Ondoafi Wutung dan Tokoh Agama Sikapi Kekerasan Bersenjata

Category: Lintas Papua 0 0

JAYAPURA (LP)  –   Penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata terhadap anggota TNI dan warga sipil di Kalisemen, Puncak Senyum, Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya pada tanggal 24 September lalu membuat sejumlah Tokoh Masyarakat angkat bicara.

 

Stanis Tanfa Cilong selaku Ondoafi Kampung Moso dan Perbatasan RI-PNG sangat mengutuk keras terhadap aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya.

“Saya selaku Ondoafi Kampung Moso dan Perbatasan RI-PNG sangat mengutuk keras kejadian penembakan yang terjadi di Puncak Jaya. Saya tidak mau kejadian yang serupa terjadi di Perbatasan RI-PNG,” ujar Stanis Tanfa Cilong, di Jayapura, Selasa (27/9).

Ditakatakan, bahwa perlunya para pemangku adat, Kepala Kampung dan Ondoafi harus berperan aktif serta memberi pengertian dan pemahaman kepada masyarakat supaya tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan terhadap sesama umat manusia.

“Para pemangku adat, Kepala Kampung dan Ondoafi serta Kepala suku harus bertanggung jawab atas kejadian-kejadian di wilayahnya dan membantu aparat untuk mengungkap kasus tersebut,” ucapnya.

Dirinya berpesan,  Kepala Suku harus sehati dengan aparat Pemerintah, TNI dan Polri agar pembangunan dapat berjalan dengan baik untuk kemajuan Papua, sebab sekarang ini pemimpin di Papua sudah dijabat oleh orang asli Papua, sehingga seluruh masyarakat harus mendukung pembangunan yang sementara ini tetus berjalan.

 

Sementara itu, Ketua Klasis GIDI Puncak Jaya, Dainus Game menuturkan, bahwa dengan membicarakan kebenaran Alkitab jadi degan alasan apapun tidak membenarkan penembakan tersebut dan mengecam perbuatan itu.

“Kami sudah merasa bosan karena terganggunya keamanan,maka pembangunan, masyarakat dan pelayanan untuk gereja semuanya terhambat. Jadi kami merasa bahwa tujuan mereka bukan kemerdekaan untuk Papua tetapi hanya mencari makan” demikian disampaikan Ketua Klasis GIDI Puncak Jaya Dainus Game ketika ditanya mengenai penembakan yang yang dilakukan oleh TPN-OPM kepada masyarakat dan anggota TNI yang sedang mengangkut kayu dan bahan material yang akan digunakan untuk membangun Honai bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kominfo Gelar Bimtek Sertifikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

Ditambahkan, tentang adanya kejadian penembakan di puncak jaya agar dicari tau supaya kita tangkap agar masyarakat lebih aman.

“Kalau adat orang lain masalah bayar denda itu kurang baik, jadi kalo siapa pelakunya harus ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Dainus Game berharap aparat keamanan dan Pemerintah Daerah bersama-sama Gereja harus  saling mendukung, jalan bersama-sama bergandeng tangan, guna mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat. (Dhoto)

Ondoafi Wutung dan Tokoh Agama Sikapi Kekerasan Bersenjata

JAYAPURA (LP)  –   Penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata terhadap anggota TNI dan warga sipil di Kalisemen, Puncak Senyum, Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya pada tanggal 24 September lalu membuat sejumlah Tokoh Masyarakat angkat bicara.

 

Stanis Tanfa Cilong selaku Ondoafi Kampung Moso dan Perbatasan RI-PNG sangat mengutuk keras terhadap aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya.

“Saya selaku Ondoafi Kampung Moso dan Perbatasan RI-PNG sangat mengutuk keras kejadian penembakan yang terjadi di Puncak Jaya. Saya tidak mau kejadian yang serupa terjadi di Perbatasan RI-PNG,” ujar Stanis Tanfa Cilong, di Jayapura, Selasa (27/9).

Ditakatakan, bahwa perlunya para pemangku adat, Kepala Kampung dan Ondoafi harus berperan aktif serta memberi pengertian dan pemahaman kepada masyarakat supaya tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan terhadap sesama umat manusia.

“Para pemangku adat, Kepala Kampung dan Ondoafi serta Kepala suku harus bertanggung jawab atas kejadian-kejadian di wilayahnya dan membantu aparat untuk mengungkap kasus tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Freeport Gandeng PLN Layani Masyarakat Daerah Terpencil di Ayuka

Dirinya berpesan,  Kepala Suku harus sehati dengan aparat Pemerintah, TNI dan Polri agar pembangunan dapat berjalan dengan baik untuk kemajuan Papua, sebab sekarang ini pemimpin di Papua sudah dijabat oleh orang asli Papua, sehingga seluruh masyarakat harus mendukung pembangunan yang sementara ini tetus berjalan.

 

Sementara itu, Ketua Klasis GIDI Puncak Jaya, Dainus Game menuturkan, bahwa dengan membicarakan kebenaran Alkitab jadi degan alasan apapun tidak membenarkan penembakan tersebut dan mengecam perbuatan itu.

“Kami sudah merasa bosan karena terganggunya keamanan,maka pembangunan, masyarakat dan pelayanan untuk gereja semuanya terhambat. Jadi kami merasa bahwa tujuan mereka bukan kemerdekaan untuk Papua tetapi hanya mencari makan” demikian disampaikan Ketua Klasis GIDI Puncak Jaya Dainus Game ketika ditanya mengenai penembakan yang yang dilakukan oleh TPN-OPM kepada masyarakat dan anggota TNI yang sedang mengangkut kayu dan bahan material yang akan digunakan untuk membangun Honai bagi masyarakat.

 

Ditambahkan, tentang adanya kejadian penembakan di puncak jaya agar dicari tau supaya kita tangkap agar masyarakat lebih aman.

“Kalau adat orang lain masalah bayar denda itu kurang baik, jadi kalo siapa pelakunya harus ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Dainus Game berharap aparat keamanan dan Pemerintah Daerah bersama-sama Gereja harus  saling mendukung, jalan bersama-sama bergandeng tangan, guna mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat. (Dhoto)

Related Articles