Gubernur Papua Luncurkan Buku ” Papua : Antara Uang dan Kewenangan”

Category: Lintas Papua 14 0
Buku "Papua : Antara Uang dan Kewenangan" Karya Penulis Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH (ISTIMEWA)
Buku “Papua : Antara Uang dan Kewenangan” Karya Penulis Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH (ISTIMEWA)

JAKARTA  (LP) –  Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH.,  meluncurkan buku karyanya dengan judul Papua: Antara Uang dan Kewenangan disalah satu hotel ternama di Jakarta, Senin (19/9/2016) malam.

 

Mengawali peluncuran buku setebal 285 halaman itu, Gubernur Lukas Enembe mengatakan membangun Papua tidak semudah membalikkan telapak tangan tetapi butuh proses panjang.
“Saya bersyukur kepemimpin ditahun ketiga di Papua banyak perubahan yang terjadi selama ini. Dengan dukungan pemerintah pusat, apalagi Pemerintahan Jokowi sering datang ke Papua, luar biasa,” katanya disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Dalam membangun Papua, kata dia, banyak hambatan yang ditemui karena kondisi geografi yang cukup sulit, termasuk kebijakan dari pemerintah pusat yang bertentangan dengan kondisi daerah.
Sehingga pada 2001 rakyat Papua menerima Otonomi Khsusus, dan sejak saat itu pembangunan di Bumi Cenderawasih baru dirasakan.
“Itu (Otsus) perjuangan orang-orang Papua saat itu, saya hanya melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan sebelumnya oleh senior-senior saya. Dan perubahan mulai terjadi sejak UU 21 tentang Otsus,” katanya, yang dikutip dari ANTARA.
“Nah, dalam peluncuran buku malam ini, juga akan membahas atau diskusi UU nomor 21 tentang Otsus, hambatan dan kewenangan yang ada didalamnya, solusinya bagaimana,” sambung Gubernur Lukas Enembe.
Pantauan dilapangan, nampak hadir sejumlah tamu undangan, diantaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga mantan Kapolda Papua dan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, staf khusus Presiden Jokowi dan penasihat senior tentang Papua, Lenis Kogoya dan Michael Manufandu.
Lalu, para politisi dan tokoh Papua yang berkiprah dipentas lokal dan nasional, seperti Yorrys Raweyai, Sulaiman Hamzah, Roberth Rouw dan Fredi Numberi.
Ketua MRP Timotius Murib, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab dan sejumlah anggota DPRP Ruben Magai, Boy Markus Dawir, Mustaqim, Elvis Tabuni, Emus Gwijangge dan Thomas Sondegau.
Sekda Papua Hery TEA Dosinaen, para pimpinan SKPD Pemprov Papua dan tokoh adat, agama dan mahasiswa Papua di Jakarta.
Peluncuran buku ini, dipadu dengan lagu, tari-tarian dan presentasi dalam bentuk gambar tentang isi buku yang disuguhkan oleh panitia.

Baca Juga :  Survei Jajak Pendapat Masyarakat Mencari Pemimpin Papua Jelang Pilgub 2018

 

Sepeti diberitakan sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe mengagendakan meluncurkan buku karyanya di Jakarta pada Senin (19/9) dengan judul Papua: Antara Uang dan Kewenangan.
Kepala Biro Humas dan Protokuler Pemerintah Provinsi Papua Israil Ilolu ketika dihubungi dari Jayapura, Sabtu (18/9) mengatakan ditengah kesibukkan menjalankan roda pemerintahan Gubernur Lukas Enembe masih sempat menyisihkan waktunya menulis buku untuk menuangkan ide, pikiran dan gagasannya tentang Papua.
“Buku ini merupakan ide, pikiran dan gagasan beliau tentang Papua, permasalahan dan tantangan yang dihadapi serta solusi yang ditawarkan untuk mewujudkan Papua yang sejahtera dan mandiri,” katanya.
Harus diakui, Ditengah kesibukkan menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Papua, Gubernur Lukas Enembe masih sempat menyisihkan waktunya menulis buku untuk menuangkan ide, pikiran dan gagasannya tentang Papua.

 

Buku yang di tulis oleh Gubernur Papua ini berjudul “Papua: Antara Uang dan Kewenangan”. Buku ini akan segera Diluncurkan/Launching pada hari Senin, 19 September 2016 di Hotel Borobudur Jakarta.

 

“Buku ini merupakan ide, pikiran dan gagasan beliau tentang Papua, permasalahan dan tantangan yang dihadapi serta solusi yang ditawarkan untuk mewujudkan Papua yang sejahtera dan mandiri” demikian yang disampaikan Israil Ilolu. SE, M.Si, Kepala Biro Humas dan Protokuler Pemerintah Provinsi Papua Hari ini.

Baca Juga :  Jhonny Edison Isir Jadi Putra Papua Pertama Untuk Ajudan Presiden RI

Menurut Israil, Buku ini mengupas banyak tentang pelaksanaan Otonomi Khusus yang sudah 15 tahun berjalan dan sama sekali belum pernah di revisi untuk menyesuaikan dengan kondisi Papua yang sudah semakin maju dan terbuka.

“Bapak Gubernur menyampaikan gagasan beliau bahwa apa yang selama ini berjalan di Tanah Papua, Otonomi Khusus, tidak akan mampu menyelesaikan permasalalahan yang dihadapi oleh masyarakat Papua jika tidk dilakukan revisi.” Sambung kepala Biro Humas dan Protokoler.

 

Dalam buku ini, menurut Karo Humas,  Pak Gubernur  juga menceritakan tentang capaian-capaian pemerintahan beliau sejak dilantik 9 april 2013, seperti menurunnya angka kemiskinan, meningkatnya IPM Papua, program 1000 hari kehidupan, penguatan SDM Papua dan banyak lagi yang telah di capai sampai saat ini.

 

Demikian juga tentang Kontrak Karya dan 17 tuntutan rakyat papua yang berkaitan dengan perpanjangan kontrak karya Freepoort juga disampaikan dengan panjang lebar dalam buku ini.

“Bapak Gubernur berharap bahwa dengan terbitnya buku ini, baik pemerintah pusat maupun seluruh rakyat Indonesia, lebih khusus lagi kepada seluruh mereka yang hidup di atas tanah papua dapat membaca dan memahami apa yang diperjuangkan oleh beliau serta apa yang menjadi harapan beliau sehingga dapat bersama-sama mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan bagi siapa saja yang hidup di atas tanah ini, tanah papua” katanya. (Eveerth Joumilena)

Related Articles