Feronica Saman Minta Maaf Soal Perburuhan Cenderawasih

Category: Lintas Papua 36 0
Burung Cenderawasih menjadi satu fauna yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. (ISTIMEWA)
Burung Cenderawasih menjadi satu fauna yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LP)  –  Masyarakat Papua yang dikejutkan dengan postingan perburuhan Burung Cenderawasih atas nama Feronica Natalia Saman di facebook, akhirnya dipanggil Polres Nabire dan yang bersangkutan mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya orang Papua.

 

“Selamat siang buat seluruh orang Indonesia khususnya orang papua. Hari ini saya telah di pangil oleh Angota POLRES Nabire atas perintah KAPOLRES Nabire untuk membuat surat pernyataan Bahwa saya tidak akan mengulangi Perbuatan saya yang selama ini saya lakukan,” tulis Feronica Natalia Sama, pada laman facebooknya, Minggu (27/11/2016).

Dikatakan, bahwa dirinya tidak akan memburuh, menjual, membunuh burung Cenderawasih /kakatua lagi.

 

“Dan saya akan menghapus semua foto burung Cenderawasih / Kakatua yang telah saya upload di akun facebook, karena burung cenderawasih /kakatua merupakan hewan yang dilindungi, sekali lagi saya mohon maaf dan saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Amin,” tuturnya melalui tulisan faceboknya.

 

Sementara itu,  Meski sudah banyak terpublis di media lokal maupun nasional bahkan hingga ke tingkat kementerian, ternyata kasus penjualan satwa dilindungi jenis cenderawasih di Nabire yang dilakukan oleh Feronica Natalia Saman masih belum tersentuh hukum, sehingga disikapi beberapa organisasi yang  peduli  akan masalah ini.

 

Sebagaimana  empat LSM yakni RBP (Rumah Belajar Papua), FPPNG (Forum Peduli Port Numbay Green), WWF (World Wild Fund), Jerat (Jaringan  Kerja Rakyat)  gerah.  Mereka menanyakan lambannya penanganan  kasus ini meski alamat dan iden!tas pelaku jelas.

Salah satu Burung Cenderawasih yang sempat menjadi postingan (Foto Istimewa)
Salah satu Burung Cenderawasih yang sempat menjadi postingan (Foto Istimewa)

Dikatakan pihak kepolisian sendiri sudah diwawancarai oleh media namun terasa belum direspon aktif. Mereka menduga jika ada keterlibatan oknum aparat dibalik perbuatan melawan hukum ini.

“Heran  saja   seolah-olah  tak  ditanggapi  oleh   aparat  penegak  hukum  padahal  informasi  ini   sudah meluas   kesana   kemari.   Kalau   begini   bisa   saja   kami   menduga   memang   ada   keterlibatan   oknum aparat,” kata Igir Al Qatiri, salah satu novelis Papua dalam tulisannya.

Baca Juga :  Polres Jayawijaya gelar Sertijab Waka dan Kasat Sabhara

 

Igir berharap,  petinggi Polri di Papua bisa melihat ke bawah apakah betul ada keterlibatan anggotanya  atau tidak sebab jika benar tentu ini aib yang tak perlu ditutupi tapi dilakukan tindakan.

Senada dengan itu,    Sekretaris   Eksekutif   RBP,   Dian   Wasaraka   menuturkan, bahwa   aktivis lingkungan   harus   tetap   menunjukkan   komitmennya   dan   melakukan   aksi   jika   perlu   untuk mengingatkan.

 

“Bikin   aksi,   kita   beritahu   bahwa   ada   perbuatan   yang   melawan   hukum   namun sepertinya kurang  mendapat perhatian,” tegasnya.

Dian yang bekerja sebagai dosen ini mengaku, gerah apalagi  Feronica Saman  merupakan satu  almamater dengannya.  “Ini  memalukan  dan kami minta   diseriusi.   Jangan   didiamkan   sebab   akan   begini   terus,”   imbuhnya.

Adhiani   dari   WWF berpendapat,  bahwa ada  kelompok masyarakat yang sudah memahami tentang  isu Cenderawasih tapi masih banyak yang belum. Namun ia sependapat untuk tidak membiarkan kasus ini.

 

SAVE CENDERAWASIH PAPUA (Istimewa)
SAVE CENDERAWASIH PAPUA (Istimewa)

Peryataan Adhiani diiyakan Markus Imbiri dari Jerat yang tak mau berkompromi untuk mengkri!si kondisi ril ini. Ia menyebut BKSDA  atau dinas kehutanan   (Polhut)   di   Nabire   juga   sangat   lemah   termasuk   aparat   kepolisiannya.

“Polres   Nabire jangan hanya numpang masuk TV tapi tak ada tindakan. Kalau Polres !dak tahu Kampung Wanggar itu terlalu,” sindir Markus yang sempat !nggal di Wangfar, Nabire ini.

LSM lain yang angkat suara adalah FPPNG. FPPNG terlihat gregetan lantaran seper!nya belum ada respon   dari   Polisi.   Organisasi   yang   lahir   sejak   2010   ini   lantas   menggagas   lahirnya   pe!si  Save Cenderawasih pada change.org untuk menunjukkan komitmennya. Fredu Wanda selaku ketua FPPNG Mewanti  akan melapor ini ke Kapolri jika memang tak ditindaklanjuti.

“Nomor Handpone  Pak Tito masih kami  simpan   dan   mudah saja untuk  menyampaikan  langsung   tapi  kita   ingin   lihat  anggota   disini bekerja dulu. Jangan diam dan disalahkan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  STQ Distrik Heram, Ajang Membangun Generasi Qur’ani

 

Mencermati kondisi terakhir persoalan Burung Cenderawasih yang kian terancam di Papua,  kita semua, pemerintah bersama masyarakat bersama-sama ikut memikirkan satu cara baru yang bisa menahan laju kepunahan burung ini.

 

Burung Cenderawasih menjadi satu fauna yang dilindungi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

 

Feronica Natalia Sama (Foto Istimewa)
Feronica Natalia Saman (Foto Istimewa /Facebook FNS)

Cenderawasih juga selalu menyimpan kebanggaan bagi siapa saja yang tinggal di Papua. Burung surga ini memiliki kecantikan dan keunikan yang tak dimiliki burung lain.

Namun sayangnya, di tengah kebanggaan tersebut secara sadar tak sadar ada perilaku yang tak memperhatikan soal populasi, karena masih terjadi perburuan liar maupun perambahan yang perlahan-lahan memberi ancaman.

 

Dari data yang diperoleh ada dua persoalan soal Burung Cenderawasih di Papua, pertama soal populasi dan kedua berkaitan dengan pengakuan adat. Menyoal soal populasi, dua hal penting yang menjadi indikator menurunnya populasi Cenderawasih.

Pertama adalah perburuan liar dan kedua perambahan. Pemahaman masyarakat untuk memanfaatkan hasil (isi) hutan untuk kepentingan ekonomi keluarga yang mendorong masyarakat di kawasan tertentu terus melakukan perburuan dan menjual hasil buruan termasuk Burung Cenderawasih.

Untuk persoalan ini dirasa perlu memberikan pemahaman yang arif, agar pola pemanfaatan isi hutan tak dilakukan secara membabi buta. Tak semua hewan harus diburu untuk dimanfaatkan.

Masyarakat lebih memilih untuk menjaga dan membiarkan Burung Cenderawasih hidup bebas, namun melokalisir kawasan habitat  Cenderawasih menjadi kawasan ekowisata yang tetap mendatangkan pendapatan bagi masyarakat.  #SaveCenderawasihPapua.  (Eveerth Joumilena)

Related Articles