TMMD di Kampung Tegabaga Bantu Sekolah Alkitab

Category: Lintas Papua 2 0

JAYAPURA (LP)  – Dandim 1702/JWY Letnan Kolonel Inf J. A. Krismadi didampingi Kasdim Mayor Inf Nurliwedie meninjau proses pengerjaan program sasaran Fisik Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 Tahun bertempat di Kampung Tegabaga, Distrik Wollo Kabupaten Jayawijaya, Jumat (30/9).

 

“Sekitar tiga puluh orang anggota Kodim 1702/JWY membangun dua rumah yang diperuntukkan untuk guru-guru Sekolah Alkitab Injili Damai (SAID) dan satu bangunan yang rencana akan digunakan sebagai Aula,” ujar Dandim 1702/JWY Letnan Kolonel Inf J. A. Krismadi, Jumat (30/9).

 

Ditambahkan, memasuki hari kesepuluh proses pengerjaan tiga bangunan tersebut diperkirakan sudah mencapai 50 %.

 

“Sebagian dinding dan kuda-kuda ketiga bangunan ini rencananya dibuat setengah permanen, bagian bawah berupa batu batako sedangkan atasnya menggunakan papan sebagai bahanya,” ucapnya.

 

Lebih lanjut Dandim menambahkan bahwa didaerah tersebut intensitas hujan yang tinggi sedikit menghambat pengerjaan pembangunan, hampir setiap hari turun hujan, truk-truk yang mengangkut bahan bangunan dari Wamena tidak bisa sampai di titik pengerjaan TMMD karena jalan yang rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan. Kemudian bahan bangunan berupa pasir, batu dan kayu diturunkan dipinggir jalan.

Baca Juga :  Kapolda Dinilai Wajar Bertanya dan Berikan Saran ke Gubernur Papua

 

“Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu suksesnya pelaksanaan TMMD. Karena adanya bantuan dari masyarakat sekitar bahan-bahan bangunan tersebut bisa sampai ketempat pelaksanaan TMMD. Walaupun secara manual menggunakan peralatan seadanya, ada yang memakai gerobak dorong dan diangkat dengan tangan kosong,” tutur Letnan Kolonel Inf J. A. Krismadi .

 

Pada kesempatan tersebut Dandim dan Kasdim meninjau sekaligus melihat para tukang yang merupakan anggota Kodim 1702/JWY yang sedang bekerja. Lalu dilanjutkan dengan mengecek salah satu Honai yang digunakan sebagai Posko TMMD sekaligus tempat tinggal para pekerja untuk istirahat pada malam hari serta melihat dapur yang digunakan sebagai tempat memasak milik masyarakat setempat. (Dhoto)

Related Articles