Hasil MBS Dinkes Papua, 29 Orang Positif Malaria di Nduga

Staf Seksi Malaria Provinsi Papua, Silas Mabui, SKM., saat dijumpai di Kenyam, Nduga.(LintrasPapua.com/Eveerth Joumilena)
Staf Seksi Malaria Provinsi Papua, Silas Mabui, SKM., saat dijumpai di Kenyam, Nduga.(LintrasPapua.com/Eveerth Joumilena)

KENYAM  (LP)  – Dinas Kesehatan Papua terus melakukan upaya pencegahan masalah malaria di masyarakat, hal ini sebagaimana dengan program Mass Blood Survey (MBS) terungkap 29 positif malaria dari total sampel 946 orang tersebut di Kenyam, Kabupaten Nduga.

 

Hal ini disampaikan Staf Seksi Malaria Provinsi Papua, Silas Mabui, SKM, sekaligus menjelaskan, bahwa program ini adalah APBN lewat Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan MBS adalah  suatu kegiatan penemuan penderita dalam waktu dekat yang singkat melalui pemeriksaan sediaan darah dalam hal ini mendeteksi malaria secepat mungkin.

 

“Dari totral sampel yang diperiksa dengan Mass Blood Survey atau pemeriksaan cepat dan langsung dilihat hasilnya, yakni dari 946 orang yang tes, dalam 2 kampung di wilayah kerja Puskesmas Kenyam dan 2 kampung yag di Pustu Mumugu, jumlah positif malaria hanya 29 orang dari total sampel 946 orang tersebut,” ujar Staf Seksi Malaria Provinsi Papua, Silas Mabui, SKM., saat dijumpai di Bandara Kenyam, Sabtu (24/9).

 

Dikatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakn selama empat hari di Kabupaten Nduga, yang mana dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua sudha menjadi program yang masuk dari 10 Kabupaten, salah satunya Nduga.

 

Suasana Pelayanan Kesehatan kepada anak - anak Nduga (Foto Istimewa)
Suasana Pelayanan Kesehatan MBS kepada anak – anak Nduga (Foto Istimewa)

“Memang ini karena juga belum adanya laporan kesehatan dari Kabupaten Nduga, sehingga kami turun langsung dan berterimakasih bisa dibantu dengan kepala distrik dan kepala Puskesmas serta sekretaris dinas kesehatan yang menerima kedatangan,” kata Silas Mabui.

 

Ada beberapa catatan juga, terutama adanya sebuah Puskesmas Pembantu (Pustu) di Distrik Batas Batu yang tidak digunakan secara baik, semoga menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga.

 

Sementara itu, Penanggungjawab Laboratorium Puskesmas Kenyam, Liha Dia Uziela Sineri menuturkan, bahwa pihaknya mendukung kegiatan tersebut dan mengawal bersama selama kegiatan berlangsung.

Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, dilihat dari ketinggian pesawat .(LintasPapua.com/Eveeerth Joumilena)
Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, dilihat dari ketinggian pesawat .(LintasPapua.com/Eveeerth Joumilena)

“Jadi kami jugaa langsung melakukan pengobatan kepada warga yang sakit,” kata Uziela Sineri.

Ditambahkan, untuk Distrik Kenyam ada dua kampung yang didatangi, yakni Kampung Delpel dan Kampung Kenyam serta Distrik Batas Batu dengan dua kampung, yakni Kampung Mumugu dan Kampung Kirip Kurik.

 

“Harus diakui kesadaran masyarakat dalam menggunakan alat pelayanan kesehatan juga sangat baik, misalnya dengan adanya pemberian kelambu dari dinas kesehatan, sehingga hal ini juga membantu dan kami harapakan masyarakat menjaga kesehatan,” harapnya.

Terkait hal ini, dari informasi yang dihimpun berdasarkan data Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, jumlah kasus malaria di Indonesia pada 2011-2015 mengalami penurunan. Namun, dari 514 kabupaten/kota yang ada, baru 232 yang berstatus eliminasi malaria. Adapun lima provinsi yang merupakan endemis tertinggi malaria adalah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.  (Eveerth Joumilena)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...