Menhub Tegaskan Timika Jadi Tol Laut Wisata

Category: Lintas Papua 10 0
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat diwawancara di Bandara Wamena (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat diwawancara di Bandara Wamena (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)

WAMENA (LP)  – Menteri Perhubungan , mengatakan, bahwa yang layak dibangun  Tol Laut adalah wilayah perairan Mimika, sebab akan menghemat 36 jam ke wilayah  lainnya.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan,  Budi Karya Sumadi, sekaligus menjelaskan, bahwa penilaian ini akan dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

“Jadi bukan Jayapura yang akan dibangun Tol Laut, sebab justru Timika yang lebih layak dan bisa menjangkau semua daerah hingga Dekai dan Wamena,” ujar Menteri Perhubungan,  Budi Karya Sumadi, saat diwawancara di Bandara Wamena, Kamis (22/9).

Dikatakan, bahwa bukan hanya Tol Laut saja, melainkan juga tol udara, yang bisa kita hemat 36 jam.

Khusus di Bandara Wamena, Kata Budi, sudah berbicara dengan pemerintah agar mendukung terutama perluasan bandara dan menambah teknologi.

“Demikian menekan angka kemahalan dengan mendatangkan pesawat – pesawat besar, akan tetapi jangan setelah ada, lalu ada calo – calo,  maka jaminan dari Pemda Jayawijaya,” katanya.

Sementara itu, dalam kunjungan pertama Menteri Perhubungan juga  meninjau Bandara Puncak Ilaga, di Kabupaten Puncak, Papua.

Baca Juga :  Resiko ASN Bermain Politik, BTM – HARUS siap “Bersih-Bersih” Birokrasi

Bandara ini merupakan salah satu dari beberapa bandara yang ada di Kabupaten Puncak, Papua. Akan tetapi, Ilaga adalah satu-satunya bandara di wilayah ini yang runway-nya sudah diaspal.

Di Kabupaten Puncak, seluruh barang yang masuk ke wilayah ini harus diangkut dengan pesawat terbang, sehingga harganya cukup mahal. Satu kantong semen dihargai Rp 2 juta.

Setelah dari Kabupaten Puncak, Menhub meninjau Bandara Mozes Kilangin Timika dan dilanjutkan mengunjungi menuju Bandara Dekai, Yahukimo.

Bandara Dekai juga menjadi salah satu penopang perekonomian di Yahukimo. Sebelum jalur sungai dibuka, seluruh barang yang masuk ke wilayah ini bandara tersebut harus melalui Bandara Dekai.

Saat ini kondisi Bandara Dekai telah terbangun cukup bagus, baik runway maupun terminal penumpangnya. Bandara lain yang ditinjau Menhub adalah Bandara Wamena dan Sentani di Jayapura.

Selain infrastruktur udara, Menteri Perhubungan juga dijadwalkan meninjau Pelabuhan Arar di Sorong, Provinsi Papua Barat.

Dalam kegiatan  berbagai kunjungan ini, Menteri Budi Karya menggunakan pesawat kalibrasi milik Kementerian Perhubungan. (Eveerth Joumilena)

Related Articles