Selamat Ulang Tahun Wantoks Papua New Guinea

Category: Lintas Papua 24 0
Bendera Papua New Guinea (LintasPapua,com/Eveerth Joumilena)
Bendera Papua New Guinea (LintasPapua,com/Eveerth Joumilena)

JAYAPURA (LP)  – Banyak catatan dalam hubungan Bilateral Indonesia dengan Papua New Guinea (PNG), namun beberapa catatan menyimpulkan kedua negara selalu membangun kerjasama yang baik untuk pendidikan, kesehatan bahkan keamanan negara, sebagaimana sekilas catatan untuk Perayaan Hari Ulang Tahun Papua New Guinea ke – 41 Tahun, Jumat, 16 September 2016.

Sebagian catatan awal, ketika  pertemuan APEC Women and the Economy Forum 2016 yang diselenggarakan pada 27 hingga 30 Juni 2016 di Peru, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Masyarakat, Agama dan Pemuda (Minister for Community Development, Religion & Youth) Papua New Guinea, Hon. Delilah P. Gore, MP guna meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Papua New Guinea (PNG) dalam bidang  pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kedua negara. Pertemuan tersebut juga dihadiri Duta Besar RI di Lima, Moenir Ari Soenanda.

 

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Yohana menyampaikan apresiasi atas hubungan bilateral yang telah terjalin dengan baik selama ini dan ingin meneruskan kerjasama dengan pemerintah PNG. Sejumlah kerjasama yang telah terjalin, diantaranya (1) di bidang ekonomi, seperti perdagangan, perhubungan, dan pariwisata; (2) bidang kewanitaan, kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan dan pendidikan; pelatihan keterampilan kerajinan bambu (bamboo), pemprosesan produk perikanan (fisheries products processing) dan dairy farm.

Foto Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Masyarakat, Agama dan Pemuda (Minister for Community Development, Religion & Youth) Papua New Guinea, Hon. Delilah P. Gore, MP bersama para staff (Foto Istimewa)
Foto Bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan Masyarakat, Agama dan Pemuda (Minister for Community Development, Religion & Youth) Papua New Guinea, Hon. Delilah P. Gore, MP bersama para staff (Foto Istimewa)

Sementara itu, Menteri Delilah P. Gore menyampaikan keinginannya untuk memberdayakan kaum perempuan di PNG belajar dari pengalaman Indonesia. Ia menceritakan pengalamannya ketika berkunjung ke Bali melihat kesuksesan perempuan-perempuan di sana.

“Kami ingin kesuksesan perempuan di Bali juga dapat dicapai perempuan PNG dengan mengembangkan kemampuan usaha kecil dan menengah melalui program pelatihan untuk perempuan muda. Salah satu caranya bisa dilakukan melalui program pertukaran perempuan antara Indonesia dan PNG agar perempuan Indonesia dapat membantu dan melatih perempuan dari PNG,” ujar Menteri Delilah di Peru.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan fokus dan konsentrasi di daerah/wilayah perbatasan kedua negara. Menteri Yohana menyampaikan berbagai isu terkait perlindungan anak,  terutama yang terkait dengan lalu lintas peredaran / perdagangan obat-obatan (drug trafficking).

Ia menilai Indonesia dan PNG dapat bekerja sama dalam penanganan dan perlindungan anak-anak agar terhindar dari bahaya obat-obatan.

Sejumlah Anak - Anak Dengan Pakaian Penari Asli PNG (pngbd.com)
Sejumlah Anak – Anak Dengan Pakaian Penari Asli PNG (pngbd.com)

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar RI menyampaikan bahwa Indonesia dan PNG memiliki forum Joint Border Committee. Isu, permasalahan, dan hal-hal yang menjadi perhatian serta kepentingan bersama juga dapat disampaikan dan dibahas dalam forum tersebut untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama kedua negara, termasuk dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Baca Juga :  Pentingnya Pemeriksaan Kespro bagi Perempuan

“Kedua menteri sepakat membangun dan memperkuat hubungan. Pertemuan bilateral ini merupakan momentum yang baik sebagai titik awal untuk memperkuat hubungan kedua negara di masa depan,” tutup Duta Besar RI di Lima.

 

Sementara itu,  Sekitar 150 Pelajar dan warga masyarakat PNG yang ada di Vanimo hadir memadati acara Pameran Pendidikan Indonesia yang diadakan Konsulat RI Vanimo, tgl 11 Pebruari 2016. Pameran Pendidikan yang diadakan di Halaman Kantor Konsulat RI Vanimo tersebut menyajikan informasi mengenai peluang study lanjut bagi pelajar asing di Universitas Esa Unggul, salah satu Universitas swasta di Jakarta.

“Sambutan masyarakat PNG cukup baik dan positif; mereka tertarik untuk melanjutkan study di Indonesia”, kata Konsul RI Vanimo, Elmar Iwan Lubis.

Dalam acara Pameran diadakan penandatangan MoU Kerjasama Pendidikan dan Plan of Action tentang Full Scholarship Programme oleh Rektor UEU dengan Gubernur Sandaun. UEU Jakarta memberikan beasiswa bagi 5 Pelajar PNG belajar di UEU Program S1. Rektor Universitas Esa Unggul Dr. Arif Kusuma Among Praja mengatakan Beasiswa disediakan secara penuh selama empat tahun. Akan ada lima pelajar beruntung yang bisa menempuh kuliah gratis di jurusan pilihan mereka. Saat ini, kata Arif, program beasiswa baru masuk tahap penyaringan kandidat penerima.

 

Penulis bersama Gubernur Sandaun, Amkat Mai (Kemeja Jas Berdasi), dalam sebuah kesempatan pada Expo di Jakarta Convention Center (LintasPapua.com /Eveerth Joumilena)
Penulis bersama Gubernur Sandaun, Amkat Mai (Kemeja Jas Berdasi), dalam sebuah kesempatan pada Expo di Jakarta Convention Center (LintasPapua.com /Eveerth Joumilena)

Gubernur Sandaun, Amkat Mai dihadapan para murid dan orang tua mengajak untuk menjadikan Universitas-unversitas di Indonesia sebagai pilihan bagi pelajar PNG untuk study lanjut dan tidak ragu-ragu mempelajari bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa yang sangat penting saat ini.

Sementara Konsul RI di Vanimo, Elmar Lubis mengatakan, konsulat akan membantu perguruan tinggi di Indonesia yang ingin menjaring mahasiswa asal PapuaNugni. Indonesia memiliki banyak perguruan tinggi yang bagus sehingga dapat memperkenalkannya kepada para pelajar di Vanimo atau kota lainnya di Papua Nugini.

“Dengan makin banyaknya mahasiswa asal PNG yang belajar di Indonesia maka hubungan antara kedua negara juga semakin erat,” ujar Elmar.

Pameran sehari tentang kemajuan Pendidian di Indonesia dan informasi study lanjut di Universitas Esa Unggul Jakarta berjalan baik dengan antusiasme yang besar dari masyarakat setempat.

PESTA RAKYAT GOROKA UNTUK 41 TAHUN KEMERDEKAAN   PNG

Sementara itu, sebagaimana dikutip dari http://www.papuanewguinea.travel, tercatat  Goroka Tampilkan merayakan HUT ke-60 dan diatur menjadi acara yang lebih spektakuler budaya lengkap dengan kembang api dan kegiatan yang menyenangkan bagi seluruh keluarga. Acara ini dimulai pada Hari Kemerdekaan 16 September 2016 dan berakhir 18 September 2016.

Mata Uang Kina, sebagai alat tukar dan belanja mata uang PNG (LintasPapua.com/ Eveerth Joumilena)
Mata Uang Kina, sebagai alat tukar dan belanja mata uang PNG (LintasPapua.com/ Eveerth Joumilena)

Goroka Tampilkan bertujuan untuk sekali lagi memberikan yang terbaik dalam hiburan budaya kepada orang-orang dari dataran tinggi Provinsi Timur dan membuat pengunjung merasa diterima dari Papua New Guinea dan di seluruh dunia.

Baca Juga :  Pemkot Jayapura Ajak Warga Sambut Bulan Kemerdekaan RI

 

Diadakan setiap tahun selama akhir pekan yang paling dekat dengan Hari Kemerdekaan, Goroka Show adalah pertemuan suku paling terkenal Papua Nugini dan acara budaya.

 

Lebih dari 100 suku berpartisipasi dalam acara pertunjukan menampilkan luar biasa ‘singsings’ – lagu-lagu tradisional, tarian dan pertunjukan ritual.

Pementasan Goroka Tampilkan dimulai pada tahun 1957 dan pertama kali diperkenalkan dan diselenggarakan oleh petugas patroli Australia dikenal secara lokal sebagai ‘kiaps’. Kiaps dari masing-masing kabupaten dibangun rumah putaran khas kabupaten mereka di mana mereka ditampilkan berbagai dan unik budaya dari orang-orang yang tinggal di sana. The kiaps membawa kelompok ‘Singsing’ dari daerah sekitarnya. Ini dibuat akhir pekan menghibur untuk semua orang di Provinsi membantu orang melupakan perbedaan suku mereka.

 

Secara umum,  PNG merdeka dari Australia pada 16 September 1975.  Sehingga saat ini memasuki usia ke – 41 Tahun  kemerdekaan negara itu dari Australia. Dan  PNG menghadapi masalah dalam menciptakan stabilitas politik dan dalam meningkatkan tingkat pendidikan dan kesehatan rakyatnya. Warga PNG dikenal patriotik, namun sejumlah pihak juga menyuarakan keprihatinan masih tingginya tingkat kekerasan dalam masyarakat serta korupsi.

Perempuan PNG dengan Pakaian Kebesaran Motif Bendera PNG (Facebook Lewa Sentani)
Perempuan PNG Tampil Cantik Dengan Pakaian Kebesaran Motif Bendera PNG, memberi ucapan Selamat Berbahagia 41 Tahun Kemerdekaan Papua New Guinea. (Facebook Lewa Sentani)

Seorang pekerja sosial Serena Sumanop kepada ABC mengatakan, banyak warga yang masih terus mengalami trauma sebagai akibat pengalaman kekerasan yang mereka alami di masa lalu.

Australia pertama kali mengambil-alih kekuasaan koloni Inggris atas Papua di belahan selatan PNG di tahun 1906. Selama Perdang Dunia I, pasukan Australia juga mengambil-alih belahan utara PNG yang sebelumnya dikuasai Jerman.

 

Kedua belahan wilayah PNG ini kemudian dipersatukan setelah Perang Dunia II, sekaligus dibentuk pemerintahan dan sistem hukum lokal. PNG lepas dari Australia di tahun 1975, dan Sir Michael Somare terpilih sebagai perdana menteri pertama.

 

Papua Nugini atau Papua Guinea Baru adalah sebuah negara yang terletak di bagian timur Pulau Papua dan berbatasan darat dengan Provinsi Papua (Indonesia) di sebelah barat. Benua Australia di sebelah selatan dan negara-negara Oseania berbatasan di sebelah selatan, timur, dan utara. Ibu kotanya, dan salah satu kota terbesarnya, adalah Port Moresby.  GOD BLESS PAPUA NEW GUINEAHAPPY INDEPENDENCE  PNG. Wishing you all a Safe, Peacefull and Happy Independence celebrations. (Eveerth Joumilena  / Dari Berbagai Sumber)

Related Articles