Bintang Kejora Adalah Sakral Bukan Sembarangan Dikibarkan

JAYAPURA (LP)   – Raja Adat Papua, Alex Mebri mengatakan, bawha  Bintang kejora adalah simbol adat dan sakral, sehingga dalam mengibarkan bendera tersebut tidak asal – asalan atau sembarangan, sebagaimana yang terjadi dilapangan sepakbola Mandala, saat laga Persipura hadapi Madura United, Sabtu (26/11/2016) pekan lalu.

 

“Bintang Kejora adaah simbol dan sakral orang Papua, sehingga tidak sembarangan dikibarkan, apalagi sampai dikibarkan saat ada pertandingna sepakbola,” ujar Alex Mebri, saat dikonfirmasi di Jayapura, Senin (28/11).

Oleh sebab itu, Raja Alex Mebri mengajak semua warga suku bangsa,  termasuk TPN OPM untuk bergabung membangun Papua, jangan tinggal di hutan karena itu tindakan tersesat yang merugikan diri sendiri. Semua anak bangsa mari membangun Papua dengan berlandaskan hukum Allah.

 

Dikatakan, sebagai Raja Adat Alex Mebri menyesalkan kejadian pengibaran Bintang kejora di lapangan Mandala. “Anak anak itu kerja sembarang. Bintang Kejora tra boleh main main. Itu barang sakral.

Dirinya meminta, agar aparat kepolisian bertindak tegas kepada orang-orang yang tidak menghormati Bintang Kejora.

“Karena itu sakral. Bintang Kejora itu sakral jadi kalo ada yang pake di kaos, dipasang sembarang pak polisi ko ambil rampas saja,” pesannya.

Ditambahkan, bahwa  masalah Papua sudah selesai, tidak ada merdeka, kalau ada perjuangan kemerdekaan cangkokan, maka mereka itu jelas akan dikutuk.

Ditegaskan pula bahwa saat ini bangsa Papua tidak dijajah dan ditindas oleh bangsa manapun, tapi dijajah dan ditindas oleh Iblis, untuk itu seharusnya semua harus sadar untuk bertobat dan berbalik ke jalan yang benar sesuai perintah Tuhan. Supaya Tuhan dapat menurunkan emas di setiap daerah, agar setiap suku bangsa bisa menikmati berkah dan rahmat dari Tuhan.

Raja Alex Mebri juga mengatakan bahwa Papua merupakan pusat dunia, sebab Tuhan memberikan tanah Papua yang kaya dan tanah Papua yang bisa menyaksikan matahari terbit dan terbenam secara sempurna, sementara di negara lain tidak menyaksikan matahari terbit dan terbenam sebagaimana yang terjadi di Papua.

 

Sementara itu, Seorang Warga Kota Jayapura, Alvian menuturkan, saat menonton Persipura dan Madura United di lapangan Mandala, semua memang asyik dan tidak melaihat adanya bendera yang berkibar.

“Memang setelah menyaksikan adanya video yang beredar, akan tetapi tidak begitu jelas, namun taampak seperti bendera Bintang Kejora yang digantung,” katanya.

Dirinya berharap hal ini tidak terjadi lagi dan masyarakat bisa mendukung penampilan Persipura dengan atribut yang membaangun dan tidak menciptakan situasi yang tidak harmonis dilapangan. (Eveerth)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...