Mungkinkah, Hanya Ada Calon Tunggal Pilkada Wali Kota Jayapura ???

Category: Lintas Papua 31 0
Boy Markus Dawir
Boy Markus Dawir

JAYAPURA (LP)  – Menjelang Pemilukada 2017, berbagai isu spekulasi dari calon – calon mulai bermunculan dengan kendaraan politiknya, demikian isu calon tunggal atas nama Benhur Tommy Mano kian kuat melanda Kota Jayapura, akan tetapi calon lain juga mengklaim hal yang sama.

Hal ini bukan saja menjadi perbincangan di kantor, dirumah atau di cafe – cafe, namun dalam dunia media sosial facebook, juga menjadi pedebatan hangat di kalangan aktivis, akademisi dan masyarakat serta anggota Komisioner KPU Papua.

Perbincangan ini dimulai dengan adanya Postingan Facebook dari Ketua Pemuda Adat Papua, Decky Ovide yang mengatakan, Selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua Mengucapkan Selamat & Sukses, kepada  DR. Drs. Benhur Tommy Mano, M.Si, sebagai calon tunggal Wali Kota Jayapura  Periode 2017 – 2022.

“Jangan memberikan pendapat bahwa saya provokatif ? , sebab  saya memberikan apresiasi dan selamat,  karena BTM sudah merebut 32 Kursi dari 40 Kursi di DPRD Kota Jayapura.  Kita semua saudara dong hitung dengan matematis politik saja, biar lihat lebih jelas. Supaya tipu atau benar ?,” ujar Decky Ovide, dalam postingan akun facebook, Rabu (7/9).

Dalam postingan tersebut, terdapat beberapa statment komentar diantaranya, Anggota Komisioner KPU Papua, Izak Hikoyabi menuturkan, bahwa pendapat tersebut tidak tepat, karena semua masih dalam proses di tingkat Partai Politik, sehingga sebaiknya ditunggu hingga pihak penyelenggara akan mengumumkan siapa – siapa calon Wali Kota Jayapura.

‘Karena ada aturan yang mengatur terkait calon tunggal. Kita harus menjaga semua peserta pemilihan mendapat kesempatan yang sama menurut peraturan perundang undangan  yang berlaku, sehingga tidak tepat pendapat itu,”  kata Izak Hikoyabi, dalam postingan, Rabu (7/9).

 

Benhur Tommy Mano
Benhur Tommy Mano

Senada dengan itu, Akademisi Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung menuturkan,   sangat disayangkan kalau cuma calon tunggal, karena pendidikan dan pencerahan politik tidak ada sama sekali di tengah –  tengah masyarakat Kota Jayapura yang sedikit lebih melek politik di bandingkan kabupaten lain di Papua.

“Juga kalau terpaksa calon tinggal, maka KPU akan menunda dan memberikan waktu atau kesempatan kedua untuk pendaftaran ulang lagi,  kalau pada pendaftan ulang tetap sama masih calon tunggal, maka pilkada tetap dilaksanakan dgn model Referendum,” kata Marinus Yaung, yang juga mantan Anggota KPUD Kota  Jayapura, Rabu (7/9).

 

Dirinya mengajak, kepada semua warga Kota Jayapura harus mendukung suksesnya Pilkada Kota Jayapura dan bersama ikut mengawasi jalannya tahapan demi tahapan pilkada yang ditetapkan oleh KPU kota jayapura.

 

“KPU Kota jayapura adalah aktor utama sukses dan gagalnya Pilkada Kota Jayapura. Komisioner KPU Kota harus bebas dari kepentingan balon Walikota dan bebas dari politik uang,” pesannya.

 

Ditambahkan,  Komisioner KPU kota juga perlu mengawasi dengan baik sekertaris dan staf pegawai sekertariat Kota Jayapura.

 

“Karena  dari pengalaman saya, sebagai besar staf pegawai seketariat KPU kota berperan sebagai tim sukses calon walikota tertentu,” kata mantan Komisioner KPU Kota Jayapura 2008-2013.

Abisay Rollo
Abisay Rollo

 

 

Dirinya menyarankan, pentingnya prinsip integritas dan netralitas harus dijunjung tinggi oleh KPU Kota Jayapura dalam bekerja karena sering kali konflik Pilkada bermula dari ketidaknetralan anggota Komisioner KPU Kota Jayapura.

 

“Prediksi saya akan muncul 3 pasangan calon untuk  Pilkada Kota Jayapura, tidak mungkin ada calon tunggal, kalau ada calon tunggal, kita serahkan semua kepada KPU yang menentukan keputusannya,” katanya.

Baca Juga :  KPU Papua Sosialisasikan Undang – Undang Nomor 10/2016 Tentang Pemilu

 

Sementara itu, Ketua KPU Kota Jayapura, Jeremias Numberi mengatakan, bahwa pihaknya tetap megharapkan Pilkada di Kota Jayapura berjalan dengan aman dan tertib dan damai.

 

“Aturan tetap kami tegakkan dan kita tetap berharap Tuhan memberkati Kota Jayapura,” tulisnya.

 

Dijelaskan,  semua proses akan dimulai pada tangga 14 septmber 2016 -20 september 2016, yakni  Pengumuman Pendftaran Pasangan Calon, selanjutnya pendaftaran pasangan calaon akan dimulai pada tanggal 21 – 23  Septmber 2016.

 

Senada dengan itu, Aktivis Pemuda Port Numbay, Otniel Deda menuturkan, bahwa KPUD Kota Jayapura bulan ini akan menerima calon mendaftar lewat jalur partai politik, sebagai warga kota jayapura mari kita doakan bersama untuk colon – calon kita yang lagi berjuang untuk mendapatkan rekomendasi, agar waktunya yang sesuai Jadwal KPUD bisa kita mendapatkan informasi yang resmi calon siapa yang lulus sebagai bakal colon dan calon siapa yang tidak lulus pasti di umumkan.

Terkait postingan ini, Raja Wally, seorang warga facebook menuturkan, bahwa BTM adalah figur yang berpengaruh dan menyarankan figur yang lain mundur saja, sebab percuma saja dan tetap kalah.

Sedangkan, Akun Facebook, Papoes menuturkan, selamat atas pernyataan ini dan selamat kepada BTM, maka disinilah muncul pernyataan dan pandangan”politik dalam Pilkada Kota Jayapura mendatang nantinya dari seluruh elemen masyarakat yang pro dan kontra terhadap bakal calon wali kota.

“Khususnya calon BTM-HaRus. Sakit atau Sehat tapi Tuhan merestui, berkehendak dan berperkara untuk memimpin kota Jayapura,siapa yang mau lawan kehendak Tuhan????
BTM-HaRus Lanjutkaaan…!!,” tulisnya.

 

Willem Frans Ansanay
Willem Frans Ansanay

Sementara itu, Warga Kota Port Numbay, Ariel Marini menuturkan, bahwa kurang seru kalau calon tunggal, karena berpotensi pada politik yang tidak sehat dan terjadi proses pembodohan politik bagi masyarakat Kota Jayapura dan masyarakat Papua.

“Saya sebagai pendekar – pendekar Tanah Tabi harus berani bertaruh jangan dimenangkan oleh Juri sebelum bertanding,” tulis menanggapi postingan ini.

Sedangkan, Djefri Pattirajawane dalam balasananya mengajak semua warga Kota Jayapura adalah warga yang cerdas, mereka tidak akan terprovokasi dengan isu calon tunggal, oleh sebab itu kita tunggu saja sampai penetapan KPU Kota Jayapura, itu baru sah sesuai aturan dan UU.

Daud Ngabalin, dalam komentarnya, menilai apa yang disampaikan Ketua Pemuda Adat Papua dalam postingannya telah berhasil menggetarkan adrenalin teman – teman aktivis, sehingga dirinya menyarankan untuk tetap dibangun diskusi dalam area positif untuk melihat fenomena tersebut dan namanya juga isu, sehingga peru didekati dengan sumber informasi yang benar – benar memang benar.

“Jika saja issue itu benar atau tidak benar, maka pemangku kepentingan berdiskusi di atas Para-Para Adat, sehingga hal-hal yang didiskusikan juga menggambarkan demokrasi. Bukankah 4 konsesus nasional (Pancasila, UUD NRI, sesanti Bhinneka Tunggal Ika, NKRI) telah menjadi dasar dalam berdemokrasi. Salam hormat,” tulisnya.

Sementara itu, Sebelumnya, Benhur Tommy Mano (BTM) mengklaim telah didukung delapan partai politik (parpol) sehingga memastikan diri akan maju dalam pilkada serentak Februari 2017.

“Kepastian dukungan delapan parpol itu sudah direalisasi dalam bentuk rekomendasi,” kata Walikota Jayapura Periode 2011-2016 itu  di Jayapura, Kamis.

Ia menyebut delapan parpol pendukung itu yakni Partai Nasdem, Hanura, Gerindra, PKB, PKPI, PDI Perjuangan, PAN dan Partai Golkar.

Sedangkan, Kandidat Calon Wali Kota Jayapura, Boy Markus Dawir atau yang akrab disapa BMD akhirnya bersuara menanggapi berbagai pemberitaan di media massa belakangan ini terkait dukungan Partai Politik (Parpol) kepada bakal pasangan calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Jayapura pada Pilkada serentak 2017 mendatang.

Baca Juga :  Sukses Bangun Kota Layak Anak, Mathius Awoitauw Terima Penghargaan Kementerian PPPA

Ia mengatakan, BMD dan pasangannya, Nur Alam  atau Alam siap bertarung dalam Pilkada 2017 di Kota Jayapura. Pihaknya kini berupaya menyiapkan Parpol yang akan mengusung BMD – Alam pada Pilkada mendatang.

“Apa yang disampaikan calon lain di berbagai media, kalau sudah mengantongi 33 kursi Parpol yang ada di DPRD Kota Jayapura, silahkan saja. Tapi nanti kita lihat di KPU ketika pendaftaran 21 September mendatang. Siapa yang diusung partai mana,” kata BMD, Senin (29/8/2016)

Politisi Demokat yang juga Ketua Komisi IV DPR Papua itu mengklaim, kini sudah ada kurang lebih 16 Parpol kursi di DPRD Kota Jayapura yang akan mengusung pasangan BMD-Alam.

“Kami hitung-hitung, diposisi kami kurag lebih ada 16 kursi. Kalau di kami ada 16 di posisi lain sisa 24. Kalau ada yang klaim sudah dapat 33 kursi saya rasa terlalu dini. Nanti kita akan lihat ketika pendaftaran di KPU,” ucapnya.

Hal ini bukan tanpa alasan dengan melihat pernyataan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., dalam keterangan  pers di Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Rabu (7/9/2016) siang, yang membenarkan telah memberikan rekomendasi kepada sejumlah calon incumbent Bupati yang akan kembali bertarung pada Pilkada Serentak Jilid II di 11 kabupaten/kota di Papua, 17 Februari 2017 mendatang.  Tidak terlepas untuk Kota Jayapura, dukungan diberikan kepada Boy Markus Dawir maju dalam pilkada serentak.

Sementara itu, Abisay Rollo – Ir. Dipo Wibowo  mendapat dukungan dari Partai Golkar dan Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Jayapura, dalam release press yang disampaikan, Rabu (7/9/2016) di Kota Jayapura. Dalam hal ini , Wakil ketua DPD.Golkar Kota Jayapura, Lievelien L. Ansanay mengatakan, Berdasarkan petunjuk pelaksanaan DPP partai Golkar Nomor :
Juklak-I/DPP/Golkar/II/2015 tanggal 28 Februari 2015 tentang penetapan pasangan calon Gubernur, Bupati, dan Walikota dari Partai Golongan Karya.

Ia melanjutkan, Surat DPD partai Golkar Kota Jayapura Nomor  : 689/DPD-PG/KJ/III/2016 tenggal 16 Maret perihal mohon dukungan rekomendasi partai Golkar tentang bakal calon kepala daerah Kota Jayapura.

Dimana hasil rapat DPP partai Golkar yang membahas pemilihan dan penetapan pasangan calon kepala daerah dari Kota Jayapura Provinsi Papua melalui dewan pimpinan pusat partai Golkar menetapkan dan mengesahkan pasangan calon Pilkada Kota Jayapura 2017 adalah, Abisai Rollo, SH yang juga kader Golkar Papua sebagai calon kepala daerah berpangan dengan Ir.Dipo Wibowo sebagai calon wakil kepala daerah Kota Jayapura.jelas wakil ketua DPD Golkar Kota Jayapura itu.

Nama Calon Wali Kota Lainnya, Frans Ansanay juga ikut bermunculan dalam percaturan politik, namun semua keputusan akan berada di meja KPU Kota Jayapura, entah siapa – siapa yang layak maju dan masyarakat tetap sabar menantikan pilihannya untuk pemimpin Kota Jayapura lima tahun kedepan. (Eveerth Joumilena)

Related Articles