SMU YPPK Teruna Bakti Deklarasi “Suka Pake Noken”

Category: Lintas Papua 28 0
NOKEN PAPUA DIANTARA HUT 45 TAHUN SMA YPPK TERUNA BAKTI WAENA, Sabtu (03/09/2016) (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)
NOKEN PAPUA DIANTARA HUT 45 TAHUN SMA YPPK TERUNA BAKTI WAENA, Sabtu (03/09/2016) (LintasPapua.com/Eveerth Joumilena)

JAYAPURA (LP)  –  Mensyukuri Hari Ulang Tahun SMA Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik Teruna Bakti yang ke – 45 pada tanggal 1 September 2016, maka sekolah tersebut mendeklarasikan geraka “Suka Pak Noken”.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMU YPPK Teruna Bakti, Damianus D. Kumanireng, S.Si, saat acara Deklarasi dan Perayaan HUT SMU Teruna Bakti di  halaman sekolah tersebut di Perumnas I Waena, Sabtu (3/9).

Dikatakan, dalam kegiatan ini kita juga mengundang semua alumni dari berbagai angkatan, dengan mengambil tema “Hidup Rukun Dalam Komunitas Pendidikan SMA YPPK Teruna Bakti”.

“Pro Ecclesia Et Patria dan selamat Ulang Tahun Teruna Bakti dimana sejak  SPG – SMA ; 1971 – 2016 ) ke 45, sehingga kami mengundang  Kepada Seluruh Keluarga Besar Teruna Bakti, hari ini adalah HUT TB ke-45, untuk merayakannya seluruh Keluarga Besar Dewan Guru, tata usaha, Siswa – siswi, Para Alumni SPG dan SMA TB, Simpatisan, mantan guru, mantan PPL, dan semua yang pernah tanam kaki di SMA TB,” tuturnya.

Dijelaskan, dalam Deklarasi “TERUNA BAKTI SUKA PAKE NOKEN” oleh Titus Pekei – Ikatan Alumni Teruna Bakti – (pencetus Noken Papua di UNESCO PBB sebagai Warisan Dunia).

Baca Juga :  Pentingnya Batik Papua Untuk Anak Usia Dini Sebagai Warisan Budaya

 

Suasana Perayaan HUT 45 Tahun SMA YPPK Teruna Bakti di halaman sekolah tersebut di Perumnas I Waena (LintasPapua.com/Eveerth)
Suasana Perayaan HUT 45 Tahun SMA YPPK Teruna Bakti di halaman sekolah tersebut di Perumnas I Waena (LintasPapua.com/Eveerth)

Sementara itu, Titus Pekei yang hadir dalam deklrasi tersebuut  menuturkan, noken sebagai warisan budaya tak benda dan Noken adalah identitas asli Papua.

Dikatakan, Titus Pekei yang juga Ketua Lembaga Ekologi Papua,  menuturkan, bahwa status Noken sebagai warisan budaya saat ini terancam. Ini terjadi menyusul minimnya progres, setelah mendapat pengakuan Warisan Budaya dari Unesco pada 4 Desember 2014 lalu.

Titus mengatakan, berbagai progres setelah mendapat pengakuan dunia lewat Unesco cukup tinggi namun kenyataannya hingga kini tidak banyak lagi yang dilakukan sehingga terkesan tindaklanjut noken untuk diproteksi dan dilestarikan hanya ada di atas kertas.

“Desember 2016 nanti Unesco akan meminta perincian apa saja yang sudah dilakukan selama ini untuk proteksi dan pelestarian tadi. Jika minim progres maka dikhawatirkan status sebagai warisan budaya tersebut akan terancam. Apakah dipertimbangkan atau bahkan dihapus,” tandasnya.

Dalam  perayan HUT di bangun tiap stand yang menampilkan Budaya Papua serta Pergelaran Budaya Nusantara dan serta berbagai pentas dari anak – anak sekolah SMA YPPK Teruna Bakti yang dihadiri berbagai angkatan alumni.

“Noken bukan sekedar tas yang dirajut, tetapi memiliki makna filosofi yang dalam, yakni merajut, menganyam dan menyulam kehidupan. Noken merajut identitas Papua dalam keragaman 250-an lebih suku, keragaman geografis/ letak berikut unsur – unsur kebudayaan yang dihayati oleh suku bangsa di Papua,”  kata mantan mahasiswa S2 Program Study Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia ini.

Baca Juga :  Dubes Amerika Kunjungi Papua Bahas Isu Politik

Penggali Noken, Titus Pekei, SH, M.Si., menuturkan bahwa dalam kegiatan ini juga terdapat Tiga Deklarasi Noken. Pendeklarasian Teruna Bakti Suka Pakai Noken, yakni 1- Noken Rajut Identitas Multisuku Tanah Papua. 2. Noken Anyam Peradaban Anak Mama Papua. 3. Noken Nyulam Kreativitas Mama Noken Papua.

“Noken Tembus Batas Kembali Memulihkan Tanah Papua. Falsafah Noken Kehidupan mengisi hidup dari masa ke masa. Deklarasi Noken Peringatan 45 Tahun SPG – SMA YPPK Teruna Bakti Papua disampaikan dalam nama Allah Maha Pencipta Alam Semesta Tanah Papua,” ucap Alumni SMA YPKK Teruna Bakti  ini. (Eveerth Joumilena)

Related Articles