Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak di Kampung Nafri

Ilustrasi Ternak Babi
Ilustrasi Ternak Babi

JAYAPURA (LP)  –  Salah Seorang Warga Kampung Nafri, Artaban Awinero mengatakan, hingga kini hampir sebulan telah terjadi kematian pada ternak babi tanpa diketahui penyakit apa yang dialami,khususnya dialami para ternak babi di Kampung Nafri.

 

 

“Kami berharap Dinas Peternakan atau dinas terkait bisa turun langsung dan melihat ke lapangan , kira – kira apa yang menyebabkan kematian tersebut,” ujar Artaban Awinero, kepada LintasPapua.com, di Abepura, Jumat  (9/9) malam.

 

Dirinya mengakui, belum dapat mengetahui secara pasti akibat apa, akan tetapi dari laporan warga masyarakat hampir puluhan babi telah mati mendadak.

 

Daria informasi yang diterima, sekitar 30 ekor lebih ternak babi milik warga di Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua mati mendadak tanpa suatu penyakit yang jelas.

 

Salah Seorang Peternak Babi, Yakoba Awi menuturkan bahwa dirinya  belum mengetahui pasti akibat apa.

 

“Kita tidak tahu apa penyakitnya, kalau kita lihat babinya sudah malas-malas tiba-tiba langsung mati mendadak,” kata Yakoba Awi.

 

Menurutnya, kejadian babi itu sudah terjadi sejak Agustus lalu hingga kini masih terus belangsung,jika dihitung-hitung sekitar 30 ekor lebih babi yang mati.

 

Yakoba mengaku ternak babi miliknya sebanyak 15 ekor namun mati mendadak hingga tinggal dua ekor. Sebelum mati badannya gemetar, buang-buang air seperti mencret kemudian tidur langsung mati.
“Saya punya ternak babi sebanyak 15 ekor tapi mati sampai tinggal dua ekor saja, saya bingung kenapa babi ini mati-mati trus,” tuturnya.
Senada dengan itu, Hana Merahabia warga lainnya menjelaskan,pertama kejadian babi mati mendadak ini terjadi di Kampung Nafri yang berada didekat daerah Pantai.

 

Kini, lanjut dia pindah lagi ke kampung yang agak jauh dari pantai, warga tidak tahu penyebabnya apa sampai bisa mati mendadak.

 

“Banyak warga yang mengeluh karena ternak babi-nya mati mendadak, sudah hampir 20 ekor lebih babi yang mati mendadak,” ucapnya.
Hana mengatakan, kejadian ini sepertinya musim karena bukan baru sekali saja, namun setiap tahun memasuki bulan-bulan tertentu ternak babi milik warga di Kampung Nafri mati mendadak tanpa suatu penyakit yang jelas.

Hal serupa juga disampaikan Gutaf Taniau. Menurut Gustaf sudah hampir sepekan ini ternak babi milik warga Kampung Nafri terus menerus mati mendadak mulai dari anak babi yang berumur satu bulan hingga babi yang besar atau sudah berumur dewasa.

 

“Kita bingung kenapa babi mati mendadak terus menerus. Saya punya kaka kandung punya ternak babi itu sekitar 50 ekor tapi sudah mati sampai tinggal empat ekor,” katanya.

 

Pihaknya berharap, dinas terkait yakni Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan membentuk tim lalu turun ke Nafri menyelidiki sebab mati-nya ternak babi secara mendadak. (Dhoto Eveerth)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...