FPPNG Kritisi Masih Banyak Cenderawasih Jadi Hiasan Kepala

Category: Lintas Papua 23 0
Hiasan Kepala Burung Cenderawasih, seharusnya menjadi perhatian kita untuk dilindungi (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
Hiasan Kepala Burung Cenderawasih, seharusnya menjadi perhatian kita untuk dilindungi (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)

JAYAPURA (LP)  – Forum Peduli Port Numbay Green (FPPNG) melihat bahwa untuk Papua sendiri baru Gubernur Lukas Enembe, Bupati Yapen, Tony Tesar serta Kadis Kehutanan, Jan Ormuseray yang mengeluarkan statemen untuk menjaga burung Cenderawasih dan tidak lagi menggunakan  mahkota yang asli. Namun statemen tersebut ternyata belum bisa dijabarkan secara baik di lapangan.

 

 

“Kondisi ini jika terbiar maka akan memperparah keberadaan Cenderawasih itu sendiri. Gubernur diminta bisa menegur SKPD atau mengingatkan langsung mereka yang belum paham,” ujar  Ketua FPPNG, Fredy Wanda di Abepura, Jumat (6/10/2016).

 

 

Ditambahkan, bahwa masih banyak kegiatan dewasa yang menggunakan Burung Surga Papua Burung Cenderawasih, dalam  hal ini misalnya dalam festival Destika di Kalkote, Kampung Harapan, Sentani lalu penjemputan bendera duplikat PON di Bandara Sentani termasuk dalam perayaan HUT TNI kemarin di Kodam tidak sedikit orang yang bangga dengan bangkai di atas kepala mereka.

 

cenderawasih

“ FPPNG berpendapat bahwa sebenarnya ketika Gubernur disambut oleh tim tari yang menggunakan mahkota cenderawasih maka saat itu juga Gubernur perlu menunjukkan komitmennya untuk menjaga kelestarian burung surga ini dengan memberikan teguran langsung,” sarannya.

Baca Juga :  Tim Ekspedisi NKRI Evakuasi Pasien di Mappi

 

“Jika berbicara soal konservasi kami pikir teguran atau himbauan ini harus terus disampaikan, jangan tunggu hingga Cenderawasih Punah dan menjadi bangkai diratusan kepala orang yang tidak paham baru membuat kita sadar,” katanya.

 

Fredy yang baru saja pensiun dari Polhut Dinas Kehutanan Papua ini mengatakan bahwa ketika ijin pengelolaan hasil hutan tidak sebanyak sekarang, tiap hektar tanah masih bisa ditemukan 2-3 ekor Cenderawasih.

 

Tapi kini tiap 50-100 Ha belum tentu bisa melihat seekorpun sehingga sudah bisa menjelaskan bahwa ada ancaman yang nyata. “Apalagi perburuan masih masive dan selalu kucing-kucingan dalam perdagangannya, ayo Gubernur perlu memimpin memberikan pemahaman ini,” katanya.

hiasan-kepala-cenderawasih

Dikatakan Cenderawasih seluruhnya memiliki 14 jenis dengan 43 spesies yang tersebar di Papua, PNG hingga Australia namun dari 43 spesies ini 28 diantaranya bisa ditemukan di Papua. Cenderawasih sendiri menjadi hewan yang dilindungi sesuai dengan Undang-undang nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dan masuk dalam status Citex Appendix 2 yang artinya bisa dipakai untuk penelitian dengan jumlah yang sangat terbatas  dan burung tersebut adalah hasil perkembangbiakkan bukan yang diambil dari hutan secara liar.

Baca Juga :  Masalah PHK Karyawan Freeport, Pemprov Papua Tidak Dilibatkan

 

Tak hanya itu pemanfaatannya juga harus mengantongi ijin dari BBKSDA sehingga tidak semuanya bisa dimanfaatkan meski untuk penelitian.

“Sekarang kami balik bertanya, itu mereka yang pakai bangkai di atas kepala mereka sudah berbuat apa untuk Cenderawasih? Sudah melakukan apa untuk konservasi? Kalau tidak ada ya sebaiknya jangan membuat kebodohan begitu,” sindir Andre Liem. (Eveerth Joumilena)

Related Articles