maantan koloni Nederlands Nieuw Guinea (Papua Belanda) secara damai dan demokratis,” katanya.

 

Disampaikan, kepada semua masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum, terutama untuk perdamaian dan keamanan di Papua Barat  khususnya, sebagai bagian dalam upaya ikut menjaga tetap terpeliharanya keamanan dan perdamaian dunia internasional pada umumnya.

“Masyarakat Papua di luar negeri dan komunitas internasional pendukung kemerdekaan Papua Barat juga dapat merayakan secara damai disesuaikan dengan kondisi sosial politi di negara tempat mereka domisili,” katanya.

Sementara itu, Kepala Polisi Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB), Elias Ayakeding menuturkan, saat ini  pihaknya menyampaiikan terimakasih kepada Duta Besar Pakistan untuk Perserikatan Bangsa  – Bangsa (PBB) dan juga bagi komite Ketiga yaanhg menanggani isu – isu kemanusiaan, budaya dan sosial yang bertanggungjawab kepada Majelis Umum PBB.

“Karena atas keputusan mereka dengan suara bulat menyetujui sebuah resolusi yang memperjuangkan penentuan nasib sendiri bagi setiap bangsa pada tanggal 21 November 2016,” jelasnya.

Dirinya berharap, sekaligus berdoa, agar dalam sidang PBB pada bulan Desember 2016 majelis umum PBB dapat menerima resolusi tersebut dan diadopsi dalam sebuah ketettapan Sidang Tahunan PBB taahun 2016 serta dapat dimulai implementasinyas ecara kongkrit pada tahun 2017.

“Kalau biacara HAM , maka semua pihak harus menghargai HAM, demikian yang dapat  kami sampaikan bahwa perayaan HUT tetap dilaksanakan dengan menjaga kedamaian dan suasana damai,” katanya.  (Dhoto)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...