USAID Peduli Pendidikan dan Kesehatan di Depapre

Category: Lintas Papua 17 0
Tarian adat,penyambutn Rombongn tamu USAID Ke Sekolah Dasar di Pantai Amai (Foto Roberth Kromsiam)
Tarian adat,penyambutn Rombongn tamu USAID Ke Sekolah Dasar di Pantai Amai (Foto Roberth Kromsian)

JAYAPURA (LP)  –  Direktur Kantor Democracy, Human Rights dan Governance USAID, David Hoffman mengatakan bahwa pihaknya membantu pemerintah Indonesia dalam pembangunan dibidang pendidikan dan kesehatan, termasuk kunjungan ke Depapre.
“Saya kesini untuk melihat sejauh mana pencapaian yang dilakukan dibidang pendidikan dan kesehatan di Papua yang ada di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Jayapura,” ujar Direktur Kantor Democracy, Human Rights dan Governance USAID, David Hoffman, Rabu (7/9/2016).

 

Dalam kunjungan ini , sekaligus bersamaan  Tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), wakil dari Kementrian Dalam Negeri dan USAID Jakarta mengunjungi sejumlah tempat di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu.

 

Perwakilan ketiga lembaga itu, mengunjungi SD YPK I Amai di Tablasupa, Puskesmas Depapre dan SD Negeri Inpres Depapre yang dipadukan diskusi bersama dengan para pemangku kepentingan diantaranya dengan para guru dan komite sekolah, kepala kampung, tokoh masyarakat serta perawat dan kepala puskesmas setempat.
Dalam diskusi dihalaman depan SD YPK I Amai mencuat sejumlah hal, seperti penamahan dan peningkatan tenaga guru, infrastruktur pendukung, manajemen pengelolaan keuangan dan belajar mengajar.

Baca Juga :  KENAPA ORANG PAPUA NYALAKAN LILIN BUAT AHOK ? Sebuah Catatan Buat Kaum Gagal Paham

 

Pantauan dilapangan, Tim Bappenas diwakili oleh Direktur Politik dan Komunikasi Wariki Sutikno, Kasubdit Otsus Papua dan Papua Barat Ditjen Otda Kemendagri Thomas Umbu Pati dan Direktur Kantor Democracy, Human Rights dan Governance USAID David Hoffman dan sejumlah tim pendamping dari KINERJA.
Sementara diskusi di Puskesmas Depapre, ketiga lembaga itu mendapat penjelasan dari Pjs Kepala Puskesmas Dokter Andrew Wicaksono terkait tata kelola pelayanan pengaduan yang didampingi oleh LSM KINERJA, pelayanan kesehatan kepada masyarakat di delapan kampung, penanganan penyakit yang paling sering ditemui seperti malaria, ispa dan TB.

 

Termasuk, permintaan untuk perluasan Puskesmas Depapre yang terkendala dengan permasalahan lahan.
Disela-sela kegiatan, Direktur Politik dan Komunikasi Bappenas, Wariki Sutikno mengatakan sudah lima kali diundang oleh USAID namun baru kali ini bisa hadir untuk melihat sejauh mana program kerja sama pembangunan yang dilakukan oleh lembaga independen asal Ameria Serikat itu.
“Saya senang sekali melihat perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh USAID dan KINERJA disini, seperti di bidang pendidikan dan kesehatan meski kecil tapi ini yang baik,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi ke Jawa Tengah Resmikan Tol Bawen - Salatiga

 

Ditambahkan,  bahwa apa saja permasalahan yang ada dilapangan sehingga mana yang perlu diprioritaskan untuk dibangun atau diupayakan terlebih dahulu.

Adanya wacana bahwa Pemerintah Pusat terkesan setengah hati dalam  membangun Papua karena lebih banyak diperhadapkan dengan isu politik, Wariki membantah hal itu.
“Pemerintah Pusat sangat intens memperhatikan pembangunan disini. Contohnya, kegiatan disini merupakan salah satu inovasi kerja sama dengan USAID, itu bentuk kecilnya. Artinya pemerintah memperhatikan,” tuturnya.
Sementara itu, Kasubdit Otsus Papua dan Papua Barat Ditjen Otda Kemendagri, Thomas Umbu Pati mengatakan lembaganya mendukung kegiatan USAID KINERJA, apalagi yang dibantu adalah bidang pendidikan dan kesehatan.
“Kami melihat kedua bidang ini sangat serius untuk dibangun. Kami melihat teman-teman USAID dan KINERJA bekerjasama dengan pemerintah daerah serta masyarakat mengelola pelayanan secara akuntabilitas dan baik,” kata Thomas. (***)

Related Articles