Warga Soroti Pejabat Papua Ramai ke PON Jabar

Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat menerima bendera untuk kelanjutan pelaksanaan PON XX 2020 di Provinsi Papua , saat penutupan PON XIX di Bandung Jawa Barat (
Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat menerima bendera untuk kelanjutan pelaksanaan PON XX 2020 di Provinsi Papua , saat penutupan PON XIX di Bandung Jawa Barat (Foto Repro TV MNC TV live)

JAYAPURA (LP)  – Memang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Papua, namun sebuah kebijakan publik harus diketahui oleh masyarakat secara umum, demikian sedikit ulasan dalam dialog pagi di Radio Republik Indonesia (RRI), menyoroti tentang banyaknya pejabat Papua ramai – ramai menuju Arena PON XIX di Bandung, Jumat (30/9/2016)

 

 

Sekilas catatan dari Ruang Diskusi Dialog RRI , Jumat (30/9/2016) pagi, yang mana dari berbagai komentar penelpon banyak menyoroti kesalahan penggunaan dana yang boros, akibat keberangkatan tersebut, Akan tetapi,  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi  Papua. Hery Dosinaen, mengatakan bahwa kepergiaan Pejabat Papua ke arena PON, tidak memboroskan anggaran daerah, karena semua SKPD menggunakan biaya perjalanan tiap dinas masing – masing.

 

Dalam diskusi tersebut, sebagian masyarakat menyoroti beberapa perhatian Pemerintah Provinsi Papua terhadap atlet PON serta bagaimana kesiapan kedepan, terutama venue – venue sebagai tempat sarana bagi atlet dalam berlomba.

Antara apresiasi dan dukungan Papua menuju PON XX 2020, namun kritik konstruktif juga diberikan terhadap kesiapan. Sebab banyak fasilitas harus digenjot dibangun baik.

Sorotan lainnya terhadap masyarakat di lokasi pembangunan venue olahraga PON 2020 di Kampung Harapan, sebab dalam lokasi ada beberapa rumah ibadah dan rumah warga.

PON sebenarnya hanya euforia sesaat, saran penelpon adalah Pemprov Papua bisa melihat kepentingan masyarakat Papua, karena Papua masih.banyak masalah.

Walaupun demikian, harus diberikan apresiasi atas prestasi hingga Papua di PON XIX 2016,

Hans Kaiwai, Dosen Universitas Cenderawasih, yang juga selaku pengamat menuturkan bahwa esensi menerima bendera PON dan ini adalah hal penting dan terkait ajakan ini, mungkin yang ditujukan adalah komitmen dan amanah bahwa Papua siap.menuju PON 2020.

“Akan tetapi apakah semua ini menunjukan komitmen. Sebab disatu kegiatan sudah ada perencanaan dan satu tahun anggaran akan dievaluasi,” katanya.

 

pon-jabar

Dikatakan, bagaimanapun  juga grand design sudah siap untuk menghadapi tantangan mulai dari fisik hingga non fisik, apalagi dengan menujukan komitmen saja tidak cukup, perlu ada perencanaan baik, sehingga tidak terkesan menerima saja.

“Gubernur Papua juga perlu menjelaskan apa yang sebenarnya wujud nyata dari komitmen kehadiran semua pejabat, katanya.

Disampaikan, seharusnya bisa tetap ditempat. Sehingga bisa melayani masyarakat, karena pasti ada yang terbengkalai dengan mengikuti kegiatan disana'” tuturnya.

Dikatakan. demikian juga alokasi belanja publik dan belanja daerah, sehingga publik tahu dan dokumen APBD juga perlu diketahui masyarakat, sehingga ada akuntabilitas dan inilah kepercayaan yang menjadi amanah.

Sementara itu, Seorang Penelpon, Yeri dari Waena menuturkan, bahwa masalah tanah di Kampung Harapan belum diselesaikan, sehingga pemerintah harus bisa melihatnya secara baik.

Disamping itu, ada seorang penelpon Perempuan Papua meminta, Pemprov Papua menata pasar mama – mama Papua, sehingga saat PON 2020, benar – benar semua tertata dan tidak lagi ada masyarakat yag jualan di pinggir jalan.

“Masyarakat sebenarnya tidak ambil pusing dengan tindakan SKPD mau pergi seua atau tidak, namun masyarakat akan menjadi suporter dengan bangga juga Pemprov harus menata infrastruktur menjelang kesiapannya, agar tidak membuat malu nama daerah,” sarannya.

 

Catatan Prestasi PON XIX di Bandung Jawa Barat

Terlepas dari berbagai sorotan dan kekuarangan Papua dalam menghadapi tantangan PON XX 2020, sesungguhnya Target Pemerintah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat 2016 tercapai.
Kontingen Papua dipastikan ada di peringkat delapan PON XIX 2016, setelah meraih medali 17 medali emas,  19 medali perak, dan 32 medali perunggu.
Wakil Ketua KONI  Papua Jhony Banua Rouw menegaskan kontingen Papua bisa kembali bumi Cenderawasih dengan kepala tegak.  “Kita kembali ke Papua dengan kepala tegak,” katanya.
Jhoni mengatakan, raihan para atlet sudah meningkat melihat hasil jumlah medali, bila dibandingkan dengan PON Riau 2016 lalu. Namun ia tidak menampik beberapa prediksi target yang meleset sehingga tak mampu masuk posisi lima besar.

 

“Secara target disebutnya Papua juga mencapai target masuk sepuluh besar yang dipatok sejak awal,” ucapnya.
Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi perjuangan semua atlet, pelatih, oficial dan semua pihak yang terlibat. Medali yang diraih merupakan buah kerja keras.
Jumlah medali emas Papua disumbangkan masing-masing dari cabor Dansa 2 emas, Dayung 4 emas, Berkuda 1 emas, Sepatu Roda 1 emas, Selam  3 emas, Biliar 2 emas, Atletik 1 emas, Tarung Derajat 1 emas, Binaraga 1 emas, Karate 1 emas dan cabor Terbang Layang 1 emas.  (Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...