Pentingnya Pelatihan Konselor Peduli HIV – AIDS

Category: Lintas Papua 8 0
Konselor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Siti Nurdjaja Soltief, S.Kep, M.Si. (LintasPapua.com/Eveerth)
Konselor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Siti Nurdjaja Soltief, S.Kep, M.Si. (LintasPapua.com/Eveerth)

JAYAPURA (LP) –  Konselor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dok II Jayapura, Siti Nurdjaja Soltief, S.Kep, M.Si.,  mengatakan pentingnya pelatihan konselor untuk menangani masalah – masalah kesehatan terkait HIV – AIDS di Papua.

Hal ini disampaikan Siti Nurdjaja Soltief, kepada LintasPapua.com, Jumat  (9/9), sekaligus menilai bahwa masalah HIV – AIDS di Papua terus meningkat, namun apakah ini karena pendobolan data atau memang karena kesadaran memeriksa diri dari masyaraat semakin baik.

“Tentunya dengan kegiatan pelatihan bagi konselor, akan  memberikan kesegaran serta lebih menambahkan semangat bagi konsoler untuk terus peduli akan masalah –masalah yang terjadi di lapangan dan membantu masyarakat terkait pemeriksaan dan pengobatan HIV – AIDS,”   ujar Siti Nurdjaja Soltief, yang ditemui di Grand Abe Hotel.

Dirinya menjelaskan, bahwa saat ini ada 41 konselor yang tergabung dari Lapago, Wilayah Selatan Papua dan Kota/Kabupaten Jayapura.

“Tentunya dengan pelatihan akan mendorong konselor sebagai ujung tombak untuk melihat masalah yang terjadi, dalam ha ini melakukan pendampingan hingga mengajak masyarakat untuk  lebih sadar  memeriksakan diri  pada layanan  konseling dan tes sukarela, yang dulunya dikenal dengan sebutan VCT. Untuk  membantu ibu hamil dilayanan kesehatan, agar dapat memeriksakan diri terkait dengan HIV –AIDS serta mencegah penularannya dari Ibu ke Bayi,” katanya.

Baca Juga :  Aparat TNI – Polisi Gelar Operasi Simpatik Berantas Miras di Lereh

Dirinya menilai, saat ini masih banyak stigma – stigma bagai penderita, sehingga hal ini juga menjadi perhatian untuk kita tidak lagi membangun stigma yang salah.

“Untuk mereka yang masih rutin berobat, bahw a masih ada upaya untuk sem­buh dari penyakit ini.  Sebab ituKita tidak boleh takut berobat. Kalau terdeteksi awal, ada ARV. Penyakit ini bisa diredam bila ARV dikonsumsi rutin seumur hidup. Dengan demi­kian penderita dapat mela­ku­kan aktivitas seperti biasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, menyampaikan sangat mendukung kegiatan  ini dengan adanya pelatihan ini, sehingga bisa  menjadi materi yang baik dalam rangka mengurangi kematian  pada masyarakat asli Papua.

“Saya berharap peserta nantinya  mampu menerakan ilmunya dilapangan dalam persoalan penanganan HIV – AIDS serta berharapn agar dengan pelatihan bagi Konsoler dapat memberikan pemahaman dan layanan  yang lebih dan bermanfaat untuk kerja kedepan dalam penanganan masalah HIV – AIDS di Papua, “  harapanya. (Eveerth Joumilena)

Related Articles